Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Perseteruan Antara Negara Serumpun, Masih Jaman?

Perseteruan Antara Negara Serumpun, Masih Jaman?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Juni 2023, 16.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Perseteruan Antara Negara Serumpun, Masih Jaman?
Foto : merahputih.com

JurnalPost.com - Sebagai seseorang yang terlahir dalam lingkungan yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia serta Asia seharusnya sudah terbiasa dengan toleransi. Bagaimana tidak? ASEAN saja punya slogan, The ASEAN Way. Namun tidak jarang, perseteruan antar negara yang serumpun ini sering sekali ditemui. Pasalnya, hingga hari ini, orang-orang Indonesia masih sering memiliki kesalahpahaman antara pakaian adat Minang yang dianggap “dicuri” oleh masyarakat Malaysia. Selain kebudayaan seperti ini, banyak sekali bukti nyata bahwa masyarakat Asia Pasifik atau masyarakat Asia secara keseluruhan belum bisa mencapai tingkat toleransi yang tinggi. Salah satu isu yang baru-baru ini menjadi fokus pembicaraan di jagat maya adalah keberadaan baju adat Negeri Sembilan yang menurut beberapa masyarakat “mencuri” kebudayaan adat Minang. Lalu, apakah hal tersebut benar adanya?

Negeri Sembilan secara geografis, berdekatan secara langsung dengan Sumatera Barat yang identik dengan budaya serta suku khas Minangkabau. Salah satu kebudayaan yang dibawa oleh masyarakat Minangkabau adalah budaya merantau, dimana mereka akan berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya dengan maksud tertentu. Tentu saja, masyarakat Minang yang merantau ini akan membawa kebudayaan asal daerahnya secara sadar atau tidak sadar. Makanya, tidak aneh jika kita melihat dari pakaian adat sampai rumah gadangnya pun masih sangat mirip, atau bahkan memang benar mereka punya darah keturunan Minang. Walaupun demikian, masyarakat Indonesia tidak boleh menyalahkan bahwa mereka memiliki kebudayaan Minang yang sangat terkenal di negara tersebut. Masyarakat Indonesia memang memiliki hak penuh terhadap kebudayaannya, namun itu bukan berarti masyarakat Minang tidak boleh menyebarkan adat istiadatnya di negara lain.

IKLAN

Pada dasarnya, segala bentuk klaim yang dibuat oleh masyarakat Malaysia tidak boleh diambil hati. Masyarakat Indonesia harus punya pendirian teguh bahwa ketika ada bangsa lain yang berusaha untuk menyamai kebudayaan lokal, kita seharusnya berbangga diri, karena mau kita setuju atau tidak, mereka sedang berusaha untuk menyamai Indonesia dalam perkembangan budayanya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga harus berperan penting dalam perkembangan budaya yang semakin lama semakin tergerus oleh zaman. Beberapa tahun terakhir, banyak sekali klaim yang dibuat oleh negara lain yang menurut masyarakat Indonesia mencuri kebudayaan lokal. Namun, masyarakat Indonesia hanya bisa marah-marah dan tidak berusaha untuk melestarikannya. Kebudayaan yang dahulu dianggap cenderung kolot oleh anak muda, kini makin terlupakan karena adanya kebudayaan luar yang mungkin terlihat lebih menarik. Tetapi, ketika kebudayaan tersebut ingin dilestarikan serta di klaim oleh negara lain, masyarakat Indonesia termasuk yang paling duluan unjuk gigi.

IMG 20240905 WA0012
Baca Juga

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

IKLAN

Memang harus saya acungi jempol jika berbicara tentang usahanya, namun rasanya agak aneh ketika kebudayaan itu tampak terlupakan, hanya satu atau dua komunitas saja yang berusaha melestarikannya. Yang hanya bisa marah-marah kemana saja?

Itulah yang seharusnya dibenahi, semuanya bisa dimulai dengan menyukai serta mengenali sejarah juga mencari cara bagaimana bisa mengenali budayanya lebih dekat. Belajar dari para orang tua mengenai bahasa daerah yang menurut saya sudah makin hilang dihantam datangnya bahasa asing. Mari sudahi perseteruan dan berebutan kebudayaan serta adat, sudah tidak zaman. Sekarang, yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita mengembalikan kebudayaan asli Indonesia agar tidak tergerus oleh digitalisasi. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus bisa meningkatkan literasi dan membudayakan riset sebelum klaim bahwa kebudayaan kita dicuri atau diikuti oleh negara lain. Tidak perlu lagi perseteruan antar negara serumpun maupun menggunakan kata-kata yang tidak baik maupun aksi impulsif. Yang perlu dilakukan adalah masyarakat Indonesia harus menunjukkan pada dunia bahwa kebudayaan tersebut milik kita dan kita berani untuk melestarikannya.

Oleh: Aziizah Ika Meichella Universitas Padjadjaran

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perseteruan-antara-negara-serumpun-masih-jaman/54908/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 09.49 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Pilihan Editor

  1. 1 Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel
  2. 2

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.