Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Politik
  3. Pilkada DKI: Hasil Survey Ahok Masih Tinggi, PDIP Tak Calonkan Ahok

Pilkada DKI: Hasil Survey Ahok Masih Tinggi, PDIP Tak Calonkan Ahok

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
20 Juni 2016, 17.47 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Pilkada DKI: Hasil Survey Ahok Masih Tinggi, PDIP Tak Calonkan Ahok

Jurnalpost.com - Elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama memang masih tinggi, belum ada yang menandingi hasil survei terbaru , Manilka Research & Consulting , ahok masih mencapai 49,5 persen. Namun Ahok hingga saat ini, Basuki belum menentukan apakah dia akan maju melalui jalur independen atau partai politik (parpol).

Dalam Sebuah Diskusi diJakarta (19/6/2016) yang diadakan oleh Manilka , Charles Honoris yang mewakili PDIP mengatakan bahwa PDIP) memastikan tidak akan mendukung calon independen dalam Pilgub DKI 2017 mendatang.

IKLAN

Charles mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang belum mendapatkan keputusan tentang langkah apa yang akan diambil oleh PDI-P di Pilgub 2017. Namun yang jelas, pihaknya tidak akan mendukung calon dari independen karena masih mempercayai bahwa partai politik merupakan pilar demokrasi dan alat perjuangan.

Pilkada DKI: Survey LSPI Ahok masih Unggul, Yusril Bisa Menyusul
Baca Juga

Pilkada DKI: Survey LSPI Ahok masih Unggul, Yusril Bisa Menyusul

"Bagi PDI-P sudah mutlak tidak mungkin mendukung calon perseorangan. Kami tidak tahu ke depan bagaimana, karena belum ada keputusan dari DPP partai," ujar Charles. Ia mengatakan, PDI-P kerap memberi keputusan dan langkah yang akan diambil pada akhir-akhir batas waktu. Hal yang sama juga terjadi saat Pilgub DKI 2012 lalu ketika mengusung Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki.

Namun, yang pasti, PDI-P masih mendukung dan mengapresiasi kinerja Basuki dan Djarot Saiful Hidayat yang saat ini menjadi wakilnya di Pemprov DKI. Hal tersebut juga terbukti hingga saat ini tidak ada satu pun anggota DPRD di DKI yang menandatangani hak menyatakan pendapat (HMP) yang diajukan kepada Basuki.

"Tetapi, kami hormati calon independen. Ini hanya masalah prosedur di Pilgub. Kami tetap yakin dengan jalur kepartaian, saya hormati independen," katanya.

Survei Manilka itu dilakukan mulai 2-7 Juni 2016 dengan 400 responden. Dari hasil survei tersebut, elektabilitas tertinggi masih dipegang oleh Basuki, disusul kemudian oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (34,3%). Hal tersebut berdasarkan dengan survei dari popularitas yang masih dipegang Basuki di angka 98,8%, disusul oleh Yusril Ihza Mahendra sebanyak 82,2%, dan Abraham Lunggana sebanyak 82,3%. Selanjutnya untuk tingkat kesukaan, Basuki juga masih berada tertinggi di 62,5 %, kemudian Ridwan Kamil di 61,3%, Yusuf Mansur di 60,3 %, dan Tri Rismaharini sebanyak 58,5 %.

Joko Widodo
Baca Juga

Simalakama Ijazah Jokowi dan PDIP

Menanggapi hasil survei tersebut, Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan mengatakan, persentase sebesar 49,5 % yang diraih Basuki memang tinggi, tetapi masih rawan. Sebab dari pengalaman di Pilgub DKI 2012, tiga bulan sebelum pencoblosan Fauzi Bowo sebagai petahana saat itu elektabilitasnya pun tinggi mencapai angka yang sama seperti Basuki saat ini, sedangkan penantangnya, Jokowi di angka 14,4 %.

"Jadi di mana-mana, posisi incumbent akan selalu menguntungkan. Yang paling dikenal dalam segala hal. Posisi itu juga meskipun masih tinggi tapi masih rawan dalam konteks Pilgub," katanya.

IKLAN

Ia mengatakan, dalam konteks survei, di mana pun mayoritas warga DKI tetap menginginkan gubernur yang berlatar belakang muslim, namun bagi PKB hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab yang terpenting, katanya, yang terpilih adalah merupakan pilihan terbaik dari warga Jakarta.

"PKB masih dalam proses seleksi, tapi sayang Pak Basuki tidak masuk dalam kandidat kami karena tidak mendaftar. Secara pribadi kami hargai pilihan Pak Basuki untuk maju independen," katanya.

Ahok Di Sidang Kasus Ups Dana Siluman DKI
Baca Juga

Ahok : Kalau Tahu Saya Tempeleng di Sidang Kasus UPS

Ia pun mendorong supaya Basuki tetap konsisten berada di jalur independen sehingga tidak mengecewakan relawannya saat ini yang sedang berjuang, Teman Ahok. Namun apabila Basuki akan berubah pikiran, katanya, ia pun menyarankan supaya komunikasi dilakukan dengan baik mulai saat ini mengingat Basuki tidak bisa berkelamin ganda, memilih independen dan partai secara bersamaan.

Pengamat Politik Sigma Sahid Salihudin mengatakan, dari hasil survei tersebut bisa dibuktikan bahwa dari beberapa Pilgub, soal popularitas tidak selalu menjamin. Pasalnya, petahana akan selalu mendapat posisi tertinggi untuk ukuran popularitas, termasuk juga Basuki.

Namun dari tingkat kesukaan, selisih antara Basuki dan tokoh-tokoh lain seperti Ridwan Kamil dan Yusuf Mansur perbedaannya sangat tipis. Ia menilai bahwa tingkat kesukaan lebih cenderung mempengaruhi pilihan seseorang dibandingkan popularitas. Hal ini, katanya, berbahaya bagi Basuki.

"Pilgub kali ini DKI bisa menghasilkan 6 pasangan calon, 2 independen dan 4 parpol. Tetapi kans terbesar akan ada 3 pasangan calon, tapi bisa juga 2 manakala Basuki berjodoh dengan PDI-P," katanya.

Jumlah 3 atau 2 pasang calon tersebut, kata Said akan sangat bergantung pada negosiasi Basuki dengan Megawati Soekarnoputri. Pasalnya di PDI-P ada dua cara pengusungan, yakni di level DKI dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

"Kalau Bu Mega deal dengan Basuki, saya jamin Basuki tidak akan independen karena ini pertaruhan tentang ideologi partai," katanya.

Selain itu, dari hasil survei tersebut juga terlihat bahwa tokoh yang levelnya bisa menandingi Basuki, hanya Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil. Kendati demikian, dukungan kepada Basuki baik ia melalui jalur partai atau independen, disebutkannya tidak akan berubah. Namun ia menyarankan supaya Basuki tetap berada di jalur independen sebagai bentuk jalur pengujian. "Kalau bayangkan PDI-P ikut perseorangan, itu tidak masuk logika politik," pungkasnya.

Bakal Calon Gubernur DKI, Sandiaga Uno yang turut hadir dalam diskusi tersebut juga mengapresiasi hasil survei tersebut meskipun baginya hasil itu sangat buruk. Akan tetapi ia berharap, Gubernur DKI yang terpilih nanti benar-benar bisa menangkap aspirasi rakyat untuk menjadikan Jakarta jadi lebih baik. "Ini fenomena menarik karena Jakarta. Kita melihat tokoh nasional dibidik. Ini sudah panggung nasional karena nama-nama nasional yang maju. ( *heri zohiri)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pilkada-dki-hasil-survey-ahok-masih-tinggi-pdip-tak-calonkan-ahok/2797/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.09 WITA

  • #Ahok
  • #Hasil Survei
  • #PDIP
  • #Pilkada DKI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Erick Komala Terima Penghargaan atas Dedikasi Memperkuat Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Jawa Timur

Kongres X GPM Tetapkan Alit Kelakan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Kongres X GPM di TMII, Hasto Kristiyanto Tekankan Ideologi dan Kaderisasi

Pengawasan Pemilu Berbasis Gender: Mengapa Harus Ada Perempuan dalam Struktur Pengawas Pemilu?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.