
Dosen Pembimbing : Dea Mustika,S.Pd., M.Pd
Disusun Oleh : Helly Esty Rahayu, Maisa Amalia, Suci Ramadhani, Rani Nurmaini
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Islam Riau
JurnalPost.com – Bahan ajar merupakan suatu perangkap yang disusun secara sistematis dan terancang yang perperan penting dalam efektivitas kegiatan pembelajaran di sekolah. Bahan ajar sangat berguna untuk melakukan proses pembelajaran di kelas karena dapat memudahkan guru menyampaikan pembelajaran kepada siswa secara tepat dan jelas (Trinaldi et al., 2022).
Guru yang tidak memiliki atau tidak dibekali bahan ajar yang tepat, mereka akan mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran, peningkatan pengajaran dan pembelajaran siswa, contohnya seorang guru yang kesulitan menyampaikan materi pembelajaran dan tidak memahami karakter siswa akan menciptakan suasana belajar yang membosankan dan tidak menarik. Oleh karena itu, bahan ajar yang digunakan dalam mengajar siswa haruslah mudah dipahami, sesuai kurikulum dan kebutuhan siswa.
Bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal adalah bahan ajar yang yang mengaitkan keberagaman budaya (kearifan lokal) dalam proses materi pembelajaran tematik. pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dengan mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa (Efendi, 2009). Pembelajaran yang bermakna didapatkan ketika siswa diajak untuk mengenal budaya lingkungan dan sekitarnya sendiri, yaitu dengan pembelajaran yang berbasis kearifan lokal salah satunya. Pengembangan bahan ajar tematik dapat memfasilitasi guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan lingkungan siswa.
Menurut Utari, dkk (2016) menyatakan bahwa kearifan lokal menjadi sangat penting mengingat bahwa proses pembelajaran yang terjadi di kelas, khususnya pada siswa sekolah dasar kelas rendah yang esensi proses pembelajaran di kelas rendah adalah pembelajaran kongkret yang dimana suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan siswa yang berkenaan dengan fakta dan kejadian di lingkungan sekitar siswa.
Adapun tahap-tahapan pada pengembangan bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar, yaitu sebagai berikut.
1. Merencanakan desain dan konsep pengembangan bahan ajar tematik sekolah dasar berbasis kearifan.
2. Rencana isi pembelajaran bahan ajar tematik di sekolah dasar berbasis kearifan lokal berdasarkan pada kurikulum, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran.
3. Pengumpulan materi sebagai bahan referensi gambar dan video yang terkait dengan kearifan lokal.
4. Penyedian alat dan bahan ajar tematik sekolah dasar berbasis kearifan lokal.
Selain itu, juga ada beberapa nilai lebih dari pengembangan bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal yaitu sebagai berikut.
• Mengenalkan kearifan lokal daerah kepada siswa.
• Upaya pelestarian kearifan lokal daerah kepada siswa.
• Memudahkan guru dalam menghubungkan materi yang dijelaskan dengan keadaan atau kondisi lingkungan daerahnya.
• Meningkatkan Kepribadian siswa seperti peduli, bertanggung jawab, belas kasihan dan kasih sayang.
• Mempermudah dan meningkatkan siswa dalam memahami suatu materi melalui hal yang familiar, sudah kenal dan dekat dengan mereka.
• Siswa dapat menerapkan kepribadian yang baik itu dari pembelajaran berbasis kearifan lokal pada kehidupan sehari-hari.




