• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Revitalisasi Pertanian Desa: PPK ORMAWA BEM KM UNNES Hadirkan Smart Farming Dalam Budidaya Lele Untuk Mendorong Petani Mandiri Menuju Pertanian Masa Depan di Desa Jembrak

Editor Redaksi
1 Agustus 2023
in Citizen Reporter

JurnalPost.com – Minggu, 23 Juli 2023, Kementerian Pengembangan Desa Mitra (PDM) BEM KM UNNES telah melakukan peresmian program kerja tahunan yaitu Abdi Desa, yang pada tahun ini dilaksanakan di Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Peresmian Abdi Desa tersebut dibarengi dengan acara Pembukaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) karena salah satu program yang mereka bawa di Abdi Desa tersebut telah berhasil lolos pendanaan dari PPK Ormawa Dikti Ristek. Program yang mereka hadirkan adalah “Smart Farming melalui Transformasi Budidaya Lele Berbasis Automatic Pelletizer and Monitoring System Terhadap Peningkatan Mutu Petani Ikan Desa Jembrak” yang dijalankan di bawah bimbingan Dosen Fakultas Teknik, Bapak Rusiyanto, S.Pd., M.T. Program tersebut merupakan sebuah terobosan yang dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani ikan di Desa Jembrak dan memaksimalkan potensi budidaya lele di desa tersebut.

Pada sesi pemaparan, Wafikul Huda, Mahasiswa  Fakultas Teknik yang merupakan ketua tim dari PPK Ormawa BEM KM UNNES menjelaskan latar belakang dan gambaran program smart farming yang akan mereka jalankan secara rinci, “Saya akan sedikit menjelaskan terkait mengapa kami meluncurkan program smart farming ini. Desa Jembrak memiliki potensi budidaya ikan lele yang memanfaatkan lahan tanah desa kosong dan telah bekerja sama dengan Unit Pembibitan Rakyat (UPR) desa sebagai penyedia bibit lele. Sektor budidayanya pun terbilang lengkap dari mulai pembibitan hingga pembesaran. Hal ini dapat kita lihat dari adanya potensi desa yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan pakan alternatif lele seperti maggot, limbah pertanian, dan limbah pabrik tahu”, ujar Wafikul di depan tamu undangan yang dihadiri mulai dari Kepala Desa Jembrak, sekretaris desa, kepala dusun, kepala Sekolah Dasar dan MI, ketua karang taruna, ketua dan anggota Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), Presiden Mahasiswa BEM KM UNNES, serta beberapa perwakilan lainnya.

Kegiatan peresmian program kerja tahunan ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden Mahasiswa BEM KM UNNES, saudara Fajar Rahmat Sidik dan Kepala Desa Jembrak, Bapak Sudarsono. Menariknya, program yang mereka bawa tersebut selaras dengan program desa di mana pada tahun 2024, Desa Jembrak memasang target agar petani ikan lele semakin bertambah dengan target sekali panen mencapai 250.000 ekor lele, yang saat ini hanya mampu menghasilkan 5.000 sampai 35.000 ekor setiap panennya. Hal ini diketahui dari hasil wawancara tim PPK Ormawa yang sebelumnya telah dilakukan sebagai survei lapangan.

Program yang disusun ini diangkat dari permasalahan yang ada di Desa Jembrak seperti kebutuhan pakan pabrikan yang masih sangat tinggi, yang mana sering kali antara harga pakan ikan lele tidak sebanding dengan harga jual ikan lele sehingga menyebabkan petani ikan lele hanya memperoleh keuntungan sedikit. Selain itu, yang menjadi permasalahan lainnya yaitu proses budidaya lele yang tidak mudah sehingga menyebabkan jumlah petani ikan lele di Desa Jembrak terbilang masih sedikit. Dari segi pemberian pakan ikan lele, Desa Jembrak masih menggunakan metode konvensional atau manual yang tentunya masih memiliki kekurangan di antaranya yaitu takaran yang tidak sesuai, terikat oleh waktu dalam pemberian pakan, pemberian pakan yang tidak merata, serta berpengaruh pada pertumbuhan ikan lele yang mengalami perbedaan ukuran akibat perbedaan jumlah pakan yang diterima. Permasalahan selanjutnya yaitu pada sektor pembibitan yang banyak mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh derajat keasamaan (pH) dan suhu air yang sering berubah secara drastis karena perubahan cuaca dan dampak dari pemberian pakan, sehingga menyebabkan bibit ikan lele mengalami stres dan mati tanpa adanya pemantauan dan penanganan tepat waktu dari air dalam kolam. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, tim PPK Ormawa Kementerian Pengembangan Desa Mitra (PDM) BEM KM UNNES menemukan terobosan dan inovasi baru melalui program pembuatan dan pelatihan mesin pelet ikan lele yaitu mesin pelet apung. Program ini diharapkan dapat membantu petani ikan di Desa Jembrak agar nantinya mampu memproduksi kebutuhan pakan sendiri, mengurangi biaya pembelian pakan pabrikan, serta masalah akan kebutuhan pakan mampu terselesaikan ke depannya, dan dapat  memproduksi sendiri pelet ikan menjadi produk pelet ikan yang dapat dijual sebagai penghasilan tambahan.

Ada pula gambaran dari pembuatan mesin pelet apung ini dimulai dengan pelatihan pembuatan pelet ikan lele yang bertujuan memberikan ilmu teknik pembuatan pelet kepada para petani ikan lele. Para narasumber berencana akan melakukan kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Semarang atau dengan narasumber yang tentunya sudah berpengalaman di bidang ini. Selanjutnya yaitu tahap pembuatan dan pelatihan mesin Auto Feeder atau alat pemberi pakan otomatis yang mana melalui alat ini nantinya dapat memberikan pakan otomatis sesuai dengan waktu dan jarak pelemparan pakan yang bisa diatur. Alat ini juga terhubung ke dalam sistem aplikasi/website untuk pengaturan dan pengoperasian jarak jauh. Pada tahap selanjutnya yaitu pembuatan dan pelatihan alat Monitoring System yang merupakan alat untuk memantau kondisi ikan lele secara real time atau langsung yang dilakukan secara terus menerus dengan tujuan agar mampu mendeteksi kondisi kolam lele yang telah disesuaikan dengan kondisi kolam saat normal dan tidak normal. Alat ini nantinya juga terhubung dengan smartphone, sehingga bisa dilakukan pemantauan jarak jauh. Setelah tahap pembuatan mesin dilakukan, mereka mengadakan pelatihan manajemen organisasi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan). Dengan adanya proses manajemen budidaya yang baik, tentunya akan menghasilkan hasil yang maksimal sesuai dengan perencanaan yang sebelumnya telah dipikirkan matang-matang. Selain itu, mereka juga melakukan bimbingan dan pendampingan kelompok secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa program nantinya mampu diterapkan di masyarakat, terutama bagi kelompok budidaya ikan lele yang harapannya mampu menerapkan konsep smart farming sendiri. Setelah pemaparan program selesai dilakukan, Pak Supriyadi, selaku Kepala Dusun Tegalsale Desa Jembrak pada sesi tanya jawab mengatakan, “Mesin pembuat pelet ikan atau automatic pelletizer ini sebenarnya sudah kami impikan sejak lama. Alhamdulillah dengan adanya program dari mahasiswa UNNES ini, akhirnya impian kami akan terwujud”. Pak Supriyadi yang juga merupakan peternak maggot di Desa Jembrak itu memberikan pernyataan yang pastinya menambah semangat tim PPK Ormawa BEM KM UNNES dan juga diikuti oleh beberapa volunteer untuk menjalankan program yang mereka bawa pada kegiatan Abdi Desa di tahun ini.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.