JurnalPost.com – Desa Bade, Boyolali (4 Agustus 2023) – Dalam rangka meningkatkan kualitas ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat, mahasiswa yang tergabung dalam KKN TIM II UNDIP melakukan pemberdayaan melalui pengolahan kue tradisional “Cucur” di desa Bade. Program ini bertujuan untuk memandu masyarakat desa Bade dalam membuat kue cucur dengan cara yg lebih kreatif dan inovatif sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan menarik minat konsumen. Dengan inovasi dan ide-ide baru yang diusungkan oleh mahasiswa, kegiatan ini disambut antusias oleh warga desa Bade.
Rangkaian kegiatan ini, pelaku UMKM dipandu langsung oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP untuk melakukan langsung praktik memasak kue cucur. Sebelum acara utama dimulai, kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai ekonomi kreatif, inovasi dan lain sebagainya. Kemudian, dilanjutkan pada acara inti yaitu membuat kue cucur dengan variasi baru yaitu dengan menambahkan berbagai macam toping yang menarik dan pastinya berbeda dari kue cucur yang biasa dijumpai, seperti choco chips, gula pasir tabur dan meises. Ketika kegiatan memasak berlangsung, terdapat kendala yang terjadi yaitu pada bahan yang dipakai dalam membuat kue cucur, sehingga perlu adanya penyesuaian ulang mengenai bahan yang digunakan. Namun demikian, mahasiswa tetap dapat menemukan solusi untuk mengatasi hal tersebut sehingga kegiatan membuat kue cucur tetap berjalan lancar.
Dengan adanya kegiatan ini, yang mana termasuk ke dalam salah satu bentuk dari ekonomi kreatif, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada warga desa Bade, mereka selaku produsen diharapkan dapat termotivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan berbagai jenis produk baru yang menarik bagi konsumen, meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan teknologi baru, metode produksi yang lebih efisien dan menggunakan bahan berkualitas sehingga produsen dapat menghasilkan kue yang lebih baik dari segi rasa, tekstur, dan tampilan. Namun, yang paling utama dari menciptakan produk yang berbeda dari pesaing adalah warga desa Bade dapat menawarkan nilai tambah kepada konsumen dan memiliki identitas yang berbeda sehingga mudah dikenali di pasar.




