JurnalPost.com, Gombong, Pemalang, Jawa Tengah – Kelompok Tani Desa Gombong Mengikuti Pelatihan Ubah Sampah Popok dan Pembalut Menjadi Media Tanam Subur yang diadakan oleh mahasiswa KKN Undip.
Gombong, 24 Januari 2024 – Sampah popok dan pembalut sering kali menjadi momok bagi masyarakat. Sulit terurai dan mencemari lingkungan, sampah ini menjadi salah satu penyumbang terbesar masalah sampah di Desa Gombong. Namun, di tangan kreatif Mahasiswa KKN Undip sampah popok dan pembalut berhasil diubah menjadi media tanam yang subur. Berkat program multidisipin “Pelatihan Pengolahan Sampah Popok dan Pembalut Menjadi Media Tanam”, kelompok tani di Desa Gombong kini mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Sekitar 30 orang anggota kelompok tani di Desa Gombong dengan antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka mempelajari cara mengolah sampah popok dan pembalut menjadi media tanam melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung.
“Prosesnya cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mahal,” ujar salah satu peserta pelatihan. “Kita hanya perlu membersihkan sampah popok dan pembalut, kemudian menjemurnya hingga kering. Setelah itu, sampah dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan bahan-bahan lain seperti air, seduhan gula jawa dan EM4.”
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi
Desa Gombong yang terletak di Kecamatan Belik,Pemalang memiliki permasalahan tentang pengolahan sampah popok dan pembalut. Tidak tersedianya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di desa ini membuat masyarakat nya kebingungan untuk mengolah atau menangani masalah sampah yang ada. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat Desa Gombong. Dengan mengolah sampah popok dan pembalut menjadi media tanam, masyarakat dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan hasil panen.
“Program ini sangat bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan hasil panen petani,” kata Ibu Kades, Kepala Desa Gombong.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan tentang pengolahan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Mengingat permasalahan sampah popok ini tidak hanya soal lingkungan tetapi juga soal kemasyarakatan. Banyak warga membuang sampah popok dan pembalutnya ke kebun milik tetangga atau warga lain sehingga memicu pertengkaran antar warga.
Program “Pelatihan Pengolahan Sampah Popok dan Pembalut Menjadi Media Tanam” di Desa Gombong merupakan langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi masyarakat yang lebih sejahtera. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk berinovasi dalam mengelola sampah dan menciptakan solusi yang ramah lingkungan.




