• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kekuatan Narasi Paslon dalam Pemilu 2024

Editor Redaksi
11 Maret 2024
in Politik

Ditulis oleh Silkyana Maharani Kodrat Mahasiswi Prodi Komunikasi Digital dan Media SV IPB

JurnalPost.com – Peran komunikasi dalam kampanye politik sangatlah vital, karena melalui komunikasi yang efektif, kandidat dapat membangun citra, menyampaikan visi, dan memobilisasi dukungan publik yang diperlukan untuk meraih kemenangan. Komunikasi memungkinkan mereka untuk menjangkau pemilih dengan pesan-pesan yang relevan, merespons isu-isu terkini, dan mengelola krisis dengan baik.

Dengan memanfaatkan alat komunikasi seperti pidato, iklan, media sosial, dan pertemuan langsung, kandidat dapat membentuk opini publik, mempengaruhi persepsi, dan menggerakkan tindakan dari pemilih. Menurut data yang diperoleh dari Pusat Penelitian Pew, sekitar 68% dari pemilih Amerika Serikat mendapatkan informasi politik mereka melalui media sosial, menunjukkan betapa pentingnya peran media sosial dalam membentuk pandangan dan keputusan politik. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dalam kampanye politik bukan hanya tentang memenangkan suara, tetapi juga tentang membangun demokrasi yang kuat dengan memberikan akses yang cukup terhadap informasi dan pemahaman kepada pemilih.

Semua peran tersebut, dibentuk menjadi kesatuan dalam bentuk cerita atau yang Narasi dalam kampanye politik adalah cerita atau naratif yang dibangun oleh kandidat atau tim kampanye mereka untuk menyampaikan pesan-pesan politik, visi, dan program-program mereka kepada pemilih. Narasi ini mencakup cerita pribadi kandidat, visi dan misi mereka untuk masa depan negara atau wilayah yang mereka usulkan, serta penggunaan tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa yang relevan dalam politik untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Dengan membangun narasi yang kuat, kandidat dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan mereka kepada pemilih, memenangkan dukungan mereka, dan akhirnya, meraih kemenangan dalam pemilihan.biasa disebut narasi. Ketiga pasangan dalam pemilu 2024 membentuk sebuah narasi yang berbeda-beda. Narasi utama yang dibangun oleh paslon 01 adalah perubahan, 02 melanjutkan dan 03 memperbaiki

Narasi Paslon Amin
Pasangan calon 01, Anies Baswedan dan Muhaimin, membangun narasi yang mengusung tema perubahan dan revolusi dalam kampanye mereka. Mereka menekankan bahwa mereka tidak akan melanjutkan beberapa program dari presiden sebelumnya, melainkan akan membawa perubahan yang inovatif untuk kemajuan negara. Narasi ini bertujuan untuk membangun citra bahwa mereka adalah agen perubahan yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menciptakan solusi baru untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Selain itu, pasangan ini juga menonjolkan identitas agama Islam mereka dalam kampanye, dengan membentuk narasi bahwa mereka merupakan pasangan yang sangat islami dan religius. Mereka menekankan nilai-nilai agama dalam visi dan misi mereka, serta berusaha untuk memperoleh dukungan dari segmen masyarakat yang memiliki pandangan yang sama. Narasi ini dibangun paslon 01 karena merupakan salah satu bentuk strategi untuk mendapatkan dukungan, dilihat dari jumlah penduduk beragama islam di indonesia menurut RISSC mencapai 240,62 juta jiwa setara 86,7% pada tahun 2023.

Dalam upaya memperkuat narasi ini, Anies Baswedan juga memanfaatkan tokoh-tokoh dan orang-orang terdekatnya, seperti istri dan anaknya, Berna Mutiara. Narasi ini menggambarkan dukungan keluarga yang kuat dan kesatuan dalam visi politik Anies Baswedan, serta menampilkan kedekatan personal dan kepercayaan yang dimiliki oleh keluarga tersebut dalam memperjuangkan agenda-agenda politik yang diusung oleh pasangan calon tersebut.

Narasi Paslon Prabowo Gibran
Pasangan calon 02, Prabowo dan Gibran, membentuk narasi kampanye dengan tema “melanjutkan”, yang mengacu pada niatan mereka untuk melanjutkan program-program yang sudah dijalankan oleh presiden sebelumnya, yakni Joko Widodo. Narasi ini didasarkan pada pengakuan akan kinerja Jokowi yang dianggap banyak pihak telah berjalan dengan baik, dan oleh karena itu pasangan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Hubungan antara narasi “melanjutkan” dengan dukungan terhadap kinerja Jokowi adalah bahwa pasangan Prabowo-Gibran menempatkan diri mereka sebagai penerus yang mampu mempertahankan dan memperbaiki prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Namun, kampanye mereka juga dikenal dengan istilah “gemoy” yang seringkali dipandang sebagai kontroversial oleh masyarakat. Kampanye “gemoy” Prabowo-Gibran menciptakan perspektif yang beragam di masyarakat, di mana ada pendukung yang menganggapnya sebagai strategi yang efektif untuk menarik perhatian dan dukungan, sementara sebagian lainnya menilainya sebagai pencitraan yang berlebihan dan tidak bermutu.Namun nyatanya menurut data elektabilitas paslon 2 selama dari kampanye sampai hasil quick count cukup tinggi dan unggul dibandingkan paslon lain menurut data langsung dari KPU yakni sebesar 60,11%.

Selain itu, narasi kampanye juga dibentuk oleh latar belakang Prabowo sebagai mantan militer, di mana ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tulus dalam mencintai dan menjaga Indonesia, yang berpotensi menarik dukungan dari kalangan yang menghargai pengalaman dan dedikasi patriotik.

Narasi Paslon Ganjar-Mahfud
Pasangan calon 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, memiliki narasi kampanye dengan tema “memperbaiki”, yang berbeda dengan pasangan calon lainnya. Mereka berniat untuk tetap melanjutkan program-program sebelumnya, namun juga melakukan koreksi terhadap hal-hal yang dianggap belum cukup benar atau efektif. Dengan narasi ini, pasangan ini berada di titik netral di antara perubahan dan kelanjutan, menunjukkan komitmen mereka untuk mempertahankan kebaikan yang sudah ada sambil terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan yang belum optimal.

Ganjar Pranowo dikenal sering bermain media sosial sebagai upaya untuk membentuk narasi di masyarakat. Melalui media sosial, ia terbuka dan berinteraksi dengan masyarakat dengan gaya yang jujur, blak-blakan, dan apa adanya, yang menciptakan beragam perspektif di kalangan masyarakat. Narasi yang Ganjar coba bangun adalah bahwa ia adalah pemimpin yang transparan, terbuka, dan dekat dengan rakyat, yang hasilnya adalah terciptanya dukungan yang kuat dari kalangan yang menghargai kejujuran dan keterbukaan. Penggunaan media sosial tentunya sangat efektif dalam kampanye politik, hal ini terbukti bahwa pada awal pemilu elektabilitas paslon 03 unggul dibanding yang lain menurut data Hasil survei Ipsos Public Affairs elektabilitas unggul di kalangan Gen Z yaitu sebesar 42,40%

Sama seperti Anies, Ganjar juga mengangkat tokoh atau peran dalam lingkungannya, yaitu anaknya sendiri, Alam Semesta, yang menjadi viral karena wajahnya yang tampan dan kewibawaannya. Situasi ini dimanfaatkan Ganjar untuk membentuk narasi bersama anaknya, menunjukkan keakraban mereka berdua dan membentuk perspektif yang positif dalam masyarakat. Narasi yang ingin dibangun bersama anaknya adalah bahwa Ganjar adalah seorang ayah yang peduli dan dekat dengan keluarganya, yang memiliki dampak positif dalam membentuk citra Ganjar sebagai pemimpin yang berperan aktif dalam mendukung nilai-nilai keluarga dan kebersamaan.

Kesimpulan
Dari semua yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi dalam kampanye politik memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik, mempengaruhi persepsi, dan akhirnya menggerakkan tindakan dari pemilih. Komunikasi efektif melalui berbagai alat seperti pidato, iklan, media sosial, dan pertemuan langsung memungkinkan kandidat untuk membentuk narasi yang kuat dan mempengaruhi pola pikir serta perilaku pemilih.

Di samping itu, data yang menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih memperoleh informasi politik mereka melalui media sosial menekankan betapa pentingnya narasi yang disebarkan melalui platform tersebut. Dengan demikian, narasi dalam kampanye politik tidak hanya merupakan alat untuk memenangkan suara, tetapi juga merupakan fondasi yang membangun demokrasi yang kuat dengan memberikan akses yang cukup terhadap informasi dan pemahaman kepada pemilih.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Politik Balas Budi Melahirkan Nepotisme dan Korups

Editor Redaksi
9 Juni 2024
0

Oleh: Muhammad Ali Nim: 2220702037 Prodi: Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang. JurnalPost.com - Politik balas budi adalah sebuah konsep...

Mahfud Mundur dari Mentri Polhukam?

Mahfud Mundur dari Mentri Polhukam?

Editor Redaksi
11 Maret 2024
0

Oleh: Thiflatul lathifa Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media JurnalPost.com - Indonesia merupakan negara demokrasi...

Pemilih Muda, Suara Kuat

Editor Redaksi
8 Maret 2024
0

Ditulis Oleh Videlya Kayla Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB JurnalPost.com - Pemilihan umum, atau pemilu, merupakan kegiatan...

Suksesnya Pemilihan Kepala Dusun Sirah Kencong Desa Ngadirenggo

Suksesnya Pemilihan Kepala Dusun Sirah Kencong Desa Ngadirenggo

Editor Redaksi
6 Desember 2023
0

JurnalPost.com - Sirah Kencong, 10 November 2023 - Masyarakat Dusun Sirah Kencong menyaksikan suksesnya proses pemilihan Kepala Dusun yang berlangsung...

ICA-CEPA: Strategi Penguatan Ekonomi Indonesia-Kanada

ICA-CEPA: Strategi Penguatan Ekonomi Indonesia-Kanada

Editor Redaksi
8 Juli 2023
0

JurnalPost.com - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Kanada telah terjalin selama tujuh dekade. Tepat pada tahun 2022 diperingati sebagai 70...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.