
JurnalPost.com – Surabaya 22/12/2023. 3 Mahasiwa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran Jawa Timur melakukan survei UMKM pada “Desa Wisata 1000 UMKM Sepande” untuk diberikan pendampingan. Desa Wisata Sepande merupakan desa wisata yang cukup unik dikarenakan pada desa wisata lain yang umumnya mengangkat tentang keindahan alam, objek alam, ataupun wahana yang dimiliki, namun pada desa ini yang diunggulkan atau yang menjadi daya tariknya adalah para pelaku usaha (UMKM). Desa Wisata ini memiliki struktur Kawasan yang sangat menguntungkan bagi konsumen dikarenakan terdapat pembagian Kawasan yang jelas.
Terdapat 2 kawasan yang ada pada desa ini yaitu Kawasan kuliner dan Kawasan kebutuhan akan pakaian. Para pelaku usaha ditempatkan pada bidangnya masing masing, sehingga hal ini dapat menarik perhatian konsumen. Dengan rapihnya pembagian Kawasan ini maka daya beli konsumen akan meningkat, konsumen pun mendapatkan banyak pilihan atau variasi dalam memilih pakaian ataupun makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Anisa, Ditha, dan Satriya melakukan survei UMKM untuk mempertimbangkan UMKM yang akan dipilih untuk diberikan pendampingan yaitu dengan memberikan materi kewirausahaan serta mengajarkan bagaimana cara untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, untuk kendala yang dihadapi para pelaku UMKM adalah pada bidang pemasaran serta promosi yang kurang menarik. Oleh karena itu, implementasi yang diberikan adalah pembuatan banner, pembuatan stiker logo, pembuatan packaging, dan pembuatan pamflet sebagai identitas usaha mereka maupun sebagai bahan promosi pada sosial media guna meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM. Dengan adanya digitalisasi, mayoritas masyarakat menginginkan cara yang efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhannya. Konsumen berharap dengan menggunakan 1 alat “gadget” dapat melakukan segala aktivitas, salah satunya adalah pembayaran Non-tunai. Keinginan seperti ini yang mengharuskan UMKM untuk mengikuti era digitalisasi ini agar usaha nya dapat berkembang. Para pelaku usaha perlu menyediakan pembayaran non tunai seperti Shopeepay, Gopay, Qris, Dana, dsb.
Dengan menyediakan pembayaran Non-tunai tentunya para pelaku usaha dapat meningkatkan penjualan dikarenakan telah memenuhi salah satu kebutuhan masyarakat. Pembayaran digital juga menguntungkan pelanggan dikarenakan setiap transaksi secara otomatis tercatat sehingga meminimalisir kesalahan dalam pembukuan keuangan UMKM. Pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis mereka dengan cara melakukan penjualan melalui media digital mengingat masyarakat di era ini menginginkan cara yang efisien dan efektif dalam memenuhi kebutuhannya. Beberapa platform penjualan digital telah memfasilitasi jasa pengantaran sehingga para pelaku usaha dapat melakukan penjualan secara efektif dan efisien. Dalam mewujudkan hal tersebut, maka perlu adanya pendampingan dari generasi muda. Pendampingan yang akan dilakukan untuk mendukung berkembangnya UMKM yaitu mendaftarkan UMKM pada platform digital serta pembuatan metode pembayaran digital. Dengan pendampingan ini diharapkan UMKM dapat berkembang cukup banyak dan akan tetap relevan di masa yang akan datang.




