
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa yang biasa dikenal dengan sebutan (PMM) telah menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Kelompok 166 Mitra dosen yang merupakan salah satu partisipan progam Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) di periode 01 Februari 2024 – 01 Maret 2024. Dengan anggota kelompok yang berjumlah 4 orang terdiri dari dari M Cobain Aprilliano, Vira Tri Retnaningtyas, Najwa Aprilia Puspitasari, Ira Aditya Rahmawati, yang berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, serta dosen Dr. Rahmad Wijaya, M.M. selaku dosen pendamping lapangan (DPL).
Mahasiswa PMM Kelompok 166 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah memperlihatkan dedikasi mereka dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemasaran digital di Wisata Edupark Sengkaling. Dalam proyek PMM ini, mereka bertujuan untuk menarik minat pengunjung dengan fokus pada dua aspek yaitu pentingnya pemsaran Sengkaling Kuliner dan Sengkaling Fitness Center.
Sengkaling terkenal dengan kelezatan kuliner tradisionalnya yang khas. Namun, untuk menarik minat pengunjung, diperlukan strategi pemasaran yang tepat, terutama di era digital saat ini. Mahasiswa Kelompok 166 UMM terlibat aktif dalam membuat konten media sosial yang menarik untuk Sengkaling Kuliner. Mereka mengambil foto-foto menarik dari hidangan-hidangan lokal, membuat video singkat tentang proses pembuatan makanan, dan menuliskan ulasan yang menggugah selera. Konten-konten tersebut kemudian dipublikasikan secara online melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram.

Sengkaling Fitness Center juga menjadi destinasi yang diminati, terutama bagi mereka yang peduli dengan kesehatan dan kebugaran. Namun, untuk menarik minat lebih banyak pengunjung, pemasaran digital menjadi kunci. Mahasiswa Kelompok 166 UMM berperan dalam membuat konten pemasaran sosial media untuk Sengkaling Fitness Center. Mereka membuat video latihan yang menginspirasi, membagikan tips kesehatan, dan mengulas testimoni dari pengguna yang merasa terbantu dengan fasilitas tersebut.
Harapannya, upaya ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi wisata tersebut, tetapi juga menjadi pijakan untuk pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif di masa depan.




