JAKARTA, JurnalPost.com - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, dan sejumlah pejabat lainnya. Pembangkit listrik ramah lingkungan yang dibangun perusahaan China ini diklaim yang terbesar dari jenisnya di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.
PLTS Terapung Cirata membentang di permukaan waduk dengan luas area mencapai 200 hektare dengan lebih dari 340 ribu panel surya. Pembangkit listrik ini memiliki kapasitas 192 Megawatt Peak (MWp) dan mampu menerangi puluhan ribu rumah.
https://www.youtube.com/watch?v=6Ukc7yO2L4A
"Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat acara peresmian pada Kamis (9/11) pagi.
Dia mengeklaim PLTS Terapung Cirata ini menjadi yang terbesar dari jenisnya di Asia Tenggara dan ketiga di dunia. Pembangkit baru ini sekaligus menambah kapasitas dari pembangkit listrik ramah lingkungan lainnya yang sudah lebih dulu ada di kawasan itu yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata yang memiliki kapasitas terpasang 1.000 MW.
Foto dari udara yang diabadikan pada 9 November 2023 ini menunjukkan booster station di pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. (Xinhua/Xu Qin)
Selanjutnya, Jokowi menginginkan seluruh potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan dengan inovasi teknologi yang telah berkembang pesat. Dia juga menginginkan ke depannya saluran transmsi akan menjadi solusi terhadap tantangan untuk menghubungkan pembangkit energi terbarukan yang jauh dari pusat ekonomi.
PLTS tersebut, dengan investasi dari Uni Ermit Arab (UEA) dan dibangun oleh PowerChina Huadong Engineering Corporation Limited (HDEC) yang berada di bawah naungan PowerChina, akan mengurangi emisi karbon dioksida, sulfur dioksida, dan nitrik oksida masing-masing sebesar 214 ribu ton, 9 ribu ton, dan 4,5 ribu ton per tahun, demikian disampaikan Zhang Huizhong, manajer proyek PLTS Terapung Cirata. (Xinhua)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda