JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh kelompok 59 gelombang 5 pada tanggal 22 Januari 2024 PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Anggota kelompok tersebut terdiri dari Akhmad Firdauz Maulana Wanritamto, Tristanaldo Kusuma Mahardika, Shanty Asmarani, Feby Kurniala, Linda Puspita Okta Vianti, yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing oleh Risky Angga Pramuja, SE., M.Ec.Dev. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Anak-anak taman Kanak-kanak seharusnya diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya perbedaan mata uang agar mereka dapat memahami konsep nilai tukar serta implikasinya dalam berbagai transaksi ekonomi di masa depan, yang pada gilirannya akan membantu mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia yang semakin terhubung secara global. Selain itu, edukasi tentang pentingnya menabung sejak usia dini tidak hanya akan membentuk kebiasaan yang baik dalam mengelola finansial mereka, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami nilai-nilai seperti disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab, yang merupakan keterampilan penting untuk sukses dalam kehidupan. Mengajarkan tentang minuman sehat juga menjadi hal yang esensial, karena hal ini akan membantu mereka memahami pentingnya nutrisi bagi kesehatan mereka serta membentuk kebiasaan hidup sehat yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu kami Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Gelombang 5, Kelompok 59 tahun 2024 melaksanakan kegiatan kedisiplinan, kreativitas, dan tanggung jawab kepada anak di taman kanak – kanak Pesan Ibu Jl. Candi Telaga Wangi No. 39, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur Kegiatan ini diikuti kurang lebih 24 peserta yang berkisaran antara 5 – 12 tahun.
Namun, tidak kalah pentingnya adalah memberikan pendidikan mengenai nilai keagamaan dan doa kepada anak-anak sejak usia dini. Ini tidak hanya membantu mereka memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika yang dipegang oleh agama mereka, tetapi juga memberikan mereka kerangka spiritual yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Doa menjadi sarana untuk mengajarkan kepada mereka tentang rasa syukur, penghargaan terhadap nikmat yang diberikan, serta mempererat hubungan mereka dengan Tuhan, yang pada gilirannya dapat menjadi sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks dan penuh tantangan. Dengan demikian, pendidikan holistik yang mencakup pemahaman tentang perbedaan mata uang, kebiasaan menabung, pentingnya pola makan sehat, serta nilai-nilai keagamaan dan doa akan membantu membentuk anak-anak menjadi individu yang tangguh, bijaksana, dan berdaya untuk menghadapi masa depan dengan keyakinan dan kesuksesan yang lebih besar.
Program Pengabdian Masyarakat Kelompok 59 tidak berhenti hanya di taman kanak – kanak Pesan ibu tetapi juga berlanjut pada Desa Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Malang, dan Jalan Sudimoro, Lowokwaru, Malang. Salah satunya adalah mengaplikasikan pemasangan petunjuk arah di daerah sekitar Desa Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Malang, dan Jalan Sudimoro, Lowokwaru, Malang, karena langkah ini akan secara signifikan meningkatkan aksesibilitas dan keterbacaan area tersebut bagi masyarakat umum. Dengan memasang petunjuk arah yang jelas dan mudah dipahami, baik pengunjung maupun penduduk setempat akan lebih mudah menemukan tujuan mereka, baik itu tempat-tempat penting seperti fasilitas umum, tempat ibadah, atau destinasi pariwisata lokal. Selain itu, pemasangan petunjuk arah juga dapat membantu mengurangi risiko kesesatan atau kebingungan pengguna jalan, yang pada gilirannya akan meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mengurangi kemacetan. Dengan demikian, implementasi pemasangan petunjuk arah dalam program pengabdian masyarakat ini tidak hanya akan memberikan manfaat praktis secara langsung bagi masyarakat setempat, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan keamanan publik di wilayah tersebut.
Pemasangan tempat sampah di sekitar Desa Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Malang, dan Jalan Sudimoro, Lowokwaru, Malang, merupakan langkah yang sangat diperlukan dalam Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang. Ini karena tindakan ini akan membantu dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di komunitas setempat dan menggalakkan kebiasaan positif dalam membuang sampah pada tempatnya. Dengan adanya tempat sampah yang terpasang dengan baik, diharapkan masyarakat akan lebih mudah untuk membuang sampah dengan benar dan menjaga kebersihan lingkungan mereka. Selain itu, pemasangan tempat sampah juga akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan potensi terjadinya masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh pembuangan sampah sembarangan. Dengan demikian, pemasangan tempat sampah di wilayah tersebut akan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan melalui Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang.
Tidak hanya pemasangan tempat sampah dan juga petunjuk arah, bakti sosial juga penting untuk memperkuat ikatan sosial antara universitas dan masyarakat setempat, serta sebagai upaya nyata untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas sekitar. Dengan melibatkan diri dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti pemasangan petunjuk arah, universitas tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam pembangunan lokal yang berkelanjutan. Melalui interaksi yang terjalin dalam kegiatan bakti sosial, universitas dapat lebih memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat, sehingga dapat merancang program-program yang lebih relevan dan berdampak positif bagi perkembangan wilayah tersebut. Selain itu, bakti sosial juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa dan tenaga pengajar untuk terlibat secara langsung dalam pengalaman belajar yang lebih bermakna, di mana mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial dan pembangunan lokal.

Kelancaran kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan serta kesempatan yang diberikan oleh pihak Taman kanak – kanak Pesan ibu serta warga sekitar daerah Sudimoro. Maka dari itu, tidak lupa ucapan terima kasih kepada pihak pihak terkait yang telah mendukung serta memberikan kesempatan untuk diselenggarakannya kegiatan ini.
Dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat mengenai pentingnya menabung sejak dini, pengetahuan tentang minuman sehat, ilmu agama dan doa untuk kegiatan sehari – hari. (rilis: pmm kelompok 59 gelombang 5)




