• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kurikulum Merdeka: Tak Semulus Yang Dibayangkan

Editor Redaksi
19 Desember 2023
in News

Sumber : https://images.app.goo.gl/rfSmwizY44r7zTcf6

Oleh: Rima Faradillah Wati Fidaus Wiyono
Prodi: Bimbingan dan Konseling
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan

JurnalPost.com – Kurikulum adalah seperangkat rencana dan panduan yang merinci tujuan, materi, metode pengajaran, serta evaluasi pembelajaran yang disusun untuk membimbing proses pendidikan di suatu institusi atau sistem pendidikan. Kurikulum mencakup berbagai aspek pembelajaran, termasuk mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan strategi pengajaran.

Tujuan utama kurikulum adalah memberikan arah dan struktur pada proses pembelajaran agar siswa dapat mencapai kompetensi dan pengetahuan yang diinginkan. Kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, teknologi, dan tuntutan zaman untuk memastikan relevansinya.

Sistem kurikulum dapat berbeda-beda di berbagai negara, wilayah, atau tingkatan pendidikan. Beberapa negara mungkin memiliki kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah, sementara yang lain mungkin memberikan fleksibilitas lebih besar kepada sekolah atau guru untuk merancang kurikulum lokal.

Di Indonesia sendiri sudah mengalami revolusi kurikulum dari tahun-ketahun. Pada tahun 2020-2021 Kemendikbud mulai melakukan Kajian Akademik, pengembangan kurikulum dan penyiapan regulasi kurikulum merdeka. Pada tahun 2021-2022 sedikit banyaknya kurikulum merdeka diuji coba pada >2500 satuan pendidikan. Pada tahun 2022-2023 penerapan lebih luas secara sukarela. Pada tahun 2023-2024 melanjutkan penerapan secara lebih luas dan sukarela dan ditahun 2024/2025 akan ditetapkan sebagai kurikulum nasional.

Kurikulum merdeka sendiri adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.
Pemerintah berharap dengan adanya kurikulum merdeka ini bisa memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum merdeka memiliki 3 karakteristik, yaitu:

1) Pengembangan Soft Skills dan Karakter, 2) Fokus pada Materi Esensial, dan 3) Pembelajaran yang fleksibel. Dari sini kita ketahui bahwa Pemerintah ingin membebaskan peserta didik maupun pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Di dalam kurikulum merdeka juga akan menghilangkan peminatan bagi peserta didik jenjang SMA sehingga siswa dapat memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Selain itu, guru juga dapat mengajar sesuai perkembangan siswa dalam menerima materi pelajaran. Akan tetapi sebuah kurikulum yang diciptakan pasti juga mempunyai kekurangannya tersendiri. Nah, untuk mengetahui lebih jelas kekurangan dalam Kurikulum Merdeka akan dibahas dalam penjelasan berikut:

1. Persiapan yang Belum Matang
Kurikulum Merdeka baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021. Kurikulum baru ini dinilai masih belum matang persiapannya sehingga diperlukan pengkajian dan evaluasi yang lebih mendalam agar penerapannya efektif dan tepat.

2. Sistem yang Belum Terencana dengan Baik
Kurikulum Merdeka akan diterapkan mulai tahun ajaran 2022/2023, tapi pada bagian prosedur pelaksanaan pendidikan dan pengajaran masih minim pembahasan mengenai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kurikulum ini dinilai belum menuju kepada sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik.

3. Kurangnya Sumber Daya Manusia
Kurikulum Merdeka yang baru diluncurkan ini memerlukan sosialisasi dan persiapan yang matang agar mempunyai sistem yang terstruktur dengan baik. Selain itu, kurikulum ini juga memerlukan SDM yang matang, yaitu tenaga pendidik yang cakap agar pelaksanaan kurikulum dapat berjalan lancar. Dalam hal ini, SDM yang tersedia masih kurang memadai.

Kekurangan yang ada dalam Kurikulum Merdeka bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah khususnya Kemendikbud Ristek agar dapat menyempurnakan sehingga kurikulum ini bisa efektif dan efisien digunakan. Demikian ulasan mengenai kekurangan Kurikulum Merdeka. Menurut kalian, apakah Kurikulum Merdeka bisa menjadi solusi untuk pendidikan di masa yang akan datang?

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.