Semarang, JurnalPost.com - Putera Puteri Jawa Tengah 2026 menghadiri Pameran Arsip Sejarah bertajuk “Dalam Cengkeraman Saudara Tua – Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942–1945)” di Rumah PoHan, Kota Lama Semarang, Minggu (31/5/2026).
Kehadiran Putera Puteri Jawa Tengah diwakili oleh Muhammad Adel Hilmi Halwanu, Winner Putera Jawa Tengah 2026, dan Auliya Alfi Al Aufa, Fourth Runner-up Puteri Jawa Tengah 2026.
Pameran yang berlangsung hingga 7 Juni 2026 itu menampilkan beragam arsip filateli, mulai dari prangko, surat, kartu pos, dokumen pos, hingga artefak autentik yang merekam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pendudukan Jepang tahun 1942–1945.
Pembukaan pameran turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. Keduanya menekankan pentingnya pelestarian arsip sejarah sebagai media edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Fadli Zon menyampaikan bahwa arsip filateli tidak hanya memiliki nilai koleksi, tetapi juga menjadi bukti autentik yang merekam dinamika sosial, politik, dan komunikasi masyarakat Indonesia pada masa pendudukan Jepang.
“Arsip, prangko, dan berbagai budaya material yang ditampilkan dapat membantu masyarakat memahami perjalanan bangsa Indonesia secara lebih dekat dan nyata,” ujar Fadli Zon.
Putera Puteri Jawa Tengah mengamati Kurasi Pameran Filateli (Sumber: Putera Puteri Jawa Tengah)
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai pameran tersebut menjadi sarana penting untuk menjaga memori kolektif bangsa. Menurutnya, kegiatan ini juga memperkaya kawasan Kota Lama Semarang sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya.
“Filateli mengajarkan kepada kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak kehilangan ingatannya,” kata Agustina.
Muhammad Adel Hilmi Halwanu mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pameran tersebut. Menurutnya, arsip-arsip yang ditampilkan memberi perspektif berbeda dalam memahami sejarah Indonesia, khususnya pada masa pendudukan Jepang.
“Pameran ini menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya dapat dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui arsip dan benda-benda autentik yang menjadi saksi perjalanan bangsa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda,” ujarnya.
Senada, Auliya Alfi Al Aufa menilai pameran tersebut menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih dekat dan menarik bagi kalangan muda.
Melalui kehadiran dalam pameran ini, Putera Puteri Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari sejarah Indonesia. Mereka juga mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga dan melestarikan arsip sebagai bagian dari identitas bangsa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda