• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA

Editor Redaksi
29 Desember 2023
in Citizen Reporter

Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu kesehatan
Patimatus Shahro
Universitas Muhammadiyah Malang
Email : [email protected]

Keadaan emosional dan psikologis yang baik di mana masyarakat dapat menggunakan keterampilan kognitif dan emosionalnya untuk berfungsi dalam komunitasnya dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (Dewi Zulkarnainis dan Fatimah, 2019). Keadaan mental setiap orang tidak bisa sama. Hal ini menjadikan topik kesehatan jiwa menjadi topik penelitian dan pembahasan yang mendesak, karena berkaitan dengan potensi yang dimiliki individu itu sendiri, keluarga dan lingkungannya, serta masyarakat yang ada. Kesehatan mental yang sempurna diharapkan dapat mengoptimalkan kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menjalankan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa pengertian yang terkait dengan kesehatan mental, yang telah ditemukan pada tiga ciri pokok mental yang sehat, yaitu seseorang melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan atau melakukan usaha untuk menguasai, dan mengontrol lingkungannya, sehingga tidak pasif menerima begitu saja kondisi sosialnya seseorang dapat menunjukkan keutuhan kepribadiaannya untuk mempertahankan integrasi kepribadian yang stabil yang diperoleh sebagai akibat dari pengaturan yang aktif .Kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional.Sepanjang hal itu sesuai dengan keadaan orang lain agar dapat menumbuhkan masyarakat yang baik dan dapat membolehkan perkembangan ini pada anggota masyarakat selain pada saat yang sama menjamin dirinya agar berkembang dan toleran terhadap Masyarakat yang lain (Madani, 2013).

Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan jasmani, keduanya saling berkaitan, jika seseorang mengalami gangguan fisik maka bisa saja jiwa atau psikisnya terganggu, begitu pula sebaliknya. Sehat dan sakit merupakan kondisi biopsikososial yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia (Novendawati, 2021) Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap dirinya sendiri dan lingkungan alam pada umumnya sehingga dia dapat hidup dengan baik. merasa bahagia, bahagia dan hidup bahagia, berpikiran terbuka, berperilaku sosial normal serta mampu menghadapi dan menerima kenyataan hidup yang berbeda. Menurut Amanda, ada dua hal besar yang akan memengaruhi kesehatan mental pada tahun 2021, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut termasuk misalnya. kepribadian, kondisi fisik, perkembangan dan kedewasaan, kondisi psikis, religiusitas, sikap terhadap permasalahan hidup, makna hidup dan keseimbangan berpikir. Ada juga faktor eksternal termasuk kondisi sosial, ekonomi, politik, adat istiadat .

Adi, Mangalik dan (2020) dalam penelitiannya mengatakan bahwa gizi merupakan faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keselarasan perkembangan fisik dan mental. Selain itu, penelitian mengenai hubungan depresi dan pola makan yang dilakukan Anggrain (2014) menemukan adanya hubungan antara depresi dan pola makan. Gizi buruk dapat berdampak pada masa depan sumber daya manusia yang buruk, sering lupa, tidak mengerti apa pun yang berhubungan dengan instruksi, anak terlihat bodoh dan ditakuti oleh teman karena tidak tahu bagaimana bekerja sama atau berkumpul dalam kelompok. anak-anak yang terpinggirkan dalam hubungan sosial (Santoso, 2008). Malnutrisi juga dapat menyebabkan menurunnya produktivitas otak sehingga menimbulkan berbagai penyakit mental, salah satunya adalah depresi.Orang yang menderita depresi tidak memperhatikan pola makannya dan mengurangi aktivitas fisik sehingga menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas (Surilena dan Agus ). , 2006). Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti melemahnya imunitas tubuh sehingga mudah terserang penyakit (Soekirman, 2000). Nutrisi yang lebih baik, kelebihan berat badan atau obesitas juga tidak baik. Peningkatan gizi menjadikan remaja menjadi malas, kurang aktif dan peralihan menuju usia dewasa dan tua. Kondisi gizi merupakan faktor risiko terjadinya beberapa penyakit degeneratif dan metabolik. Dalam keadaan tertentu, seperti stres, tugas, beban kerja yang tinggi, konsumsi energi, lemak, karbohidrat dan protein meningkat yang tercermin pada perbedaan rata-rata konsumsi energi (Chaput dan Tremblay, 2007). Makanan merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh linear langsung terhadap penentuan status gizi seseorang.

Dalam keadaan depresi, seseorang cenderung lupa untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, kebersihan diri, dan kebutuhan istirahat. Jika makanan yang dikonsumsi sedikit dan bertahan dalam waktu yang relatif lama, seseorang mengalami defisiensi gizi yang berujung pada penurunan status gizi (Bonnie, 2000). Hal ini menimbulkan keraguan bahwa gangguan jiwa dapat diatasi dengan sendirinya dengan mengonsumsi makanan bergizi tinggi, tidur yang cukup, mengurangi kafein, alkohol atau obat penenang lainnya, tidak merokok, berolahraga secara teratur, dan menggunakan teknik relaksasi sederhana seperti yoga. atau meditasi. (Promkes, 2018). Permasalahan yang telah sampaikan di atas mengarah kepada fakta bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental telah menjadi suatu hal penting pada masa pandemic ini. Sehingga perlu dilakukannya intervensi terhadap masyarakat dengan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya asupan gizi pada kesehatan mental dalam bentuk sosialisasi webinar. Diharapkan setelah mengikuti program ini diharapkan agar peserta lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan asupan gizi sehari-hari dalam menunjang kesehatan fisik dan psikologis.

1. DAMPAK KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh dua hal, yaitu internal dan eksternal. Pengaruh internal juga dapat menjadi landasan yang kuat untuk memperkuat kesehatan mental seseorang di situasi pandemi yang sulit ini, yaitu. kita tahu bahwa meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi membantu orang mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Kita juga bisa mengetahui mengapa kita perlu beradaptasi. membantu masyarakat menghadapi tantangan karena dapat meningkatkan ketahanan mental, yaitu kemampuan mengatasi dan bangkit setelah kesulitan atau perubahan besar.

2. CARA MENGATASI
Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk webinar dengan peserta masyarakat Indonesia yang di wakili oleh para bapak dan ibu rumah tangga yang bekerja, dan aktivis akademik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini dilakukan dengan menggunakan media daring dalam bentuk webinar yang berdurasi selama empat jam. Di akhir acara para peserta diberikan kuesioner yang mengukur pengetahuan tentang kesehatan mental dan kepuasan dari peserta seminar.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.