JurnalPost.com - Perubahan iklim global yang semakin mendesak menuntut dunia, termasuk Indonesia, untuk segera melakukan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, PT PLN (Persero) mengambil langkah nyata dengan membentuk COLONY (Collaboration Learning and Innovation Opportunity), sebuah ekosistem pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi perubahan industri energi global.
Sektor energi, khususnya pembangkitan listrik, merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi karbon. Oleh karena itu, program pembelajaran dalam COLONY berfokus pada peningkatan pemahaman dan penguasaan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT), manajemen perubahan, serta strategi inovatif untuk mempercepat transisi energi.
Pada sesi pembukaan kelas pembelajaran COLONY Nuclear, Denik Putri Perdani selaku Senior Manager PT PLN (Persero) UPDL Suralaya mewakili Y. Endah Cahyaningrum selaku General Manager PT PT PLN (Persero) Pusdiklat menyampaikan akan terus mendukung percepatan transisi energi melalui pengembangan kompetensi pegawai. Pembelajaran dilaksanakan secara berkala mulai bulan Juni sampai dengan September 2025.
Program pembelajaran COLONY memiliki tujuan utama untuk: 1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pegawai mengenai transisi energi serta dampaknya terhadap bisnis dan operasional PT PLN (Persero). 2. Memberikan wawasan tentang teknologi energi terbarukan dan model bisnis inovatif dalam industri energi. 3. Mengembangkan hard competency anggota COLONY dalam bidang transisi energi. 4. Memenuhi kebutuhan KKJ sesuai dengan Direktori Kompetensi PT PLN (Persero), khususnya dalam bidang kompetensi energi nuklir.
Program ini ditujukan untuk mendukung peningkatan hard competency anggota COLONY, terutama dalam memahami transisi energi dan strategi manajemen perubahan. Melalui pembekalan ini, para profesional PT PLN (Persero) diharapkan mampu:
• Mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola bisnis energi. • Memanfaatkan peluang dari transisi energi global. • Memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target NZE Indonesia 2060.
Dalam hal ini, PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan Lembaga Kajian Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (LKFT UGM) dalam proses pembelajaran ini. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan 2 level pengetahuan terkait dengan Nuclear, antara lain:
• Level 1 - Awareness & Basic Knowledge (Knowledgeable): Meningkatkan pemahaman bagi profesional non-teknis dan entry-level terkait transisi energi nuclear yaitu dengan topik pembelajaran nuclear fundamental, nuclear fuel & waste management (front end & back end), basic nuclear design, operation & maintenance, nuclear 3S systems (safety, security, & safeguard), small modular reactor (SMR) & advanced reactor technologies, tahapan pembangunan PLTN.
• Level 2 - Basic Skill (Practitioner): Mengembangkan keterampilan teknis dasar dalam pengelolaan dan operasional infrastruktur energi transisi nuclear yaitu dengan topik pembelajaran nuclear fundamental lanjutan, nuclear operations, nuclear maintenance, and decontamination, nuclear safety, nuclear security and safeguard, social, enviromental and public communication, SMR design and safety features, nuclear decommisioning, tahap pembangunan PLTN : studi tapak & persiapan SDM, tahap pembangunan PLTN : manajemen proyek.
PT PLN (Persero) akan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi transisi energi, mendukung percepatan transformasi bisnis PT PLN (Persero) dan pencapaian target NZE Indonesia pada tahun 2060.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda