
JurnalPost.com – Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan luar program studinya selama satu semester guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan pada satuan pendidikan dasar maupun menengah. Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi abad 21 yakni berpikir analitis, pemecahan masalah, kepemimpinan, manajemen tim, komunikasi interpersonal, kreativitas dan inovasi. Mahasiswa Kampus Mengajar menghadirkan program-program kegiatan yang kreatif dan inovatif untuk membantu meningkatkan semangat belajar para siswa. Ada lima fokus Program Kerja Kampus Mengajar yaitu literasi, numerasi, adaptasi teknologi, mitigasi perubahan iklim, pengelolaan perpustakaan dan pojok baca.
Sekolah Dasar Negeri Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo telah merasakan kehadiran Mahasiswa Kampus Mengajar sebanyak dua kali, pada angkatan 5 sebanyak tiga mahasiswa dan sekarang angkatan 7 sebanyak lima mahasiswa dengan jurusan dan universitas yang berbeda-beda yakni Administrasi Negara UNTAG Surabaya, Sosiologi UNAIR, Tata Niaga UNESA, Bimbingan Konseling dan Seni Rupa UNIPA Surabaya. Dengan adanya mahasiswa yang berlatar belakang dari beragam jurusan ini dapat membantu membangun program kegiatan yang menarik sesuai dengan jurusan mahasiswa masing-masing. Tidak hanya itu selama Kegiatan Kampus Mengajar berjalan, Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 juga bekerja sama dengan Dosen Pebimbing Lapangan (DPL) dan Bapak/Ibu guru SDN Kalanganyar dalam membuat maupun melaksanakan program kerja agar sesuai dengan kebutuhan sekolah ataupun siswa.

Setelah melakukan observasi, wawancara, dan survey melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada siswa kelas 5, menunjukkan bahwa literasi dan numerasi siswa kelas 5 masih rendah. Serta masih ada beberapa siswa yang belum bisa membaca, menulis, dan menghitung dengan baik karena faktor tertentu. Oleh karena itu, Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 di SDN Kalanganyar membuat beberapa program kerja yang berupaya untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa, serta mewujudkan profil pelajar pancasila diantaranya :
1. Festival Ramadhan, sebagai ajang perlombaan pidacil dan hafidz untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam berbicara di depan umum, serta memperdalam pemahaman agama.
2. Asistensi Mengajar, yakni berkolaborasi dengan guru/wali kelas dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas. Misalnya, memanfaatkan teknologi atau kreativitas lainnya sebagai media untuk belajar yang seru dan mudah dipahami oleh siswa.
3. BACA (Belajar Membaca), yaitu wadah bagi siswa yang masih kesulitan dalam membaca dan menulis.
4. Perbaikan Administrasi Perpustakaan, dengan memanfaatkan perpustakaan sebagaimana mestinya diharapkan dapat meningkatkan kemauan siswa untuk membaca buku sekaligus memberikan reward bagi pengunjung teraktif.
5. Literacy Camp, sekaligus merayakan Hari Pendidikan Nasional dalam bentuk kemah dan perlombaan literasi-numerasi diluar kelas dan dengan cara-cara yang lebih menarik.
6. Kartini Day’s, bukan hanya sekedar mengingat Ibu Kita Kartini maupun emansipasi wanita tetapi juga didalamnya terdapat kegiatan numerasi seperti Child Preneur (lomba bazar) dan kegiatan literasi (lomba poster).
7. Ecoprint, salah satu kegiatan P5 yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka dan kebetulan belum diterapkan di SDN Kalanganyar.
Dengan adanya berbagai macam kegiatan mulai dari bidang literasi, numerasi, pemanfaatan teknologi, perubahan iklim, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 berharap agar inovasi, kreativitas, dan kegiatan yang bermanfaat serta mendukung untuk meningkatkan kemampuan siswa dapat terus dijalankan. Kami juga berharap agar SDN Kalanganyar dapat terus berkembang dan dikenal sebagai sekolah yang unggul oleh masyarakat sekitar umumnya di Kecamatan Sedati.




