JurnalPost.com – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Kanada telah terjalin selama tujuh dekade. Tepat pada tahun 2022 diperingati sebagai 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada. Pada pertemuan bilateral tahun 2022 dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, di sela-sela KTT G7 di Elmau, Presiden Joko Widodo berkomitmen tinggi untuk senantiasa meningkatkan kerja sama antara Indonesia-Kanada. Kanada telah lama menjadi mitra penting Indonesia khususnya dalam sektor ekonomi.
Kerja sama Indonesia dan Kanada dalam sektor ekonomi terbagi menjadi beberapa macam, seperti perdagangan dan investasi. Dalam kurun waktu 2015-2019, neraca perdagangan Indonesia-Kanada menunjukkan volume perdagangan ekspor impor kedua negara mencapai nilai tertingginya pada tahun 2018 dengan total volume perdagangan mencapai USD 3.015 miliar. Dalam hal investasi, pada tahun 2019 Kanada menepati peringkat ke-14 dari 126 negara investor asing Indonesia. Indonesia merupakan negara terbesar kedua di Asia Tenggara yang menjadi tujuan investasi langsung Kanada dengan total nilai investasi mencapai CAD 3,2 milyar pada tahun 2018. Sektor utama yang menjadi tujuan investasi Kanada di Indonesia adalah sektor pertambangan, jasa keuangan dan finansial, perhotelan dan restoran, serta infrastruktur dan telekomunikasi.
Meskipun Indonesia dan Kanada telah menjalin banyak kerja sama, namun kedua negara merasa ,asih perlu untuk mengoptimalkan aneka potensi kerja sama yang ada. Sehingga pada tahun 2021 Indonesia-Kanada resmi meluncurkan Perundingan Dagang ICA-CEPA yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional Kanada, Mary Ng, secara virtual.
Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) merupakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kanada yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya dalam perdagangan dan investasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kedua negara. Mendag Lutfi mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan sebagai salah satu strategi untuk memperkuat hubungan kerja sama luar negeri Indonesia dan Kanada sebagai mitra sejajar yang penting dan strategis.
Sejak peresmian ICA-CEPA pada Juni 2021 hingga artikel ini ditulis, ICA-CEPA telah berjalan hingga putaran kelima. Putaran pertama ICA-CEPA berlangsung pada 14-19 Maret 2022 secara hybrid. Putaran pertama ini bertujuan untuk mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar Amerika Utara. Negosiator kedua negara fokus untuk bertukar pandangan mengenai ambisi dan elemen potensial yang dapat dimasukkan ke dalam perjanjian ICA-CEPA. Perundingan putaran pertama ini ditutup dengan penyampaian laporan hasil pembahasan yang telah dilakukan kedua belah pihak, oleh para pemimpin dari 17 kelompok kerja dan 3 diskusi di tingkat ahli.
Tidak selang lama setelah penutupan Perundingan Putaran Pertama, Indonesia dan Kanada kembali dipertemukan pada Perundingan Putaran Kedua ICA-CEPA yang berlangsung pada 15-19 Agustus 2022. Pada perundingan putaran kedua ini, 17 kelompok kerja dan 3 diskusi di tingkat ahli membahas berbagai isu yang berkaitan dengan perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, kepabeanan dan fasilitas perdagangan, perdagangan digital, sanitasi dan pitosanitasi; standar, peraturan teknis, dan prosedur penilaian kesesuaian; trade remedies, pengadaan pemerintah, kekayaan intelektual, persaingan usaha, hukum dan institusional, transparansi, praktik regulasi, kerja sama ekonomi dan teknis, ketenagakerjaan, lingkungan, serta perdagangan inklusif.
Masih secara virtual, ICA-CEPA Putaran Ketiga kembali dilaksanakan. Putaran ketiga ini berlangsung pada 31 Oktober-4 November 2022. Menurut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia, menyebutkan bahwa penyelenggaraan putaran ketiga ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menjaga momentum perundingan ICA-CEPA, terutama untuk memenuhi target penyelesaian perundingan di akhir tahun 2023. Dalam putaran ketiga ini, 17 Kelompok Kerja dan 3 Diskusi TIM Ahli kembali bertemu membahas isu-isu terkait perdagangan, termasuk pembahasan awal mengenai tingkat liberalisasi serta modalitas perdagangan barang yang akan digunakan dalam skema ICA-CEPA. Hasil dari perundingan ICA-CEPA ini sudah mulai terlihat pada putaran ketiga ini, yakni total perdagangan Indonesia dan Kanada meningkat 39,6 persen atau mencapai USD 2,9 miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD 2 miliar.
Untuk kali pertama, dalam Putaran Keempat ICA-CEPA, Indonesia dan Kanada dipertemukan secara tatap muka. Putaran keempat ini dilaksanakan pada 20-24 Februari 2023 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. 17 Kelompok kerja dan 3 Diskusi Tim Ahli kembali dipertemukan untuk membahas berbagai isu perdagangan penting bagi Indonesia dan Kanada meliputi, liberalisasi perdagangan barang, perdagangan jasa, kerja sama teknis, standar, isu kelembagaan, dan isu perdagangan non tradisional seperti ketenagakerjaan, lingkungan, serta perdagangan inklusif. Pada putaran keempat ini, seluruh Ketua Kelompok Kerja serta Ketua Diskusi Tim Ahli diminta menyusun target dan rencana kerja tahun 2023 sehingga ICA-CEPA dapat mencapai progres yang signifikan.
Perundingan pekan pertama putaran kelima telah diselesaikan oleh Indonesia dan Kanada pada 2 Juni 2023. Rencananya, rangkaian Putaran Kelima ICA-CEPA akan dilaksanakan pada 17 Mei hingga 12 Juni. Pekan pertama putaran kelima ini berhasil mencapai berbagai kemajuan substantif pada pembahasan 19 isu perdagangan barang, jasa, dan investasi. Pekan kedua perundingan akan dilanjutkan pada 5-12 Juni 2023 dan tetap pada pembahasan mengenai isu pengadaan pemerintah, perdagangan inklusif, lingkungan, dan ketenagakerjaan.
Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Kanada Justin Tredeau di sela-sela pertemuan G7 sepakat untuk mempercepat perundingan serta memberi mandat kepada para negosiator untuk dapat menghasilkan kesepakatan bersama pada pertemuan ASEAN-Canada Summit yang rencananya akan digelar pada September 2023. Sehingga agar kesepakatan tersebut tercapai, kedua pihak setuju untuk menjajaki pertemuan intersesi Trade Negotiating Committee (TNC) ICA-CEPA pada Agustus mendatang. TNC diharapkan dapat menjembatani perbedaan pandangan mendasar antara Indonesia dan Kanada melalui pendekatan konstruktif agar target penyelesaian perundingan dapat segera terwujud.
Perundingan putaran keenam ICA-CEPA disepakati akan dilaksanakan di Ottawa, Kanada pada 25-29 September mendatang.
Oleh: Ardhia Regita Khairunnisa
Mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional UIN Jakarta



