
JurnalPost.com – Banjarsari, Pekalongan (31/07) – Gigi berlubang atau Karies banyak dijumpai pada anak-anak sekolah dasar. Banyak faktor yang dapat menimbulkan karies gigi pada anak-anak, diantaranya adalah faktor di dalam mulut yang berhubungan langsung dengan proses terjadinya karies gigi, antara lain struktur gigi, morfologi gigi, susunan gigi-geligi di rahang, derajat keasaman saliva, kebersihan mulut yang berhubungan waktu dan teknik menggosok gigi. Hal tersebut menggerakan hati salah satu Mahasiswa KKN TIM II Undip. Raissa Nathania Adhyta, seorang mahasiswa program studi kedokteran gigi dan dibantu oleh segenap TIM II KKN Undip Kelompok Desa Banjarsari untuk melaksanakan penyuluhan yang bermanfaat dan edukatif di SDN 02 Banjarsari. Pada hari Sabtu, tanggal 31 Juli 2023, acara bertemakan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta praktik sikat gigi bersama dihadiri oleh siswa dan siswi kelas 1-3 telah dilaksanakan,

Acara ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Khususnya untuk siswa dan siswi kelas 1-3, fase pertama dalam pendidikan gigi dan mulut sangatlah penting. Raissa Nathania Adhyta memilih pendekatan yang interaktif dan bermain, agar anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep ini. Dalam acara tersebut, Mahasiswa KKN TIM II memberikan penjelasan yang menyenangkan tentang struktur gigi, makanan yang baik untuk kesehatan gigi dan bahaya konsumsi gula berlebihan. Ia juga memberikan panduan praktis mengenai cara menyikat gigi yang benar dan efektif. Anak-anak diajak untuk bernyanyi Bersama lagu tentang cara menyikat gigi yang benar. Pendekatan bernyanyi ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, memancing minat anak-anak untuk terlibat aktif dalam penyuluhan.
Sesi puncak dari acara adalah “Sikat Gigi Bersama”, di mana Mahasiswa KKN TIM II dan para siswa mengajak untuk bersama-sama menyikat gigi. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka belajar langkah-langkah menyikat gigi yang benar sambil berinteraksi dan bersenang-senang. Acara ini juga diakhiri dengan pembagian sikat gigi dan pasta gigi sesuai usia anak-anak.

Mahasiswa KKN TIM II menjelaskan, “Kami ingin membantu anak-anak memahami bahwa merawat kesehatan gigi dan mulut itu penting dan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Dengan memulai kebiasaan baik ini sejak dini, mereka akan memiliki senyuman yang indah dan kesehatan gigi yang optimal di masa depan.”
Statistik yang diungkapkan oleh Mahasiswa KKN TIM II sejalan dengan urgensi acara ini. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia menghadapi masalah gigi dan mulut, sementara hanya sedikit yang telah mendapatkan perawatan medis. Terutama, prevalensi gigi berlubang pada anak-anak usia dini mencapai 93%, menyoroti perlunya edukasi dan tindakan pencegahan.

Dengan semangat seperti ini, mahasiswa kedokteran gigi seperti Raissa Nathania Adhyta memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan perawatan kesehatan gigi dan mulut di kalangan anak-anak, menciptakan generasi yang lebih sehat dan senyum yang cerah di masa depan.
Penulis : Raissa Nathania Adhyta
DPL : Muhammad Iqbal Fauzan S.P., M.Si.
Lokasi : SDN 02 Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan




