
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada Masyarakat. PMM ini bertujuan untuk memberikan manfaat untuk Masyarakat dan mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Program yang diambil dalam kegiatan PMM kelompok 26 gelombang 02 adalah edukasi seks untuk siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Tegalgondo, Karangploso, Kabupaten Malang.
Salah satu materi yang disampaikan dalam edukasi seks ini adalah pengetahuan tentang masa pubertas, materi masa pubertas perlu di kenalkan kepada anak-anak sejak sekolah dasar agar mengetahui apa itu pubertas dan bagaimana cara menyikapi masa pubertas, pendekatan yang digunakan pada kegiatan PMM ini yaitu menggunakan metode edukasi yang diajarkan di dalam kelas dan bermain game yang masi terkait materi edukasi seks. Program tersebut dimulai dari tanggal 17 Juli dan berakhir pada 18 Agustus 2023.
Pada pertemuan terakhir, kami mengadakan quiz dan pemberian hadiah bagi siswa yang berprestasi, yang bertujuan untuk mendorong peserta didik supaya belajar dan dapat membuat siswa menjadi aktif, dan memotivasi siswa untuk memperhatikan pengajar pada saat materi dijelaskan dan aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam materi pubertas ini kelas perumpuan dan laki-laki dibedakan agar mereka merasa nyaman selama materi disampaikan dan tidak malu untuk bertanya maupun menjawab , dengan menggunakan Power Point (PPT) anak-anak dikenalkan dengan apa itu pubertas, ciri-ciri pubertas pada Perempuan dan laki-laki, afirmasi positif yang bertujuan agar mereka tetap percaya diri Ketika terjadinya perubahan bentuk tubuh yang diakibatkan pubertas, tata cara memakai pembalut bagi Perempuan, dan tata cara mandi wajib untuk Perempuan dan laki-laki yang dijelaskan melalui video.

Setelah materi selesai disampakikan kami mengadakan sesi konsultasi, setiap individu memegang 2 sampai 3 orang siswa. Konsultasi ini bertujuan untuk membantu siswa dalam memperolehh wawasan, pemahaman, serta cara-cara yang perlu dilakukan dalam menangani kondisi atau masalah siswa.
Masa pubertas adalah fase pertumbuhan di mana akhirnya anak mengalami kematangan organ reproduksi. Pada masa pubertas sitem tubuh lainya juga mengalami kematangan. Pada masa pubertas otak akan mengalami perkembangan yang cepat. Pembentukan identitas pun akan terjadi sehingga banyak perubahan emosional.
Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa pubertas disebabkan oleh perubahan kadar hormon tertentu di dalam tubuh. Pubertas pada anak Perempuan cenderung lebih awal dibandingkan dengan anak laki-laki. Pubertas pada anak Perempuan dimulai sekitar umur 10-15 tahun dan pubertas pada anak laki-laki dimulai sekitar umur 13-17 tahun. Meski rata-rata pubertas terjadi pada sekitar umur tersebut, namun pubertas setiap anak berbeda-beda. Ada yang mengalami pubertas lebih awal dan sebaliknya. Masa pubertas adalah fase yang membingungkan dan canggung bagi remaja.
Tidak sedikit remaja laki-laki dan Perempuan yang tidak yakin bagaimana cara menyikapi masa ini. Banyak perubahan yang muncul pada tubuh saat pubertas, tak perlu takut dan merasa tidak percaya diri ini normal dan terjadi pada siap saja. Dengan cara menjaga organ Kesehatan reproduksi kita dapat menyikapi masa pubertas. Orang tua bisa membantu anak melalui masa pubertas dengan baik dengan cara-cara seperti membantu anak memahami perubahan yang terjadi, bersabar dan siap menjadi teman bicara, dan mendorong anak menerapkan hidup sehat.
Oleh: Siti Maisyaroh
Universitas Muhammadiyah Malang




