JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di RT 03 RW 06, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan pendampingan ini merupakan kegiatan di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang. Kami yang beranggotakan 5 anak yaitu, Rangga Saputra Hari Pratama sebagai ketua pelaksana, Alfa Khaeral Ghiffari (Humas), Mochammad Irfan Sulifan (Sekretaris), Praditya Adi Saputra (Bendahara), Galvan Adam Maliiki (PDD) dengan Dosen Pembimbing (DPL) kami yaitu, Inda Rusdia Sofiani, S.T., M.Sc.
Pengabdian masyarakat merupakan wujud nyata dari kepedulian dan tanggung jawab sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam kasus ini, Kelompok 69 Gelombang 8 memilih bidang perikanan yang merupakan salah satu sektor penting dalam memenuhi kebutuhan pangan protein hewani masyarakat.
Pilihan budidaya ikan lele tidaklah sembarangan. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki pertumbuhan yang cepat serta tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dengan menggunakan sistem bioflok kelompok kami mengambil langkah yang inovatif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele.
Sistem bioflok merupakan teknologi budidaya ikan yang menggunakan bak penampungan air yang diperkaya dengan bakteri-bakteri tertentu yang dapat menguraikan limbah organik menjadi nutrisi bagi ikan. Dengan menggunakan sistem ini konversi pakan menjadi biomassa ikan menjadi lebih efisien, sementara risiko pencemaran lingkungan juga dapat dikurangi.
Penggunaan sistem bioflok oleh Kelompok 69 Gelombang 8 di RT 03 RW 06 tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi para anggotanya tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan mengurangi risiko pencemaran air dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, kami juga membantu memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Melalui penyuluhan dan pelatihan Kelompok 69 Gelombang 8 berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat sekitar dalam mengimplementasikan sistem bioflok ini, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan demikian, budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok oleh Kelompok 69 Gelombang 8 di RT 03 RW 06 merupakan contoh nyata dari pengabdian masyarakat yang inspiratif dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Semoga kegiatan kami ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan inklusif.




