Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Profetik Institute Gelar Dialog Eksistensi MEA di Graha Pena Fajar

Profetik Institute Gelar Dialog Eksistensi MEA di Graha Pena Fajar

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
21 Februari 2016, 14.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Profetik Institute Gelar Dialog Eksistensi MEA di Graha Pena Fajar
Profetik Institute Gelar Dialog, Merefleksikan Kembali Eksistensi MEA

JURNALPOST.COM - Profetik Institute menggelar dialog merefleksi kembali Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Graha Pena Fajar Jl. Urip Sumoharjo sabtu, 20 Februari 2016 dengan mengankat tema "Membangun Ekonomi Insani Menyongsong Masyarakat Insani".

Ibu Tenry Amriani, SE sebagai moderator dalam dialog ini sempat dia mengupas bahwa kita perlu merefleksikan ulang atau mengambil jarak sejenak dari percepatan ekonomi global khususnya terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN, agar kita bisa memilah, menilai dan memilih manakah aspek dari MEA yang bisa memperkuat ke-manusiaan kita dan mana aspek yang malah mereduksi kemanusiaan kita, karena pada dasarnya Ekonomi memang ada untuk manusia bukan sebaliknya, kata moderator itu.

IKLAN
Profetik Institute Gelar Dialog, Merefleksikan Kembali Eksistensi MEA

Dialog kali ini, diawali dengan prakata dari Direktur Umum Profetik Institute, Muh. Asratillah Senge, ST. Dia menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sedang mengalami kebingungan (confuse) dalam menghadapi realitas ekonomi disekitarnya terkhusus MEA, ini ditandai dengan paradoks yang ada. Di satu sisi publik begitu gandrung dalam menggunakan tafsir ekonomi politik sebagai framing dalam membaca realitas kekinian tapi di satu sisi ada semacam ketakutan terhadap realitas ekonomi pasar, jelas asra.

BRITON ; MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Baca Juga

Briton ; Membangun Sumber Daya Manusia Berbasis Kearifan Lokal

Maka dari itu dia sangat mengharapkan bahwa perlu melakukan kajian yang cukup mendalam terhadap isu-isu ekonomi kontemporer, jelasnya.

IKLAN

Dalam dialog tersbut ada tiga panelis yang menjadi narasumber. Panelis yang pertama yaitu Abdul Rachmat Noer, SE selaku wakil ketua KADIN Sulsel, dia mengatakan bahwa pada hakikatnya MEA merupakan tantangan bagi masyarakat Indonesia, hal ini dikarenakan bahwa globalisasi ekonomi merupakan sesuatu yang tak terhindarkan, maka dari itu peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia merupakan sesuatu yang mutlak untuk dilakukan, kata rahmat nur.

Ishak Ngeljaratan selaku budayawan Sulsel dan berperan sebagai panelis ke dua dalam dialog tersebut, menegaskan bahwa ada dua poros nilai yang perlu ditegakkan dan dijadikan sebagai fondasi dalam menghadapi perekonomian global, poros yang pertama adalah poros nilai-nilai keadilan yang dalam terminologi budaya bugis makassar diwakili oleh terma "lempu' " yang bisa diartikan sebagai kejujuran dan keikhlasan, dan terma "siri' " yang dapat diartikan rasa malu jika melakukan kesalahan terhadap sesama. Poros nilai yang kedua adalah poros nilai "rahmat" atau "kasih sayang" yang dalam kosakata budaya bugis makassar diwakili oleh terma "pacce" yang dapat diartikan sebagai rasa malau jika tak melakukan kebaikan terhadap sesama. Bagi pak Ishak jika kedua poros nilai ini bisa diaktualisasikan maka akan tercipta keharmonisan hidup dalam kebersamaan, tegas ishak.

Selain itu yakni panelis pertama Dr. Muh. Sabri. A.R, M.Ag, mengemukakan bahwa tak dapat dipungkiri bahwa kini telah terjadi pergeseran nilai hidup, parameter prestise dan kebudayaan di tengah-tengah masyarakat kita. Ada satu kecenderungan yang menurut dia yang perlu untuk diwaspadai, yaitu kecenderungan era kebudayaan kontemporer untuk mengkomoditaskan segala sesuatu termasuk dalam hal ini mengkomoditaskan (komodifikasi) terhadap manusia. Sehingga seseorang tak lagi dihampiri, didekati sebagai manusia tetapi hanya sebagai objek, benda atau barang. Dengan kata lain terjadi penekanan yang berlebihan terhadap sisi objek-empirik pada manusia dan pengabaian terhadap aspek subjek-maknawi manusia, jelas sabri.

Menteri Riset Dan Perguruan Tinggi Akan Hapus Dikotomi PTN Dan PTS
Baca Juga

Menteri Riset Dan Perguruan Tinggi Akan Hapus Dikotomi PTN Dan PTS

Maka dari itu dia mengharapkan bahwa perlu melakukan penemuan kembali aspek subjek-maknawi manusia yang diabaikan tersebut di tengah-tengah gemuruh roda perekonomian global, tutupnya.(Basri)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/profetik-institute-gelar-dialog-eksistensi-mea-di-graha-pena-fajar/1121/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #MEA
  • #Masyarakat Ekonomi Asean

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.