JurnalPost.com – Desa siandong,kec.larangan,kab.brebes(28/07/2023) – Sebuah inisiatif proaktif dilakukan oleh sekelompok mahasiswa KKN Tim II dari Universitas Diponegoro di Desa siandong, Kecamatan Larangan , Kabupaten Brebes. Mereka berhasil menciptakan pupuk kandang bernilai dari limbah kotoran hewan kambing perah, sekaligus meningkatkan kesadaran peternak lokal tentang potensi limbah tersebut untuk dimanfaatkan sebagai sesuatu yang memiliki nilai.
Program ini berjalan berdasarkan masukan dari warga serta Pak RT setempat untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai keterampilan tentang peternakan.
“Di desa ini memang masih kurang pengertian di bidang Peternakan, Mas. Memang masih banyak yang belum mengerti tentang gimana cara memelihara ternak dengan baik, sehingga hewan ternak mengalami sakit yang berujung kematian.” Pak Ahmad, RT setempat Desa Siandong (20/07/23).
Program KKN ini bertujuan untuk mengubah limbah kotoran hewan domba menjadi pupuk kandang yang bernilai tinggi. Pupuk kandang yang dihasilkan dari limbah tersebut memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian di Desa Siandong.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi para peternak di desa siandong tentang potensi limbah kotoran hewan domba yang seringkali dianggap sebagai masalah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi pupuk kandang yang bernilai, diharapkan peternak dapat memandangnya sebagai sumber daya yang bermanfaat dan berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.
“Kotoran Hewan Domba ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kandang yang memiliki nilai, Pak. Lebih bermanfaat dari pada hanya dibuang saja” Papar Daffa saat demonstrasi pembuatan pupuk kandang.
Program ini diharapkan menjadi peluang baik pada bidang peternakan di Desa Siandong. Kesadaran peternak lokal akan nilai limbah kotoran hewan domba diharapkan dapat meningkat, sehingga memberikan inspirasi bagi para peternak untuk memenfaatkannya menjadi pupuk kandang berkualitas. KKN TIM II mahasiswa Universitas Diponegoro berharap inisiatif ini akan berkelanjutan serta mengubah kesadaran masyarakat lebih luas tentang potensi limbah peternakan yang masih dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan pertanian dan lingkungan. Semoga projek ini dapat menjadi contoh nyata dari bagaimana pendekatan kreatif dan edukasi bisa memberikan dampak positif bagi komunitas peternak dan lingkungan.




