• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

EATING DISORDER : Kondisi Kesehatan Mental yang Melibatkan Perilaku Makan yang Tidak Sehat

Editor Redaksi
14 Desember 2023
in Citizen Reporter

We all eat, and it would be a sad waste of opportunity to eat badly – Anna Thomas
Kutipan dari Anna Thomas ini sepertinya menggambarkan fenomena yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, yakni eating disorder. kalian pernah gasi mengalami situasi dimana kalian mengalihkan rasa cemas, marah, atau sedih dengan makan berlebihan lalu memuntahkannya secara paksa? Lalu pernahkah kalian makan berlebihan dengan porsi makan yang tidak wajar? Atau bahkan membatasi asupan makan karena menganggap berat badan yang berlebih padahal berat badan yang kalian miliki jauh lebih rendah dari berat badan normal.
Ternyata, fenomena yang sering kita alami ini ada istilahnya, loh! Dalam dunia psikologi, terdapat suatu fenomena dimana stres dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Pola makan yang terbentuk akibat stres tersebut dinamakan emotional eating. Lalu, bagaimana fenomena tersebut terjadi? Kira-kira apa ya penyebab terjadinya eating disorder? Apakah ada kaitannya dengan otak kita? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan tersebut mari kita kenali lebih dalam mengenai eating disorder.

Gangguan makan atau yang biasa dikenal dengan eating disorder merupakan suatu kondisi gangguan dimana seseorang memiliki kecenderungan pola makan yang tidak biasa dan disertai dengan adanya gangguan emosi. Eating disorder dapat dialami oleh semua kelompok usia. Berdasarkan data dari National Association of Anorexia Nervosa and Associated Disorders (ANAD), menyebutkan bahwa gangguan makan memengaruhi populasi global sebesar 9%. Gangguan makan dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mendapatkan gizi yang cukup dan menghambat kehidupan sehari-hari bahkan dapat berpengaruh terhadap gangguan mental yang mematikan. Adapun kondisi ini dapat terjadi pada beberapa aspek, mulai dari obsesi pada makanan, berat badan, maupun bentuk tubuh. Sehingga, eating disorder dapat ditandai dengan adanya obsesi seseorang terhadap makanan atau berat badan dan bentuk tubuh. Terdapat beberapa jenis eating disorder, yaitu :

1. Anorexia Nervosa
Anorexia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan berat badan yang sangat rendah, rasa takut yang berlebihan pada kenaikan berat badan, dan persepsi yang salah terhadap berat badan. Penderita Anorexia akan merasa dirinya berharga jika ia bertubuh kurus. Namun, berat badan yang diinginkan para penderita Anorexia Nervosa secara medis tidaklah normal. Minimnya kalori yang didapatkan oleh penderitanya, Anorexia dapat membuat penderitanya mengalami berbagai keluhan terkait kesehatan seperti kulit kering, rambut rontok, tubuh lemas, menstruasi tidak teratur, tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, kerusakan otak, hingga depresi atau bahkan kematian.

2. Bulimia Nervosa
Bulimia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk makan dengan berlebihan lalu memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan secara paksa atau menggunakan obat pencahar. Adanya paksaan untuk mengeluarkan makanan dari tubuh, penderita bulimia dapat mengalami beberapa permasalahan fisik, seperti gangguan menstruasi, gigi rusak hingga gusi yang berdarah. Bulimia paling sering menyerang wanita dan dimulai pada masa remaja. Tapi, penyakit ini juga bisa menyerang pria, loh. Penderita bulimia lebih cenderung berasal dari keluarga dengan riwayat gangguan makan dan masalah kesehatan mental lainnya. Gangguan kecemasan, gangguan mood, dan gangguan penggunaan narkoba sering terjadi pada penderita bulimia.

3. Binge Eating Disorder
Sama seperti namanya, binge eating disorder merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan makan yang berlebihan tanpa memaksa untuk mengeluarkan kembali makanan tersebut. Hampir semua orang terkadang makan berlebihan, seperti saat makan dihari raya ataupun hari spesial lainnya. Namun bagi sebagian orang, makan berlebihan yang terasa diluar kendali dan menjadi kejadian biasa dapat menyebabkan gangguan makan. Kebanyakan penderita binge eating disorder mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Lalu, bagaimana fenomena eating disorder bisa terjadi?
Salah satu penyebab terjadinya gangguan makan adalah ketika seseorang berpikir negatif. Telah terbukti bahwa orang dengan gangguan makan sering memikirkan hal negatif dibandingkan dengan orang tanpa gangguan makan. Orang yang mengalami gangguan makan sering kali memiliki pikiran negatif karena, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian pada otak, mereka akan lebih sering fokus pada informasi yang mengancam, seperti berat badan atau makanan. Sel-sel otak mengirimkan pesan kimia ke sel-sel otak lainnya yang akan memberi tahu tubuh kita apa yang dibutuhkannya (misalnya tidur) apa yang kita rasakan (misalnya sedih) dan apa yang kita khawatirkan. Informasi ini mempengaruhi pikiran, tindakan dan kesehatan kita. Seringnya berpikir negatif dapat berkontribusi terhadap timbulnya gangguan makan dengan meningkatkan stres pada tubuh, yang dapat mengubah fungsi otak.

Gangguan makan dapat memengaruhi fungsi otak secara signifikan. Neurosains telah menemukan bahwa gangguan makan seperti anorexia nervosa dan bulimia nervosa berkaitan dengan perubahan dalam aktivitas otak, termasuk area-area yang mengatur persepsi tubuh, motivasi makan, kontrol impuls, dan pengambilan keputusan. Studi tentang gangguan makan juga menyoroti peran neurotransmitter seperti serotonin, dopamin, dan neuropeptida dalam mengatur perilaku makan dan emosi yang terkait dengan gangguan tersebut. Perubahan ini bisa berkontribusi pada perilaku makan yang tidak sehat dan hubungan yang terganggu antara otak dan sinyal tubuh terkait makanan.

Tidak berbeda dengan masalah kesehatan mental lainnya, penyebab eating disorder seringkali melibatkan berbagai faktor. Faktor-faktor ini meliputi kombinasi genetik, lingkungan, psikologis, dan sosial. Misalnya, tekanan sosial untuk memiliki tubuh yang ideal, trauma masa kecil, citra tubuh yang negatif, gangguan psikologis seperti depresi atau kecemasan, serta faktor genetik dapat berperan dalam timbulnya gangguan makan. Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat memengaruhi perilaku makan seseorang dan berkaitan dengan perkembagan gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa, atau binge eating disorder.

Nah, lalu bagaimana penanganan eating disorder?
Untuk menangani fenomena eating disorder melibatakan pendekatan yang holistik dan dapat memerlukan berbagai jenis intervensi. Ini mungkin termasuk terapi psikologis seperti kognitif-perilaku, terapi interpersonal, atau terapi keluarga untuk mengatasi masalah psikologis yang mendasari gangguan makan. Perawatan medis untuk memantau dan mengelola kondisi kesehatan fisik yang terpengaruh juga penting. Di samping itu, dukungan dari tim medis yang terdiri dari psikiater, dokter umum, ahli gizi, dan terapi fisik dapat membantu dalam perawatan yang holistik.

Penting untuk diingat bahwa penanganan gangguan makan adalah proses yang memerlukan waktu dan perhatian yang berkelanjutan. Setiap kasus dapat membutuhkan pendekatan yang unik sesuai dengan kebutuhan individu yang mengalami gangguan makan.

Penulis : Clara Florita Insania Samosir
Jurusan : Psikologi
Universitas Brawijaya

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.