
Oleh: Elsya Ameylia Pradina
Universitas Islam Raden Mas Said Surakarta / Prodi Bimbingan dan Konseing Islam
JurnalPost.com – Pendidikan di Indonesia saat ini dipandang masih rendah, banyak pembangunan pendidikan yang belum berjalan secara merata karena luas wilayah yang sangat besar. Padahal, salah satu faktor yang menentukan kemajuan suatu negara adalah dengan adanya masyarakat yang berpendidikan.
Pemerintah berusaha meningkatkan mutu rakyatnya dengan pendidikan. Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara mendefinisikan arti pendidikan “ pendidikan yaitu tuntunan di dalam pertumbuhan anak-anak, adapun maksudnya pendidikan memerlukan segala kekuatan yang ada pada diri anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai masyarakat dapat mencapai rasa aman dan bahagia. ”
Pendidikan yang berkualitas akan menciptakan manusia yang berkualitas pula. Kita bisa menjadi manusia yang berkualitas dengan cara belajar. Belajar yang dimaksud di sini bukan hanya belajar di sekolahan, melainkan juga dengan membaca. Dengan membaca seseorang dapat memiliki pengetahuan yang luas, selain itu membaca merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi. Kita sebagai masyarakat Indonesia walaupun sudah mengetahui pentingnya membaca, tetapi perilaku ini belum menjadi budaya Indonesia.
Ada banyak faktor yang menyebabkan minat baca di Indonesia rendah:
1. Motivasi yang kurang
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang timbul dalam diri seseorang untuk berbuat atau berpikir untuk tujuan tertentu, yang disadari ataupun tidak disadari. Contohnya seperti motivasi dari keluarga yang sangat memperhatikan pendidikan dari anak-anaknya, motivasi dari diri sendiri agar terwujudnya suatu cita-cita, dan motivasi dari teman pergaulan sehingga membuat kita memiliki minat untuk membaca.
2. Fasilitas pembelajaran di Indonesia yang belum mendukung
3. Banyak media sosial yang memberikan jenis hiburan yang tidak mendidik dan mengalihkan perhatian untuk tidak membaca buku
4. Kurangnya sarana dan prasarana termasuk perpustakaan
5. Tidak sadar akan pentingnya membaca.
Faktor penghambat tersebut bisa diatasi bila ada kerja sama antara masyarakat, keluarga, pendidikan, dan pemerintahan, sehingga ada kemajuan dalam budaya membaca di Indonesia.
Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting yang harus dikembangkan sejak dini melalui pendidikan baik pendidikan dasar, menengah, atas, maupun perguruan tinggi. Budaya membaca harus melekat pada pada diri setiap pelajar terkhusus mahasiswa, karena membaca merupakan faktor utama dalam mendorong kemajuan pendidikan. Oleh karena itu, penanaman budaya membaca di kalangan mahasiswa memegang peranan penting dalam pengembangan masyarakat informatif. Namun, kenyataannya budaya membaca di kalangan mahasiswa masih belum berjalan, mahasiswa dominan memperoleh pengetahuan hanya dari penjelasan dosen dan mereka mau membaca hanya ketika akan menghadapi ujian.
Upaya pengembangan budaya membaca di kalangan mahasiswa bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bijaksana dan peka terhadap perubahan lingkungan guna mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan. Selain itu, dengan membaca, pengetahuan dan keterampilan kita meningkat dan berkembang. Membaca buku membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan menambah kosakata. Secara umum buku dapat membantu kita untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan.
Menanamkan minat baca mahasiswa juga merupakan salah satu peran pustakawan dalan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas dan penyediaan bahan yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen di kampus. Pustakawan dapat melakukan usaha untuk menarik pembaca dengan kunjungan perpustakaan, sehingga mahasiswa dapat mengetahui koleksi perpustakaan dan menimbulkan rasa ingin membaca atau meminjam buku. selain itu, fasilitas perpustakaan yang memadai dan suasana perpustakaan yang kondusif sehingga membuat mahasiswa menjadi nyaman merupakan salah satu usaha dalam menarik mahasiswa untuk membaca.
Namun, untuk dapat membangkitkan dan memupuk kemampuan membaca tidaklah mudah. Biasanya hanya mahasiswa yang benar-benar memiliki minat dalam membacalah yang dapat melestarikan budaya membaca ini. Namun, orang yang memiliki minat baca rendah pun dapat melakukan langkah awal untuk meningkatkan bacanya dengan membangun motivasi membaca, memulai membaca buku yang disukai, memilih waktu dan tempat yang nyaman dalam membaca, minta seseorang untuk merekomendasikan buku, dan membaca buku seperlunya saja.
Kesimpulannya, kebiasaan membaca penting untuk dikembangkan sejak dini melalui proses pembelajaran baik itu sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, ataupun perguruan tinggi. Upaya pengembangan budaya membaca di kalangan pelajar bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berwawasan luas dan peka terhadap perubahan lingkungan guna mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan luas. Menumbuhkan kecintaan mahasiswa untuk membaca juga merupakan salah satu peran perpustakawan dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas serta menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan mahasiswa. Selain itu, fasilitas perpustakaan yang memadai dan kondisi ruang yang kondusif mendorong mahasiswa untuk membaca.
Saran yang dapat saya berikan untuk meningkatkan budaya membaca mahasiswa yaitu dengan perpustakaan sebagai pusat informasi harus menyiapkan sarana dan prasarana yang lengkap. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan lebih terhadap perpustakaan sebagai pusat informasi mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
AR Anggun.‟ Minat, Motif, Tujuan, Manfaat Membaca Teenlit, dan Peranan Perpustakaan.” Suluk Indo ( 2013 )
S Farida. ‟ Fator-Faktor Penyebab Keengganan Membaca di Lingkungan Mahasiswa.” Repository,widyatama ( 2012 )
Paryati/J.Kepust. & Masy Membaca Vol. 33 ( 1 ) ( 2017 )
Prisriwanti Desi, Bai Badariah, Sholeh Hidayat, Ratna Sari Dewi. ‟ Pengertian Pendidikan ” Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 4 ( 6 ) ( 2022 )




