Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Pulsed Electric Field: Terobosan Baru dalam Teknologi Pengeringan Pangan Modern

Pulsed Electric Field: Terobosan Baru dalam Teknologi Pengeringan Pangan Modern

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
18 Mei 2026, 00.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pulsed Electric Field
Sumber: Generated using OpenAi DALL.E (2026)

Penulis : Salsabila Hanifa Yolanda Email : [email protected] Prodi : Ilmu Pangan Universitas : IPB University

JurnalPost.com - Pengeringan merupakan salah satu metode pengawetan yang banyak digunakan oleh masyarakat karena mudah diterapkan dan mampu memperpanjang umur simpan. Prinsip pengeringan dengan cara menghilangkan sebagian kadar air dari suatu bahan melalui proses penguapan.  Kadar air yang rendah pada produk pangan dapat menghambat aktivitas enzim dan mencegah terjadinya reaksi kimia dan biokimia yang dapat menyebabkan kerusakan produk. Metode yang umum digunakan dapat dengan pengeringan konvensional menggunakan sinar matahari maupun menggunakan alat pengering buatan. Namun, pada umumnya proses pengeringan membutuhkan waktu yang lama dan berpotensi menurunkan mutu produk, seperti perubahan warna, kerusakan senyawa bioaktif, dan penurunan karakteristik sensori. Oleh karena itu, diperlukan teknologi terbaru yang inovatif untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan tanpa mengubah mutu dari produk atau bahan pangan tersebut.

IKLAN

Salah satu teknologi yang dapat dijadikan alternatif yaitu teknologi non-termal berupa Pulsed Electric Field (PEF). Teknologi ini mulai banyak dikembangkan dalam industri pangan. Teknologi ini banyak dilirik karena potensinya dalam meningkatkan efisiensi proses sekaligus mempertahankan kualitas produk pangan. Prinsip kerja PEF dengan cara memberikan kejut listrik bertegangan tinggi dalam waktu singkat sehingga menyebabkan elektroporasi pada membran sel yaitu terbentuknya pori-pori kecil pada membran sel. Proses Elektroporasi meningkatkan permeabilitas membran sel dan mempermudah perpindahan massa. Sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat tanpa memberikan kerusakan akibat termal yang berlebihan pada bahan pangan.

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Penerapan PEF sebagai pretreatment sebelum proses pengeringan telah banyak dikembangkan pada berbagai produk pangan dan memberikan potensi yang baik. Perlakuan dengan PEF dapat meningkatkan permeabilitas membran sel melalui mekanisme elektroporasi sehingga perpindahan massa selama proses pengeringan menjadi lebih efektif . Peningkatan perpindahan massa menyebabkan migrasi air dari dalam menuju ke permukaan jaringan lebih efektif selama proses pengeringan. Keseluruhan proses ini menyebabkan peningkatan laju pengeringan dan waktu yang lebih singkat. Selain menyebabkan peningkatan laju pengeringan, perlakuan PEF juga mampu mengurangi kerusakan struktur jaringan selama proses pengeringan. Pengamatan mikrostruktur yang menunjukkan bahwa sampel bayam dengan perlakuan pretreatment  PEF memiliki jumlah kerutan (wrinkles) yang lebih sedikit dibandingkan perlakuan kontrol ataupun pretreatment dengan air panas. Di sisi lain, perlakuan PEF dapat meminimalkan shrinkage (penyusutan volume) selama proses pengeringan sehingga struktur internal bahan tetap lebih porous dan tidak terlalu padat. Struktur yang lebih porous dapat meningkatkan efektivitas perpindahan massa selama proses pengeringan. Temuan tersebut dinyatakan oleh Yamakage et al. (2021) pada proses hot air drying pada bayam.

IKLAN

Yeo et al. (2024) menunjukkan penggunaan PEF sebagai pretreatment di teh hitam dengan fungsi yang sama untuk meingkatkan permeabilitas membran sel dan efektivitas perpindahan massa. Penerapan PEF sebelum proses pelayuan dan pengeringan diketahui mampu mempercepat proses pengeringan hingga 50% dibandingkan perlakuan kontrol (tanpa PEF). Peningkatan efisiensi proses ditandai dengan peningkatan conductivity yang menunjukan peningkatan permeabilitas sel akibat elektroporasi sehingga komponen intraseluler lebih mudah keluar dari jaringan bahan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa PEF berpotensi meningkatkan efektivitas transfer massa dan intensifikasi proses pengeringan pada sistem pengolahan pangan modern. Selain itu, pada penelitian ini juga diketahui PEF berpotensi menurunkan kebutuhan energi proses dibandingkan metode pengolahan konvensional.

PEF menunjukkan potensi yang baik dalam meningkatkan efisiensi pengeringan. Teknologi ini mampu meningkatkan transfer massa, mempercepat laju pengeringan, serta mengurangi waktu proses tanpa menyebabkan kerusakan mutu yang signifikan. Namun, teknologi ini masih memiliki beberapa tantangan. Efektivitas PEF sangat dipengaruhi oleh parameter proses, seperti kuat medan listrik dan waktu perlakuan, sehingga diperlukan optimasi yang berbeda untuk penggunaan tiap bahan. Penggunaan PEF diketahui membutuhkan peralatan khusus yang menyebabkan biaya investasi teknologi PEF relatif tinggi, sehingga penggunaan untuk industri kecil masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penerapan PEF agar lebih efisien dan ekonomis pada sistem pengolahan pangan modern.

Yamakage K, Yamada T, Takahashi K, Takaki K. 2021. Impact of pre-treatment with pulsed electric field on drying rate and changes in spinach quality during hot air drying. Innov Food Sci Emerg Technol. 68 January:102615. doi:10.1016/j.ifset.2021.102615.

IPB University Edukasi Ibu Balita
Baca Juga

Menenun Harapan Bebas Stunting dari Saung AEWO Mulyaharja, IPB University Edukasi Ibu Balita tentang Gizi dan PHBS

Yeo H, Kim S, Shahbaz HM, Jeong S, Ju H, Jeon J, Lee D. 2024. Effects of Pulsed Electric Field Pretreatment on Black Tea Processing and Its Impact on Cold-Brewed Tea.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pulsed-electric-field-terobosan-baru-dalam-teknologi-pengeringan-pangan-modern/93274/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #IPB University

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.