Bank Sampah di Desa Kalisidi Rutin Dilaksanakan sehingga Digitalisasi Proses dapat Memudahkan Pengelolaan Limbah

JurnalPost.com, Semarang, 3 Agustus 2023 – Dalam rangka mendukung program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (BEM FPP) Universitas Diponegoro, yang merupakan salah satu Ormawa, turut berperan aktif dalam program ini. Dengan inisiasi dari Bidang Sosial Masyarakatnya, BEM FPP Undip membentuk Tim PPK Ormawa BEM FPP Undip untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah pendigitalisasian sistem pengelolaan sampah di Desa Kalisidi.
Desa Kalisidi, yang dikenal sebagai desa wisata dan sangat peduli terhadap pengelolaan sampahnya, telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang disebut bank sampah. Namun, sistem ini tidak seragam di seluruh desa, karena pengelolaannya dikoordinasikan oleh koordinator bank sampah di masing-masing RW, yang menyebabkan perbedaan dalam pencatatan dan pengelolaan sampah. Dalam upaya memecahkan masalah ini, Tim PPK Ormawa BEM FPP Undip merancang sebuah aplikasi yang akan membantu koordinator bank sampah dalam pencatatan dan pelaporan.
Agustinus Adven Christo, yang juga dikenal sebagai Tito, penanggungjawab kluster pengembangan aplikasi dan website PPK Ormawa BEM FPP Undip, menjelaskan “Setelah berdiskusi dengan perangkat desa, kami merasa pendigitalisasian pengelolaan sampah perlu dilakukan untuk mempermudah pelaporannya. Diperlukan pendekatan komprehensif kepada para koordinator bank sampah tiap RW terkait rencana ini. Selain itu, diskusi dengan koordinator bank sampah desa juga kita lakukan sebagai acuan kebutuhan apa saja yang sekiranya dibutuhkan nantinya.”
Sebelum menentukan fitur-fitur aplikasi, tim melakukan survei dan diskusi dengan Sekretaris Desa Kalisidi, Ibu Umami, untuk mendapatkan informasi tentang pengelolaan sampah yang dilakukan oleh koordinator bank sampah RW. Hasilnya mengindikasikan bahwa permasalahan utama adalah kehilangan data pencatatan dan human error karena pencatatan yang masih manual. Umami, selaku Sekretaris Desa Kalisidi, menjelaskan, “Seringkali pengelola bank sampah kehilangan catatan kuantitas sampah yang disetorkan karena (pencatatannya) masih konvensional. Jadi dengan adanya program ini bisa membantu pengelola memudahkan sistem pencatatan sampahnya.”

Pada tanggal 3 Agustus 2023, tim PPK Ormawa BEM FPP Undip mengadakan sosialisasi di Balai Desa Kalisidi untuk memperkenalkan aplikasi KIAT e-Bank (Kalisidi Integrated Trash e-Bank) kepada koordinator bank sampah RW. Aplikasi ini menonjolkan fitur rekapitulasi bank sampah tiap nasabah hingga RW untuk memudahkan pelaporan bank sampah di Desa Kalisidi. Koordinator bank sampah dapat menginput data pengumpulan sampah tiap nasabah, sementara masyarakat dapat melihat perolehan sampah tiap RW berdasarkan jenisnya, serta artikel informatif dan edukatif tentang pengelolaan sampah serta pengumuman penting yang dikelola oleh pengelola Rumah Sampah Digital.
Tito menjelaskan lebih lanjut, “Aplikasi KIAT e-Bank akan tersedia dalam versi website dan versi mobile (android). Nantinya pengelola dapat login sebagai admin untuk dapat menginput data nasabah (KIAT e-Bank) tiap RT dan/atau RW. Selain itu, pengelola akan dapat menulis artikel dan pengumuman yang sekiranya ingin disampaikan kepada nasabah bahkan masyarakat. Adapun data dan informasi di dalamnya bersifat dinamis sehingga dapat diubah atau dihapus oleh pengelola Rumah Sampah Digital.”

Selain aplikasi, tim juga berusaha untuk menyeragamkan buku tabungan nasabah sebagai bagian dari integrasi sistem aplikasi KIAT e-Bank. Diskusi dan pertanyaan seputar fitur-fitur aplikasi dan format buku tabungan dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi ini tidak akan menghambat penggunaan oleh koordinator bank sampah. Maria, Koordinator Bank Sampah Desa Kalisidi, mengungkapkan, “Kehadiran aplikasi tersebut sangat membantu kami (koordinator bank sampah) dalam pencatatan perolehan sampah masyarakat. Namun, yang terpenting dalam penggunaannya tidak menyulitkan kami. Karena menjadi koordinator bank sampah bisa dibilang sukarela jadi sebisa mungkin yang simpel dan mudah saja. Kemudian fitur-fitur yang dipaparkan tadi kami rasa sudah sangat sesuai dengan kebutuhan kami dan mudah untuk digunakan.”
Harapan ke depannya adalah bahwa aplikasi ini akan terus bermanfaat dan berkelanjutan, sehingga pengelolaan limbah di Desa Kalisidi dapat dilakukan dengan baik dan sistematis. Mitra Rumah Sampah Digital juga diharapkan akan mendukung upaya ini. Melalui pendigitalisasian sistem pengelolaan limbah, pelaporan bank sampah kepada pemerintah desa dan instansi terkait dapat dilakukan secara real-time dan akurat. Dengan semangat yang sama, Tim PPK Ormawa BEM FPP Undip bersama koordinator bank sampah desa berharap Rumah Sampah Digital dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Kalisidi.
Penulis: Mohamad Ikhsan Ardiansyah
Organisasi: PPK Ormawa BEM FPP Undip




