JurnalPost.com - Perwakilan dari Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salahsatu panelis dalam event ASEAN People's Forum (APF) 2025 yang diselenggarakan di Wisma MCA, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 24-25 Mei 2025
"Kegiatan ini merupakan forum tahunan Civil Society Organizations di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar-komunitas, serta memperjuangkan keadilan sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kerangka ASEAN yang inklusif dan berpihak pada rakyat," ujar Aristia Fathah, selaku Climate Programming Focal Point PMI
Menurut Aristia, dalam event ini berkesempatan menjadi salah satu panelis dalam side event klaster “Just Energy Transition, Environment, and Biodiversity.” dengan Judul Sesi "Strengthening Southeast Asia: Where Collaboration Meets Climate Adaptation.

"Kehadirannya ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam penulisan salah satu bab (chapter) dalam laporan SEACAR Report 2.0 (Southeast Asia Climate Adaptation and Resilience) yang disusun oleh SEACAR Alliance,"terangnya
Dijelaskan Aristia, dalam penulisan chapter tersebut dirinya mengambil judul “Nature-Based Approach through Communities Ready to Act (CoRTA) Project”, yang mengangkat praktik baik dari implementasi Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NbS) dalam Proyek CoRTA yang dilaksanakan di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia mengatakan, proyek ini merupakan dukungan dari Palang Merah Amerika yang dalam implementasinya dilaksanakan oleh Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Community Volunteer/CBAT) yang memiliki peran penting dan menjadi aktor utama dalam implementasi di lapangan
Lebih lanjut dikatakan, selain menjadi ruang diskusi, dalam side event ini juga dilakukan kegiatan pre-launching buku laporan SEACAR 2.0 yang memuat tulisan tersebut. Buku ini rencananya akan resmi diterbitkan pada bulan September 2025 oleh WWF, Think City, dan Boston Consulting Group (BCG).
Kegiatan ini memberikan ruang penting bagi perwakilan CSO untuk menyuarakan pendekatan lokal terhadap isu lingkungan dan iklim, sekaligus menegaskan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor dan negara di kawasan ASEAN. (Atep Maulana)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda