
Sumber : Consumer News and Business Channel Indonesia (23 Juni 2020).
JurnalPost.com – Sebagai perusahaan yang menawarkan layanan transportasi dan pengantaran makanan, Gojek mungkin menghadapi penurunan dalam industri transportasi. Akibatnya, Gojek kini memperluas layanannya ke bidang lain, seperti layanan keuangan digital atau pengantaran barang.
Gojek akan memprioritaskan bisnis inti yang memberikan dampak seluas-luasnya, yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik.
“Gojek menetapkan strategi yang fokus pada bisnis inti. Menyusul hal itu, maka sumber daya yang kami miliki sebagian besar dikonsentrasikan untuk mendukung bisnis transportasi online, pesan-antar makanan dan kebutuhan pokok, serta dompet digital. Selain bisnis inti ini, layanan lainnya juga masih memiliki peluang untuk lebih berkembang seperti layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Halodoc,” kata Kevin Aluwi dan Andre Sulistyo, Co-CEO Gojek.
Menurut Co-CEO Gojek, Gojek memfokuskan bisnis inti untuk memastikan pertumbuhan Gojek secara berkesinambungan dan mampu bertahan di Tengah pandemi yang pada saat itu tidak tahu kapan akan berakhir. Gojek berupaya menjaga ekosistem secara keseluruhan agar tetap mampu memberikan dampak social secara luas kepada sekitar 2 juta mitra dan 500.000 UMKM.
Masalah-masalah yang muncul selama pandemi COVID-19
Pertama, penurunan permintaan tansportasi. Karena pembatasan pergerakan dan kekhawatiran penularan, pandemi dapat mengurangi permintaan untuk layanan transportasi.
Kedua, problem keamanan dan kesehatan. Keputusan pengguna untuk menggunakan Gojek dapat dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang keamanan dan kesehatan.
Ketiga, sumber daya keuangan yang terbatas. Penurunan pendapatan dan biaya operasional yang terus meningkat dapat menyebabkan tekanan keuangan bagi perusahaan.
Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Masalah
Pertama, faktor luar, atau pandemi. Pandemi COVID-19 mengubah perilaku konsumen dan membatasi pergerakan, yang merupakan penyebab penurunan permintaan.
Kedua, faktor internal (komunikasi dan teknologi). Kemampuan Gojek untuk mengubah dan menawarkan layanan baru dipengaruhi oleh faktor internal seperti tingkat teknologi dan kolaborasi dengan perusahaan lain.
Ketiga, faktor yang berkaitan dengan ekonomi (tekanan keuangan). Bisnis dapat berada di bawah tekanan keuangan karena hal-hal ekonomi seperti penurunan pendapatan dan peningkatan biaya operasional.
Upaya yang harus dilakukan untuk Gojek dalam Menghadapi Pandemi COVID-19
Gojek dapat menggunakan strategi diversifikasi layanan dan elastisitas permintaan untuk meningkatkan daya saingnya dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Untuk layanan yang elastis, Gojek dapat memberikan penawaran khusus, seperti diskon atau promosi, untuk meningkatkan permintaan.
Selain itu, Gojek sangat memperhatikan biaya variabel dan efisiensi operasional. Diharapkan peningkatan efisiensi, seperti otomatisasi proses operasional dan manajemen inventaris, akan membantu mengurangi biaya variabel bisnis. Metode ini sejalan dengan upaya terus-menerus untuk mengubah biaya sesuai dengan jumlah transaksi yang dilakukan.
Dengan menerapkan diskon atau cashback selama periode tertentu, strategi penyesuaian harga dinamis adalah komponen penting dari strategi Gojek.
Gojek juga dapat menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui pelatihan dan pengembangan karyawan, perusahaan berusaha mempertahankan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan menjaga kesehatan dan memberikan insentif yang sesuai dengan produktivitas.
Terakhir, Gojek bisa berkolaborasi dengan bisnis-bisnis kecil seperti UMKM lokal sebagai langkah rencana untuk meningkatkan layanan dan membuka peluang baru. Dengan strategi yang inovatif dan adaptif, pendekatan holistik ini menunjukkan upaya Gojek untuk mengatasi tantangan pasar.
Penulis: Muhammad Dimas Firouzi




