Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pesona Batik Gedog Tuban Warisan Adat Yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Pesona Batik Gedog Tuban Warisan Adat Yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
28 Desember 2025, 00.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Batik Gedog Tuban

Tuban, JurnalPost.com – Di tengah hiruk pikuk modernisasi dan serbuan kain tekstil pabrikan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tetap mempertahankan warisan batik yang lebih dari sekadar busana yaitu batik gedog. Kain ini bukan hanya identitas budaya, melainkan juga cerminan filosofi hidup masyarakat setempat, di mana proses pembuatannya masih memegang teguh tradisi leluhur.

Makna mendalam di balik nama "gedog". Nama gedog sendiri berasal dari bunyi alat tenun tradisional yang digunakan, yang berbunyi "dog... dog..." merupakan tiruan suara kayu yang beradu saat proses penenunan benang menjadi kain. Suara ritmis inilah yang menjadi musik pengiring para perajin di sentra-sentra batik seperti Kecamatan Kerek dan Semanding. "suara gedog itu ibarat detak jantung Tuban. Selama suara itu masih ada, artinya tradisi menenun dan membatik kami masih hidup," ujar ibu Siti, salah seorang perajin senior di Kerek.

IKLAN

Keunikan utama batik gedog Tuban terletak pada proses pembuatannya yang sepenuhnya menggunakan tangan, mulai dari menanam kapas: bahan baku benang berasal dari kapas lokal yang ditanam sendiri. Pemintalan: kapas dipintal secara manual menjadi benang. Penenunan (ngedog): benang ditenun menggunakan alat tenun gedog. Pewarnaan alam: pewarna didapat dari alam, seperti kulit mahoni (cokelat), atau daun mengkudu (merah). Pembatikan: proses membatik dilakukan di atas kain hasil tenun gedog, biasanya menggunakan teknik batik tulis. Proses yang memakan waktu hingga berbulan-bulan ini menghasilkan tekstur kain yang khas, sedikit tebal, dan memiliki serat alami yang kuat.

Kalau Batik Terasa Seperti Mau Kondangan
Baca Juga

Kalau Batik Terasa Seperti Mau Kondangan, Apakah Anak Muda Tak Cinta Budaya?

Motif legendaris yang kaya filosofi, gatik gedog kaya akan motif tradisional yang menyimpan cerita dan nilai-nilai luhur. Beberapa motif yang paling ikonik meliputi: kijing miring yang memiliki makna mengingatkan manusia akan kematian. Lokananta yang Menggambarkan ukiran kuno, seringkali dihubungkan dengan sejarah Majapahit. Ganggeng yang bermotif tumbuhan air, melambangkan kesuburan dan keseimbangan alam. Motif-motif ini berbeda dengan batik dari daerah lain karena cenderung geometris, tegas, dan sarat dengan pengaruh budaya pesisir utara Jawa.

Tantangan dan upaya pelestarian, meski memiliki nilai seni dan historis yang tinggi, batik gedog Tuban menghadapi sejumlah tantangan, terutama regenerasi perajin muda. Proses yang panjang dan tidak seinstan produksi pabrik membuat banyak generasi muda beralih ke sektor lain. Namun, pemerintah daerah dan komunitas lokal tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan, antara lain pelatihan wirausaha: memberikan pelatihan membatik dan menenun secara gratis bagi pelajar. promosi digital: memasarkan produk melalui e-commerce dan media sosial untuk menjangkau pasar nasional dan global. Regulasi daerah: mendorong penggunaan batik gedog sebagai seragam wajib bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pelajar di Tuban. batik gedog Tuban adalah sebuah mahakarya, ia adalah bukti bahwa di era modernisasi, warisan budaya yang dihidupi dengan cinta dan ketekunan akan selalu menemukan tempatnya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pesona-batik-gedog-tuban-warisan-adat-yang-bertahan-di-tengah-modernisasi/89560/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.09 WITA

  • #Batik Gedog
  • #batik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  4. 4

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  5. 5

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.