
JurnalPost.com – Sukoharjo (26/07/2023) – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro yang berada di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu mengadakan program kerja sosialisasi dan pendampingan “Penerapan Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Digital pada Kelompok Wania Tani (KWT) Ngremboko”. Materi tersebut dibawakan oleh Rifkah Siwi Cahyaningrum dari Program Studi Ekonomi, Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diadakan di Gedung Pertemuan KWT Ngremboko yang dihadiri oleh 26 pengurus KWT Ngremboko, Desa Tiyaran.
KWT Ngremboko sudah berdiri sejak tahun 2017 dengan latar belakang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai petani. Adapun tujuan didirikannya yaitu untuk berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. KWT Ngremboko bergerak dalam bidang tanam menanam sayuran dan pemeliharaan hewan seperti ayam, kemudian dijual kepada masyarakat sekitar melalui Grup WhatsApp.
Program kerja yang telah dilaksanakan cukup banyak seperti berkebun bersama di Rumah Bibit, pembuatan Combro sebagai makanan khas Desa Tiyaran, dan pelatihan penanaman sayuran yang benar. Namun, pada saat pandemi Covid-19 seluruh kegiatan KWT Ngremboko terhenti. “KWT ini sempat vakum pada saat pandemi Covid-19 karena memang sangat dibatasi kegiatan kita sehingga saat ini harus mengulang seperti awal lagi”, ujar Bu Sri Kismiyati selaku Ibu RT.01, Dk. Tambakrejo sekaligus Ketua KWT Ngremboko. Akibatnya motivasi pengurus KWT Ngremboko berkurang, kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan harus dikembangkan ulang serta mengharuskan KWT Ngremboko untuk beradaptasi dengan teknologi yang berkembang pesat. Seperti penggunaan internet sebagai media pemasaran online, pengembangan berbagai produk dengan teknologi yang semakin canggih, dll.
Akan tetapi pengurus KWT Ngremboko masih kurang optimal dalam menerapkan pemasaran digital dan menciptakan ekonomi kreatif. Maka dari itu, dengan hadirnya mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro ini diharapkan dapat membantu mengembangkan KWT Ngremboko lebih baik lagi dengan cara pendampingan dalam penerapan ekonomi kreatif dan pemasaran digital guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sudah saatnya KWT Ngremboko menuangkan inovasi dan kreativitasnya melalui ekonomi kreatif dengan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Desa Tiyaran serta mengadopsi pemasaran digital dalam pendistribusian produk ke konsumennya.

Ekonomi kreatif yang diperkenalkan yaitu pembuatan cendol dawet lidah buaya dengan memanfaatkan tanaman lidah buaya sekitar beserta tata cara pemasarannya. Bahkan dapat diolah pula menjadi makanan seperti kerupuk lidah buaya, keripik lidah buaya, bolu lidah buaya. Selain itu dapat juga dibuat menjadi sabun lidah buaya.
Selain itu, KWT Ngremboko sebenarnya sudah memiliki satu produk khas yaitu makanan combro dengan bahan utama singkong. Maka perlu dibuat inovasi produk lain yang berbahan dasar singkong seperti singkong Thailand, combro dengan varian rasa baru, dll. Diperlukan pula pengoptimalan teknik pemasarannya melalui media sosial, contohnya Instagram, Facebook, dan WhatsApp dengan metode Pre-Order. Kemudian, dalam kegiatan ini Rifkah Siwi Cahyaningrum juga menjelaskan lebih lanjut terkait strategi pemasaran digital, media promosi, media pemasaran, bahkan tantangan dan solusi yang dihadapi oleh KWT Ngremboko. Adapun luaran yang dihasilkan yaitu pembuatan poster penerapan ekonomi kreatif, produk cendol dawet lidah buaya, dan akun Facebook KWT Ngremboko.
Pengurus KWT yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, salah satu dari pengurusnya berharap bahwa “KWT Ngremboko dapat lebih aktif, kreatif, dan inovatif serta dapat memasarkan produknya ke daerah lain melalui pemanfaatan media digital sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat”, ujar Bu Rosita selaku Sekretaris KWT Ngremboko. Kelompok 5 Tim II KKN Undip yang berada di Desa Tiyaran berharap KWT Ngremboko dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat melalui penerapan ekonomi kreatif serta pemasaran digital.
Penulis: Rifkah Siwi Cahyaningrum (S1 Ekonomi – Universitas Diponegoro)




