Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Potensi Pengelolaan Ekowisata Mangrove berbasis Tradecarbon di Jawa Timur

Potensi Pengelolaan Ekowisata Mangrove berbasis Tradecarbon di Jawa Timur

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Mei 2026, 20.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ekowisata Mangrove

JurnalPost.com - Integrasi antara ekowisata mangrove dan perdagangan karbon di Jawa Timur menawarkan potensi yang sangat besar untuk menciptakan model bisnis berkelanjutan yang menggabungkan pelestarian lingkungan, mitigasi iklim, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berikut potensi utama dari ekowisata mangrove yang berbasis perdagangan karbon:

Ekosistem mangrove merupakan salah satu penyerap karbon paling efektif di dunia, mampu menyimpan rata-rata 394 ton karbon per hektar, jauh melebihi kapasitas hutan tropis daratan. Cadangan karbon ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di pasar karbon sukarela maupun pasar kepatuhan. Perlindungan kawasan ekowisata mangrove mencegah hilangnya biomassa ini, sehingga emisi karbon yang berhasil dihindari dapat disertifikasi dan dijual sebagai kredit karbon kepada perusahaan atau negara yang ingin menyeimbangkan emisi mereka.

IKLAN

Pendapatan dari hasil penjualan kredit karbon dapat digunakan untuk mendanai dan mengembangkan infrastruktur ekowisata itu sendiri. Contohnya, pada Kuamut Rainforest Conservation Project dan proyek Mikoko Pamoja, dana dari penjualan kredit karbon dialokasikan melalui mekanisme pembagian keuntungan untuk membiayai program inisiatif ekowisata, infrastruktur desa, pinjaman mikro, dan ketahanan pangan masyarakat lokal. Hal ini menciptakan sumber pendapatan ganda bagi pengelola kawasan, yaitu dari tiket/paket wisata dan dari sertifikat karbon.

Tanam 7.000 Mangrove
Baca Juga

Semen Tonasa Tanam 7.000 Mangrove, Perkuat Perlindungan Pesisir Pangkep

Ekowisata yang terintegrasi dengan proyek karbon sangat potensial dikembangkan menjadi edu-ekowisata. Kawasan ini tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memberikan pendidikan langsung kepada pengunjung seperti turis, pelajar, dan peneliti tentang penyerapan karbon, restorasi ekosistem, dan mitigasi pemanasan global. Aktivitas interaktif seperti pembibitan dan penanaman mangrove oleh wisatawan dapat dimasukkan sebagai paket wisata yang secara langsung menambah stok karbon kawasan tersebut.

IKLAN

Sistem ekowisata berbasis karbon menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama. Proyek perdagangan karbon seringkali membutuhkan perlindungan area dan pemantauan jangka panjang yang menyerap tenaga kerja lokal. Masyarakat dapat dipekerjakan sebagai penjaga hutan untuk mencegah penebangan liar, sekaligus bertindak sebagai pemandu ekowisata. Integrasi ini memberikan alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi, sehingga ketergantungan masyarakat pada praktik yang merusak seperti penebangan bakau untuk tambak atau kayu bakar dapat dikurangi.

Pada tingkat global, banyak korporasi mencari proyek Nature-Based Solutions untuk memenuhi target net-zero emissions mereka. Kawasan ekowisata mangrove yang dikelola dengan baik dapat menarik investasi hijau jangka panjang dari perusahaan-perusahaan ini. Perusahaan tidak hanya membeli kredit karbon, tetapi sering kali juga memberikan dukungan berupa dana Corporate Social Responsibility untuk meningkatkan fasilitas ekowisata dan pelestarian keanekaragaman hayati di area tersebut.

Meskipun potensinya sangat besar, penggabungan ekowisata dan perdagangan karbon memiliki beberapa tantangan. Salah satu hambatan utama adalah rendahnya pemahaman masyarakat lokal mengenai skema perdagangan karbon internasional. Selain itu, pasar karbon mensyaratkan proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi yang ketat dan memakan biaya untuk memastikan bahwa emisi karbon benar-benar terserap secara transparan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga riset/NGO, dan masyarakat setempat untuk membangun kapasitas ini.

Global Nature
Baca Juga

Komunitas Sukses Wujudkan Konservasi Ecowisata SDGS Pulau Curiak

Penulis: Agnes Tresia Silalahi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/potensi-pengelolaan-ekowisata-mangrove-berbasis-tradecarbon-di-jawa-timur/92960/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Ekowisata Mangrove
  • #Penanaman Mangrove

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.