JurnalPost.com – Pada tanggal 29 September 2023, sebuah perjalanan yang penuh inspirasi dimulai oleh sekelompok mahasiswa semester 7 dari Program Studi Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNV Jatim) di Desa Sumberjo, Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka memutuskan untuk meresapi kekayaan seni budaya lokal dengan mempelajari seni karawitan dari salah satu tokoh wayang thengul yang tinggal di dusun Kedungkrambil. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang kearifan lokal dan budaya Desa Sumberjo, yang kini sudah dikenal sebagai Kampoeng Thengul berkat salah satu warganya yang merupakan seorang dalang wayang thengul.
Mengapa Desa Sumberjo menjadi Destinasi Penting?
Desa Sumberjo, yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki pesona alam dan budaya yang unik. Kombinasi antara keindahan alam pedesaan dan warisan budaya tradisional membuatnya menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata. Terlebih lagi, desa ini telah memperoleh ketenaran baru sebagai Kampoeng Thengul, yang dikenal dengan seni pertunjukan wayang thengul yang khas.
Kampoeng Thengul
Salah satu warga dusun Kedungkrambil di Desa Sumberjo adalah seorang dalang wayang thengul yang sangat berpengaruh. Dengan dedikasinya dalam melestarikan seni tradisional ini, dusunnya telah di-branding sebagai “Kampoeng Thengul”. Mahasiswa Prodi Pariwisata UPNV Jatim melihat inisiatif yang inspiratif ini sebagai kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang seni budaya karawitan dan peran penting wayang thengul dalam budaya Desa Sumberjo.
Belajar Seni Budaya Karawitan
Mahasiswa semester 7 ini menghabiskan beberapa minggu di Kampoeng Thengul, belajar langsung dari dalang wayang thengul yang berpengalaman. Mereka mempelajari teknik-teknik penting dalam seni budaya karawitan, mulai dari memainkan alat musik tradisional hingga memahami makna dan cerita yang terkandung dalam pertunjukan wayang thengul.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat yang sangat mendukung upaya melestarikan budaya ini. Mereka diajak untuk ikut serta dalam persiapan pertunjukan wayang thengul, membantu dalam pembuatan properti dan pengaturan panggung, serta berpartisipasi dalam berbagai aspek produksi seni tradisional ini.
Makna di Balik Pembelajaran Karawitan
Pembelajaran seni budaya karawitan di Kampoeng Thengul tidak hanya tentang menguasai teknik-teknik seni, tetapi juga menghargai makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Mahasiswa menjadi lebih mendalam dalam pemahaman tentang cerita-cerita yang disampaikan oleh pertunjukan wayang thengul. Mereka juga memahami peran penting yang dimainkan oleh dalang dalam menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup.
Selama pembelajaran ini, mahasiswa juga belajar mengenai nilai-nilai tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakat Desa Sumberjo. Mereka mendapati bahwa seni budaya karawitan adalah salah satu cara untuk mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kontribusi bagi Pengembangan Pariwisata
Inisiatif mahasiswa Prodi Pariwisata UPNV Jatim ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata di Desa Sumberjo. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang seni budaya karawitan dan keunikan Kampoeng Thengul, mereka dapat membantu dalam mempromosikan desa ini sebagai destinasi wisata yang menarik.
Selain itu, pembelajaran mereka tentang budaya lokal dan interaksi dengan masyarakat setempat juga dapat membantu dalam pengembangan paket wisata yang lebih autentik dan berkesan bagi para pengunjung. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, penduduk setempat, dan pemerintah daerah, Desa Sumberjo dapat terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata yang berkembang dengan baik.
Belajar seni budaya karawitan di Kampoeng Thengul, Desa Sumberjo, adalah pengalaman yang mendalam dan berharga bagi mahasiswa Prodi Pariwisata UPNV Jatim semester 7. Ini adalah contoh konkret bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya lokal.
Dengan pengetahuan yang mereka peroleh, mahasiswa dapat menjadi duta pariwisata yang efektif, membantu mempromosikan dan menjaga kekayaan budaya Desa Sumberjo. Selain itu, pengalaman ini juga memperkaya pemahaman mereka tentang keanekaragaman budaya Indonesia dan pentingnya menjaga warisan budaya tradisional. Semoga inisiatif semacam ini dapat terus mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di berbagai desa di seluruh Indonesia.
Ditulis oleh : Lailatur Rofiani Afroh dan Novalya Nur Rohaini, Pariwisata, FISIP, UPN “Veteran” Jawa Timur (https://www.upnjatim.ac.id ; https://lppm.upnjatim.ac.id)




