MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Beberapa hari ini, masyarakat Kota Makassar dihebohkan dan sangat merasa terganggu dengan adanya bau tidak sedap yang diperkirakan berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tamangapa di Antang.
Bau tidak sedap ini tercium hingga ke wilayah Tamalanrea, Jalan Veteran, Hertasning, Pettarani, dan beberapa wilayah lainnya.
Jika dilihat dari segi jarak, sangat kecil kemungkinan jika bau tersebut berasal dari TPA Tamangapa yang terletak di kawasan Antang, karena letaknya terbilang jauh dari dari beberapa wilayah tersebut.
Beberapa pihak, mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan sabotase dengan melakukan hal-hal yang membuat hampir seluruh wilayah Kota Makassar diserang dengan bau tidak sedap (bau sampah).
Menanggapi hal tersebut, Pakar Politik dan Pemerintahan dari Univeritas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, mengatakan, program Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Moh Ramdhan Pomanto yang terkait dengan masalah penanganan sampah ini sudah sangat banyak dan sangat baik. Termasuk pembenahan TPA Tamangapa di Antang yang saat ini tengah dilakukan.
"Masalah sampah ini kalau dikaitkan dengan unsur politik agak rumit sih. Sebenarnya kebijakan Pemkot Makassar tentang sampah ini kan sudah ada, dan itu sudah tegas. Itu juga kan berdasarkan program Walikota, dan memang sudah menjadi komitmen, serta program primadona dari program-program yang diusung Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Danny Pomanto," kata Adi, kemarin.
Program penangan sampah seperti Makassar Tidak Rantasa (MTR), Lihat Sampah Ambil (LISA), termasuk lrogram Bank Sampah dan program pemberdayaan lorong ini dikatakannya akan menjadi tuntutan dan bentuk pertanggung jawaban Pemkot Makassar kepada publik.
"Realisasi dari program-program itu akan menjadi bentuk pertanggung jawaban Pemkot terhadap publik," ujarnya.
Untuk mewujudkan dan merealisasikan hal itu, lanjut Adi, Pemkot Makassar sebenarnya sudah melakukan banyak hal dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan juga berbagai program yang melibatkan masyarakat.
Akan tetapi, Adi melihat dukungan masyarakat terhadap program dan kebijakan dari Pemkot Makassar masih belum benar-benar bersinergi dan masih membutuhkan usaha yang lebih keras lagi.
"Menurut saya kalau dilihat dari segi program, apa yang dilakukan oleh Pemkot di bawah kepemimpinan Pak Dany itu sudah sangat baik, tinggal bagaimana mengoptimalkan dan merelisasikannya. Hanya saat ini memang saya lihat dukungan masyarakat belum begitu optimal, dan belum benar-benar bersinergi dengan pemerintah. Aparat pemerintah memang harus bekerja lebih keras lagi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar tindakan dan perilaku mereka bisa benar-benar bersinergi dengan program Pemkot," ujarnya.
Lebih jauh Adi mengatakan, permasalahan penangan sampah ini merupakan masalah yang berhubungan dengan usaha untuk merubah mentalitas masyarakat, dan itu merupakan hal yang tidak muda untuk direalisasikan.
"Masalah sampah ini merupakan masalah yang berkaitan langsung dengan mentalitas masyarakat, dan ini tidak mudah. Aparat Pemkot Makassar harus memiliki usaha dan kesabaran ekstra untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat. Tapi terlepas dari itu semua, saya pribadi sangat mengapresiasi program dan konsep serta usaha Walikota terkait masalah penanganan sampah ini," tutupnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda