
JurnalPost.com – Desa Kebagusan, Pemalang (22/07/2023), Semangat Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sejak Rabu (05/07/2023) UNDIP menerjukan mahasiswa untuk mengabdi ke masyarakat ke beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Pemalang. Tsaabitah Naabigha (21) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik melaksanakan KKN di Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading. Kerap disapa Bitha, merancang dua program monodisiplin dari hasil observasi lingkungan sekitar dengan mayoritas penduduknya adalah muslim. Berdasarkan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia tahun 2022, persentase literasi masyarakat Indonesia hanya sebesar 64,48% dari skala 0-100. Indonesia memperingati peringkat ke 62 dari 70 negara dari hasil survei Program for International Student Assessment (PISA).
Di era globalisasi, keinginan untuk membaca masyarakat khususnya gen Z semakin menurun, mereka lebih memilih bermain gadget daripada membaca, kemampuan literasi dan numerasi membutuhkan perhatian yang serius. Hal tersebut akan berdampak pada kemampuan membaca, menulis serta memahami informasi di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil observasi, budaya literasi di Desa Kebagusan minat membaca siswa semakin menurun, Sekolah Dasar adalah sasaran yang tepat dikarenakan budaya literasi berkaitan erat dengan dunia pendidikan dimana SD menjadi tingkat pendidikan formal pertama yang ditempuh oleh siswa. Budaya Literasi harus ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki ketertarikan membaca, dengan membaca dapat melihat sudut pandang lain untuk membuka wawasan serta pengetahuan yang baru.
Peran guru juga diperlukan dalam meningkatkan dan melatih kemampuan literasi anak, literasi tidak hanya dalam bentuk membaca dan menulis tetapi ada multiliterasi. Multiliterasi adalah keterampilan dalam memahami informasi dalam bentuk teks konvensional maupun teks inovatif, simbol dan multimedia. Dalam hal ini mahasiswa memilih metode yang menyenangkan yakni mewarnai bersama, dimana siswa dapat memilih warna untuk berkreasi menyelesaikan hasil karyanya. Metode tersebut digunakan mengingat target sasaran adalah siswa sekolah dasar kelas 1 & 2, selain itu juga akan memudahkan, menciptakan rasa nyaman dan membangun kedekatan emosional maupun psikis antara siswa dengan mahasiswa.

Melalui metode sederhana tersebut diharapkan siswa dapat memiliki motivasi serta semangat untuk mengeksplorasi hal baru dan mengasah kemampuan maupun kreativitasnya. Hal tersebut juga menunjang dan menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Selain siswa, para guru juga menyambut hangat penyelenggaraan sosialisasi ini, Khusnani selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Kebagusan. “Saya sangat senang dengan kehadiran dan terbantu dengan adek-adek KKN, anak-anak pasti senang karena melihat wajah-wajah baru dan metode yang diajarkan akan lebih mudah untuk diterima mereka,” ujarnya. Siswa juga diajak maju untuk menceritakan hasil karya mereka terkait apa saja warna yang dipilih, alasan memilih warna tersebut serta filosofis dibalik pembuatan hasil karya mereka. Hal tersebut diharapkan siswa menjadi lebih percaya diri dan berani untuk mengeluarkan pendapat kreativitas yang mereka inginkan sekaligus menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri di depan banyak orang.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa berharap seluruh masyarakat Desa Kebagusan khususnya generasi Z dapat mempunyai semangat membaca dan mengembangkan karakter diri sendiri sehingga menjadi generasi emas di masa depan. Sosialisasi ini juga membagikan poster kepada siswa, dengan tujuan dapat mengingat bahwa literasi adalah salah satu pondasi yang penting bagi kehidupan sehari-hari khususnya untuk mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang lebih baik.
Penulis : Tsaabitah Naabigha (Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro)
DPL : An’im Kafabih, S.E., M.E
Lokasi KKN : Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.




