
JurnalPost.com – Stunting merupakan pertumbuhan dan perkembangan terhambat pada anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Fenomena ini bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga masalah bagi pembangunan sosial dan ekonomi suatu negara karena berpengaruh pada kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas hidup di kemudian hari. SDGs (Sustainable Deveopment Goals) yang terdiri dari 17 tujuan dari berbagai aspek yang saling terkait bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah global, salah satunya pada tujuan ketiga yakni “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” yang mempromosikan kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Stunting menjadi salah satu indikator untuk pencapaian tujuan ini.
Pada hari Jumat, 21 Juli 2023, di Balai Desa Karangmojo, Agnes Yohana, mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro melangsungkan acara sosialisasi tentang stunting serta pentingnya memberikan ASI dan MPASI yang optimal bagi pertumbuhan anak-anak. Dalam acara ini, materi diberikan kepada para peserta yang terdiri dari ibu-ibu hamil dan kader posyandu. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan. Materi utama yang ditekankan pada acara ini adalah masalah stunting karena stunting merupakan masalah serius di banyak wilayah, termasuk di Desa Karangmojo yang masih ditemukan adanya kasus stunting. Pemateri telah memaparkan tentang apa itu stunting, faktor-faktor penyebabnya, dan dampak jangka panjang yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selanjutnya telah dijelaskan mengenai pentingnya memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif pada awal kehidupan bayi, serta pentingnya memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tepat dan bergizi setelah usia 6 bulan. Informasi – informasi penting lainnya juga disampaikan seperti jenis makanan yang sebaiknya diberikan sebagai MPASI, serta cara yang benar untuk mempersiapkannya. Salah satu poin penting yang diuraikan adalah memberikan variasi makanan sehat dan bergizi dalam menu harian anak untuk mencegah kekurangan gizi yang bisa menyebabkan stunting. Selain itu, diberikan panduan dalam pembuatan makanan tambahan yang bernutrisi tinggi dan mudah dimasak, seperti puding susu.
Para peserta acara menanggapi dengan sangat antusias, mereka aktif bertanya dalam sesi tanya jawab maupun menjawab pada sesi kuis. Pada akhir acara, kader posyandu yang hadir diberikan booklet sebagai panduan praktis untuk merawat anak dengan nutrisi yang tepat.Sebagai kelanjutan dari acara sosialisasi ini, pada hari Rabu, 2 Agustus 2023, dilakukan pelatihan tentang pembuatan puding susu kepada kader posyandu sebagai makanan tambahan. Diajarkan langkah-langkah dalam membuat puding susu yang enak, murah, dan bernutrisi agar dapat diaplikasikan sendiri.
Penulis: Agnes Yohana
DPL: Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum.




