
JurnalPost.com, Sragen (22/7). Hipertensi atau darah tinggi sering disebut sebagai silent killer, yaitu penyakit tanpa disertai gejala dan mematikan. Definisi hipertensi adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah, sehingga suplai oksigen pada darah dan nutrisi terhambat. Dalam mengidentifikasi penyakit hipertensi dapat diukur dengan ambang batas tekanan darah normal orang dewasa yaitu 120/80 mmHg. Seiring bertambahnya usia, risiko terkena penyakit hipertensi semakin bertambah. Terutama pada lansia yang rentan terkena penyakit hipertensi dengan tensi normal 130/80 mmHg.
Setelah berdiskusi dengan Kepala Bidan Desa Kandangsapi, yaitu Ibu Novi diketahui bahwa Kasus Hipertensi lansia di Desa Kandangsapi mencapai 30 kasus pada Dukuh Pondok 19 dan Mojorejo 20 Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. “Untuk saat ini kita membutuhkan program edukasi mengenai pencegahan penyakit hipertensi, “ ungkap Ibu Novi. Dengan adanya kasus hipertensi ini, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro mengadakan program multidisiplin mengenai kelas edukasi pencegahan hipertensi. Kelas ini diselenggarakan melalui program kerja GEMASH yaitu Gerakan Masyarakat Anti Hipertensi.
Kegiatan “Gemash” diselenggarakan sebagai sarana melakukan monitoring kesehatan kepada masyarakat usia lanjut di Desa Kandangsapi mengingat banyaknya penderita hipertensi di desa tersebut. Program kegiatan ini juga menjadi langkah nyata kontribusi mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta perbaikan pola hidup penderita hipertensi.
Kelas GEMASH dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2023 di rumah ketua RT 20, Dukuh Mojorejo, Kebayanan Terso, Desa Kandangsapi yang diikuti oleh masyarakat pra-lansia penderita darah tinggi sebanyak 20 orang. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan screening tinggi badan, berat badan, tekanan darah serta pengisian formulir hipertensi yang dibantu oleh mahasiswa KKN Tim II Undip dan perwakilan dari pihak puskesmas. Acara kemudian dilanjutkan dengan edukasi yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Tim II Undip dan Bu Meri selaku perwakilan dari Puskesmas. Topik yang dibawakan berupa apa itu hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, faktor dan resiko, komplikasi, cara mencegah hipertensi, tips mengontrol hipertensi, dan pengobatan.

Kelas GEMASH juga melakukan senam anti hipertensi yang dipimpin oleh mahasiswa KKN Tim II Undip. Para peserta tampak secara antusias mengikuti gerakan senam anti hipertensi yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN Tim II Undip memberikan makanan sehat anti hipertensi berupa salad buah. Salad buah dipilih karena bahan dan cara pembuatan yang mudah serta salad buah minim akan pengolahan. Pengolahan salad buah tidak menggunakan suhu tinggi sehingga gizi dan nutrisi yang ada di dalam bahan tidak akan berkurang. Buah-buah yang dipilih merupakan buah yang dapat menurunkan darah tinggi seperti semangka dan melon. Meskipun masih belum familiar dengan salad buah, para peserta nampak lahap saat mengkonsumsi salad buah hasil karya dari mahasiswa KKN Tim II Undip.
Kelas GEMASH mendapatkan respon yang sangat positif dari para masyarakat serta pihak puskesmas. Bu Novi selaku bidan di Desa Kandangsapi mengungkapkan rasa terima kasihnya telah dibentuknya kelas GEMASH, “Terimakasih banyak untuk teman-teman KKN TIM II Undip sudah memberikan kenang-kenangan kelas hipertensi buat Kandangsapi. InsyaAllah akan kami tindak lanjuti untuk kegiatan rutin. Melalui rangkaian kegiatan dalam program “Gemash” ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat usia lanjut tentang penyakit hipertensi sehingga mereka dapat melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, diharapkan juga adanya keberlanjutan program kerja oleh pihak pemerintah desa secara rutin sehingga dapat menurunkan tingkat risiko penyakit hipertensi pada masyarakat




