JurnalPost.com – Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat memiliki nilai luhur akan kebudayaan. Hal tersebut tertuang dalam sebuah kitab yang terangkum dalam Tambo Minangkabau. Dan adanya Folklor ( Tradisi Lisan ) dalam masyarakat, dari generasi ke generasi selanjutnya. sehingga dapat menjelaskan filosofi Naniang Nagari Sitanang.
Filosofi Nagari Sitanang adalah Naniang, maksud dari naniang memiliki arti masyarakat yang bermakna tenang. Dalam tambo Minangkabau, penulis temukan bahwa terdapat sejarah asal usul nenek moyang orang Minangkabau. Serta adanya Folklor (Tradisi lisan), yang turun temurun dari nenek moyang. Fakta lain dari filosofi Naniang yaitu karena masyarakat setempat punya sikap tenang, damai, dan kehidupan yang rukun dan bertempat tinggal saling berdekatan dan masih ada hubungan kekeluargaan.
Nagari Sitanang merupakan sebuah nagari yang terletak di Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Luas keseluruhan Nagari Sitanang 5000 Ha, terdiri atas tiga jorong, yaitu:
1. Jorong Simpang Ampek, dengan luas 2000 Ha.
2. Jorong Pematang Panjang, dengan luas 1500 Ha.
3. Jorong Ganting/ Kampung Baru, dengan luas 1500 Ha.
Letak geografis Nagari Sitanang, sebelah utara berbatasan dengan Nagari Batu Kambing, sebelah selatan dan barat berbatasan dengan Nagari Bawan, dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Raya.
Jumlah penduduk Nagari Sitanang berdasarkan Buku Data Rekapitulasi Jumlah Penduduk Nagari Sitanang pada bulan Desember tahun 2022 adalah 2.291 orang dengan 625 KK yang tersebar tidak merata, jumlah penduduk terbesar terdapat di Jorong Simpang Ampek dengan jumlah Penduduk 811 orang ( 36 %) dari seluruh jumlah penduduk Nagari Sitanang , jumlah penduduk terendah terdapat di Jorong Ganting dengan jumlah penduduk 696 orang ( 31%).
1. Jarak Sitanang ke Ibu Provinsi: 90 Km.
2. Jarak Sitanang ke Ibu Kabupaten: 15 Km.
3. Jarak Sitanang ke Ibu Kecamatan: 5 Km.
Nagari Sitanang memiliki Organisasi Pemuda dengan nama Sitanang Jaya. Prasarana Olahraga , terdapat lapangan terbuka, lapangan sepak bola ( 2 Ha ) , lapangan volly ( 0,5 Ha), lapangan bulu tangkis ( 0,25 Ha) , lapangan pencak silat ( 500 m) . Lapangan tertutup seperti stadion, gelanggang olahraga.
Mata pencaharian penduduk Sitanang yaitu bertani, berkebun dan beternak. Tanaman perkebunan yang di produksi seperti Kayu Manis, Pinang , Kopi, Sawit, Garda Munggu, tanaman dominan seperti sawit. Produksi peternakan seperti Sapi, kerbau, kambing, ayam buras, itik, puyuh, dan ternak lainnya.
Dan produksi perikanan seperti, Pengasapan Ikan, Ikan Kja, Ikan Kda, Ikan kolom, Pembibitan dan Pendederan, Pensi. Produksi Pertanian dan Pangan masyarakat seperti padi, jagung, kedelai, Kacang, Cabe, bawang merah, sayuran. Sarana keagamaan yang ada pada nagari sitanang yaitu masjid, mushalla, TPQ, Tpsq, Mda, dll.
Dan kegiatan agama yang dilakukan yaitu wirid Yasin, wirid lansia sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan, didikan subuh, Seni Alquran, Majlis Taqlim, Pengajian Pasukuan. Lembaga keagamaan dan tenaga keagamaan. Kebudayaan nagari sitanang seperti randai. Fasilitas kesehatan yang memadai, tersedia fasilitas kesehatan posyandu anak-anak dan lansia.
Oleh: Yasmin, Mahasiswa Unand




