
Oleh: Dea Amanda Kurniasih
STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia
Email : [email protected]
JurnalPost.com – Di zaman sekarang, perguruan tinggi bukan hanya tempat buat raih gelar aja, sobat. Namun juga menjadi pusat inovasi, belajar, dan juga jadi tempat buat membentuk perubahan sosial. Nah, di sini akan dijelasin nih, tentang gimana peran pemimpin di perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika perubahan yang terus-menerus terjadi, terutama di era digital seperti sekarang ini.
Era digital telah mengubah lanskap kepemimpinan secara fundamental, menghadirkan tantangan baru dan peluang yang menarik bagi pemimpin di semua tingkatan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana dinamika digital mempengaruhi cara memimpin dan berkolaborasi, serta bagaimana kampus-kampus menjadi panggung utama dalam pembentukan pemimpin masa depan yang relevan dengan zaman.
Nah, gimana sih caranya? Di kampus, mahasiswa dan staf diajak buat aktif ikutan dalam berbagai kegiatan, seperti organisasi mahasiswa, proyek kolaboratif, atau ikutan program-program pengembangan diri. Selain itu, teknologi dan platform digital juga dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka. Jadi, mahasiswa dan staf bisa belajar gimana cara menggunakan teknologi dan media sosial untuk memperkuat basickepemimpinan mereka dan juga untuk membangun koneksi.
Dilansir dari kompas.com menurut Pether Sobian dalam Buku Pemimpin dan Kepemimpinan (2022), pemimpin adalah orang yang memimpin. Sedangkan kepemimpinan adalah perihal memimpin. Pemimpin adalah satu atau beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk mengatur kelompoknya agar bisa bekerja sama mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan kepemimpinan ialah seni untuk membimbing atau menuntun orang lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara sederhananya yakni pemimpin lebih mengarah pada orang (manusia), sementara kepemimpinan mengacu pada sifat.
Jadi gini sobat, pemimpin itu artinya kalian bakal dapat kepercayaan yang lebih besar dari orang lain. Tapi nggak cuma itu doang, loh. Kalian juga bakal dihadapi sama tantangan yang lebih besar dan peluang yang lebih besar lagi buat berkontribusi ke tim. Biasanya, pemimpin tuh orang-orang yang dianggap paling hebat, yang memberikan kontribusi di atas rata-rata. Orang-orang seperti itu punya kemampuan untuk nyemangatin timnya buat kasih hasil yang lebih bagus. Mereka tuh seperti superplayer yang diharapkan bisa jadi supercoach juga, gitu. Nah, agar sobat lebih paham mengenai peran kepemimpinan di era digital ini, mari kita bahas lebih mendalam, disimak ya.
Dilansir dari JISAMAR menurut Riyanto Wujarso dan kawan-kawan dalam Jurnal Peran Kepemimpinan Digital Dalam Era Digital (2023) bahwasannya terdapat 5 (lima) karakteristik kepemimpinan digital. Yang pertama, adalah pemimpin pemikiran. Seorang pemimpin pemikiran adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat ke depan, mengantisipasi perubahan, dan mengidentifikasi peluang baru dalam dunia pendidikan tinggi. Mereka perlu memiliki visi yang jelas tentang masa depan pendidikan tinggi dan kemampuan untuk merumuskan strategi untuk menghadapi tantangan masa depan. Contoh: Seorang dekan universitas yang memiliki visi untuk mengembangkan program-program inovatif yang sesuai dengan tren pendidikan global dan teknologi terkini.
Yang kedua, adalah Pemimpin Kreatif. Pemimpin kreatif dalam perguruan tinggi adalah mereka yang mampu berpikir di luar kotak, menghasilkan ide-ide baru, dan mendorong inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Mereka perlu merumuskan solusi kreatif untuk tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Contoh: Seorang dosen yang menciptakan metode pengajaran baru yang melibatkan teknologi interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa.
Yang ketiga, adalah Pemimpin Visioner Global. Seorang pemimpin visioner global adalah mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang tren pendidikan global dan mampu merumuskan strategi yang sesuai untuk menghadapi tantangan dan peluang global. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk membangun kemitraan dan jaringan dengan lembaga pendidikan dan industri di seluruh dunia.
Contoh: Seorang rektor universitas yang mengembangkan program pertukaran mahasiswa internasional dan kemitraan penelitian lintas-batas untuk meningkatkan pengalaman pendidikan mahasiswa.
Yang Keempat, adalah Pemimpin yang Suka Belajar. seorang pemimpin yang suka belajar adalah mereka yang selalu mencari kesempatan untuk belajar dan berkembang, baik dari pengalaman sendiri maupun dari orang lain. Mereka perlu terbuka terhadap ide-ide baru, mengakui kekurangan mereka, dan berkomitmen untuk meningkatkan diri secara terus-menerus. Contoh: Seorang prodi kepala program studi yang secara rutin menghadiri seminar, workshop, dan pelatihan untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam bidangnya.
Dan yang terakhir adalah Pemimpin yang paham mendalam. Dalam lingkungan akademis yang kompleks, seorang pemimpin yang paham mendalam adalah mereka yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam dalam bidang akademik mereka, serta pemahaman yang kuat tentang kebijakan dan prosedur perguruan tinggi. Mereka perlu mampu menganalisis informasi secara komprehensif dan menggunakan pengetahuan mereka untuk membuat keputusan yang tepat.
Contoh: Seorang dekan fakultas yang memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang ilmu pengetahuan sosial dan juga memahami proses akademik dan administratif perguruan tinggi dengan baik. Nah, dengan menerapkan karakteristik ini, pemimpin dapat memimpin dengan efektif dan merespons tantangan dan peluang yang ada dalam dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang. Lalu apa aja sih tantangan dan peluang tersebut?
Dilansir dari kompasiana Menurut Tobari (2024) Kepemimpinan dalam era digital membawa tantangan yang unik sekaligus peluang yang tak terduga.
Kepemimpinan di era digital membawa tantangan dan peluang yang signifikan. Salah satunya adalah perubahan yang cepat dalam teknologi dan pendekatan pembelajaran, seperti adopsi teknologi digital dalam proses pengajaran dan pembelajaran online yang semakin berkembang. Tantangan lainnya termasuk keamanan data dan privasi, terutama ketika perguruan tinggi harus melindungi informasi sensitif mahasiswa dan staf dari serangan siber. Namun, ada juga peluang yang menarik, seperti inovasi teknologi yang memungkinkan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran baru yang lebih interaktif dan efektif, misalnya menggunakan kecerdasan buatan dalam memberikan umpan balik secara personal kepada mahasiswa.
Selain itu, koneksi global memungkinkan perguruan tinggi untuk meningkatkan kolaborasi internasional dalam penelitian dan pertukaran mahasiswa, seperti ketika sebuah perguruan tinggi menjalin kemitraan dengan universitas di luar negeri untuk program pertukaran mahasiswa. Dengan memahami tantangan dan peluang ini, para pemimpin di perguruan tinggi dapat mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memimpin institusi mereka menuju kesuksesan di era digital.
Di era digital yang penuh dengan tantangan dan peluang, para pemimpin di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membimbing institusi mereka menuju masa depan yang sukses dan berdaya saing. Dengan visi yang jelas, kreativitas tanpa batas, dan keinginan untuk terus belajar, mereka mampu menjadikan kampus sebagai pusat inovasi dan pembentukan pemimpin masa depan. Mari bersama-sama memanfaatkan setiap peluang yang ada, karena di dalamnya terdapat potensi besar untuk menginspirasi perubahan positif dan menciptakan dampak yang lebih luas.




