26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Problematika Politik Pendidikan

Oleh Sartika

JURNALPOST – Pendidikan merupakan sebuah usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik, “Sebuah upaya sadar”, merupakan upaya pertama yang harus dilakukan institusi pendidikan.

Upaya menyadarkan eksistensi diri sendiri oleh pendidikan haruslah bersifat dasar pada diri individu tersebut, sedangkan upaya penyadaran eksistensi dirinya di dalam masyarakat adalah upaya yang dilakukan institusi pendidikan agar peserta didik mampu merefleksikan apa yang terjadi pada dirinya dengan masyarakat, permasalahan dirinya dengan masyarakat, permasalahan masyarakat dengan dirinya dan lebih luas lagi eksistensi dirinya sebagai seorang warga sebuah negara.

Dengan demikian hanya frase ‘’upaya sadar’’ tidak bisa lepas dari sebuah kegiatan politis, yaitu kegiatan yang memiliki kepentingan menyadarkan diri tentang eksistensi dirinya dan masyarakatnya.

Namun demikian, pendidikan hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan. Disinilah politik berperan dalam pendidikan, sebagai variabel bebas yang bisa dimanipulasi, pendidikan bisa digunakan untuk kepentingan apapun dalam ukuran baik atau buruk.Pendidikan dimata politik hanyalah alat untuk melanggengkan sistem dan alat rekonstruksi sistem.Sebagai contoh ketika elit politik mengkehendaki karakter orang Indonesia harus kembali pada jalurnya sebagai karakter yang ramah, santun dan jujur.

Maka pendidikan sebagai alat pencapai tujuan menggarap kurikulum pendidikan karakter. Pendidikan sebagai upaya sadar seharusnya mengetahui bahwa pendidikan karakter bukan hanya semata menginginkan karakter orang Indonesia kembali pada jalurnya, melainkan adanya pendangkalan makna yang terjadi dalam pelaksanaan proses. Orang berkarakter Indonesia disimbolkan dengan orang yang menggunakan pakaian rapi, licin, berkemeja dan bersepatu kinclong. Ini merupakan ekses yang terjadi ketika dalam pengerjaan kurikulum yang terintegrasi dengan pendidikan karakter digarap asal-asalan.Sehingga pelaku pendidikan seperti pendidik-peserta didik mengalami pendangkalan makna.

Dari segi politik, bisa saja memang inilah yang dikehendaki oleh elit politik, menghegemoni budaya kaum elit.Kaum elit seringkali dianggap lebih tinggi derajatnya dan dianggap lebih santun ketimbang tukang becak dan kaum proletariat.

Maka sudah jelas kiranya pendidikan tidak boleh bebas nilai, karena akan sangat menguntungkan kaum yang sedang berkuasa pada saat itu, sebagai contoh kita seringkali mendapati perubahan kurikulum di setiap perubahan rezim yang berkuasa. Pendidikan haruslah bermuatan nilai yang dapat mengayomi masyarakat, pendidikan haruslah menjadi solusi bagi masyarakat sehingga terjadi perubahan struktur sosial menghapus kesenjangan yang dibuat ideologi liberal yang memisahkan antara pendidikan dan masyarakat, dan Indonesia bukanlah berideologi liberal namun berideologi Pancasila, yang didalamnya telah mencanangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian pendidikan pasti menghasilkan perubahan. Perubahan tersebut dapat terjadi hanya pada individu terdidik, tetapi juga dapat terjadi pada aras sosial. Pendidikan memberikan sumbangan pada perubahan sosial yang terjadi pada individu maupun masyarakat.

Politik pendidikan adalah kajian tentang relasi antara proses munculnya berbagai tujuan pendidikan dengan cara penyampaiannya yang terfokus pada kekuatan yang menggerakkan perangkat pencapaian tujuan pendidikan dan bagaimana dan kemana perangkat tersebut akan diarahkan.

Selain itu politik pendidikan juga diartikan sebagai metode mempengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Politik pendidikan juga berorientasi pada bagaimana pendidikan dapat dicapai dengan baik.Berbeda dengan pendidikan politik (penpol), yakni usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik bagi perannya di dunia politik. Dan pendidikan politik ini juga menjadikan manusia melek akan politik.

Pendidikan selalu sepihak, pendidikan yang diberikan oleh pendidik selalu berdasarkan keinginan pola penguasa yang menetapkan kurikulum.Dan karenanya politik ternyata sangat berkait erat dengan pendidikan.Politik adalah kebijakan.Siapa yang menguasai politik atau siapa yang menjadi pemimpin dialah yang kemudian menentukan arah pendidikan.Hal seperti ini bisa membawa ke dua hal positif dan negatif.

Semua tergantung apabila ternyata pemerintah yang menetapkan kebijakan pendidikan adalah sebuah pemerintahan yang baik, yang serius ingin memajukan pendidikan di negaranya, maka dunia pendidikan di Negara tersebut akan maju. Sebaliknya, apabila pemerintah yang menetapkan kebijakan politik pendidikan adalah pemerintahan yang kurang peduli terhadap pendidikan, bahkan cenderung ingin menguasai pendidikan tersebut, maka politik pendidikannya akan menjadi sangat subyektif. Sebagai sebuah contoh pelajaran sejarah adalah sebuah pelajaran yang sangat rentan terhadap manipulasi pendidikan. Sejarah bisa saja ditulis berdasarkan pemenang sejarah, dan bukan berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi.

Secara negatif, pendidikan bisa dipandang sebagai perpanjangan tangan penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya karena mereka memberikan pendidikan berdasarkan apa yang mereka suka dan inginkan agar kelanggengan kekuasaan mereka tetap terjaga. Politik pendidikan yang dibawa oleh pemerintahan yang cenderung memandang pendidikan sebagai sebuah perpanjangan tangan penguasa akan menjadi sebuah politik pendidikan yang sepihak, berdasarkan apa yang ingin diberikan oleh penguasa.

Sebaliknya, apabila kita memandang politik pendidikan secara positif, di mana pemerintah yang menetapkan kebijakan-kebijakan tersebut adalah benar-benar serius terhadap perubahan sosial, maka politik pendidikan yang dibawa akan memberikan sebuah perubahan sosial yang positif. Masyarakat akan bisa dididik melalui pendidikan yang ditetapkan oleh politik pendidikan sebuah pemerintahan tertentu. Pendidikan yang diberikan juga harus sedemikian rupa sehingga tidak menekankan pada perubahan-perubahan sosial dan kecerdasan.Pendidikan yang negatif cenderung selalu menguntungkan kaum yang kuat.Padahal semestinya pendidikan itu bersifat membebaskan.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.