• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

KETEPATAN PENGGUNAAN UANG PKH KEPADA MASYARAKAT DESA HUTALOMBANG LUBIS, MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA LAKUKAN CARA AMPUH YAITU DENGAN KEGIATAN MENANAM BERSAMA

Editor Redaksi
1 Desember 2023
in Citizen Reporter

JurnalPost.com – Program keluarga harapan (PKH) merupakan program dari pemerintah untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Program keluarga harapan merupakan bantuan sosial bersyarat untuk masyarakat miskin yang bertujuan untuk pengurangan angka kemiskinan. Target keluarga sasaran program keluarga harapan adalah rumah tangga sangat miskin atau keluarga sangat miskin (RTSM/KSM). Pemilihan keluarga penerima bantuan PKH tersebut tidak semena-mena. Data yang diambil berdasarkan data pertahunnya. Oleh sebab itu setiap tahunnya terdapat pengurangan serta penambahan untuk keluarga penerima manfaat PKH tersebut. Pengurangan dan penambahan ini tidak luput dari pantauan dari Dinas Sosial (Pendamping PKH) yang bertugas di desa/keluarahan yang dimaksud.

Selain itu Nominal yang diberikan juga tidak selalu sama ada perbedaan untuk setiap keluarga dilihat dari tingkat pendidikan dan usia setiap anggota keluarga. Adapun nominal yang diberikan kepada penerima manfaat antara lain untuk anak sekolah dasar (SD) nominal yang diberikan yaitu Rp.225.000 sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) nominal yang diberikan yaitu Rp. 375.000 selanjutnya untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) nominal yang diberikan yaitu Rp. 500.000 selain itu ada juga kualifikasi untuk orangtua lansia, pada kualifikasi lansia nominal yang diberikan yaitu Rp. 600.000. Penerima Bantuan menerima manfaat dalam 1 kali 3 bulan. Setiap manfaat yang diberikan berdasarkan jumlah keluarga yang masih usia sekolah. Setiap tahun akan dilakukan pengecekan sehingga diketahui oleh pendamping PKH apakah anak tersebut masih usia sekolah atau tidak. Pengecekan dilakukan oleh pendamping PKH ke sekolah tempat anak tersebut bersekolah.

Penggunaan uang PKH menjadi sorotan karena uang yang diberikan kebanyakan selalu habis untuk kebutuhan tanpa adanya perputaran uang yang dimaksudkan dapat berubah menjadi usaha kecil maupun menengah. Alasan yang diberikan beberapa ibu penerima manfaat adalah karena uang yang diberikan hanya cukup untuk menutupi uang biaya peralatan sekolah dan uang untuk tambahan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga. Oleh karena itu untuk membuka usaha atau lainnya dianggap belum cukup sehingga membuat keluarga penerima manfaat hanya melakukan seputar itu saja. Desa yang diambil untuk penelitian kali ini adalah desa Hutalombang Lubis yang berada di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Desa ini memiliki kurang lebih 38 keluarga penerima manfaat PKH. Dari ke 38 keluarga ini tidak ada satupun yang membuka usaha atau lainnya karena alasan yang sama. Pada saat perbincangan dengan beberapa ibu PKH diantaranya, ibu Dahlina, Sampe Tarida, Sahdani,Maslena,Masdauni,Sampe Pulungan, Saerah, Mosto dan ibu Kartini. Alasan yang diberikan beberapa keluarga ini sama sehingga memudahkan dalam penyelesaian permasalahan.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah dengan menggunakan dan mencari kegiatan yang mudah dilakukan, tidak memerlukan wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan juga tidak memerlukan perawatan ekstra sehingga keluarga penerima manfaat PKH dapat tetap melakukan kegiatan sebagaimana sebelumnya yaitu bertani dan berdagang. Adapun kegiatan yang dipilih adalah menanam tanaman yang mudah tumbuh, tidak memerlukan perawatan ekstra, punya nilai jual dan dapat ditanam di pekarangan rumah. Alasan menanam dipilih karena profesi keluarga penerima manfaat kebanyakan adalah pedagang dan petani. Jadi diharapkan dari kegiatan yang dilakukan hasilnya nanti dapat dijual sehingga keluarga penerima harapan dapat memiliki penghasilan tambahan sehingga tidak bergantung lagi kepada Bantuan yang diberikan. Dalam penyelesaian permasalahan dilakukan dengan pendekatan pekerja sosial groupwork.

Pada pendekatan ini dilakukan beberapa tahapan pendekatan pada metode group work tersebut. Adapun tahapan yang dilakukan antara lain:
1. assesment

Pada tahap ini merupakan tahap awal yaitu mencari tahu apa masalah yang dihadapi dan apa penyebab dari masalah tersebut. Penulis melakukan metode ini dengan cara pendekatan dengan klien, untuk masalah ini klien nya merupakan keluarga penerima manfaat PKH di Desa Hutalombang Lubis. Assesment dilakukan dengan cara pendekatan awal yaitu mengikuti pertemuan rutin Keluarga Penerima manfaat PKH dengan Pendamping PKH. Pertemuan rutin ini diikuti guna menjalin kedekatan antara pekerja sosial dengan klien yang akan dikaji masalahnya. Selanjutnya setelah mengikuti pertemuan rutin selanjutnya pekerja sosial melakukan pertemuan dengan ibu-ibu penerima manfaat PKH pada saat ini dilakukan lah assesment dengan cara mewawancara dengan pertanyaan relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui letak permasalahan yang dihadapi keluarga tersebut. Didapat dari assesment adalah keluarga penerima manfaat yang masih monoton menggunakan uang PKH tersebut hanya sebagai pemenuhan kebutuhan tanpa melakukan kegiatan guna merubah kehidupan. Uang pkh tersebut selama ini hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan.

2. Planning
Pada tahap ini penulis mencari solusi apa yang dapat direncanakan dan akan dilaksanakan nantinya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penulis mulai membuat apasaja yang akan dilakukan untuk merubah keadaan keluarga dan untuk memutar uang PKH yang diterima keluarga penerima manfaat tersebut. Pada tahap ini penulis melakukan perencanaan dengan ibu-ibu penerima manfaat PKH sehingga apa yang nantinya menjadi solusi merupakan hasil dari kesepakatan bersama dengan seluruh Keluarga penerima manfaat. Planning dilakukan dengan musyawarah bersama ibu penerima manfaat, dilakukan di rumah ibu ketua ibu PKH.

Gambar 1. Kegiatan musyawarah untuk planning kegiatan yang akan dilakukan

3. intervensi
Pada tahap ini merupakan pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya guna memecahkan permasalahan yang ada. Pada tahap ini penulis melakukan kegiatan berupa menanam bibit yang mudah tumbuh disekitar kita tanpa melibatkan lahan luas. Kegiatan ini dilakukan di rumah salah seorang ibu penerima manfaat yang halamannya cukup luas. Pertama dilakukan pengisian polibag dari masing-masing ibu-ibu terkait. Kemudian dikumpulkan ditempat yangsudah di tentukan bersama sebelumnya. Pengisian tanah polibag kecil yang nantinya akan dijadikan sebagai media menanam bibit yang akan ditanam. Bibit yang akan ditanam adalah tanaman yang mudah tumbuh dan tidak perlu perawatan ekstra antara lain daun sup, bawang prei, dan cabe rawit. Setelah penanaman dilakukan maka bersama dengan ibu-ibu tersebut akan di rawat sampai masa panen.

4. Evaluasi
Pada tahap ini maka akan dilihat apakah cara yang dilakukan sebelumnya dapat memecahkan permasalahan. Artinya akan dilakukan monitoring ataupun kontrol untuk melihat apakah cara tersebut dilakukan dengan baik dan dapat dikatakan berhasil. Pada tahap ini dilakukan pengecekan berkala yang dilakukan dengan ibu-ibu penerima manfaat PKH dengan rutin selama sebulan. Mulai dari awal penanaman sampai bibit yang dimaksud tumbuh. Dan selama pengecekan dilakukan 95% dari bibit yang ditanam berhasil tumbuh subur sehingga kegiatan yang dilakukan dikatakan berhasil.

5. terminasi

Gambar 1.3 Pengakhiran Hubungan dengan klien.

Merupakan tahap akhir dalam pelaksanaan program, yakni pemutusan hubungan antara kedua belah pihak. Pengakhiran hubungan dilakukan di rumah ketua PKH dimana peneliti mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada ibu-ibu tersebut atas antusias dan partisipasi yang telah diberikan oleh ibu-ibu tersebut. Tahap ini dilakukan penulis karena bibit yang ditanam sudah memanjang dan tumbuh subur. Sehingga diharapkan tanpa adanya pekerja sosial dalam pendampingan kegiatan selanjutnya tetap terlaksana karena dengan ini mereka bisa menjualnya kepasar walaupun belum memiliki untung yang besar namun diharapkan semakin hari dan bulan tetap terlaksana kegiatan untuk mengurangi pengeluaran serta dapat membuka usaha sehingga tidak bergantung kepada uang PKH saja.

Melalui program ini saya berharap untuk kedepannya keluarga penerima manfaat PKH dapat lebih baik dalam menggunakan uang PKH yang diberikan sehingga dapat menjadikan keluarga penerima manfaat dapat memiliki usaha yang nantinya apabila dilakukan secara rutin dapat menjadi usaha besar sehingga keluarga tersebut tidak bergantung pada uang PKH saja.

Oleh : Riska Azizah (Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial USU)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.