JurnalPost.com - Faldli Yulizal warga Dusun 2 Kapur Desa Sendayan,Kec. Kampar Utara, Beliau adalah salah satu Petani Sawit, sudah 4 tahun lamanya ia melakoni petani sawit.Dalam keterangannya saat wawancara ia menyatakan awal merintis usaha sawit ia hanya ikut-ikut saja pada petani yang di kampungnya,
Fadli Yulizar mulai belajar tentang bagaimana cara merawat tanaman sawit agar tetap sehat sejak awal penanaman, Mulai dari pemilihan lokasi yang unsur tanah gambut yang mengandung mineral merupakan tanah yang cocok untuk bertani sawit. Selain penentuan lokasi pemilihan bibit unggul sawit juga menjadi faktor utama dalam bertani sawit, pembersihan lahan secara rutin dan pemupukan secara teratur dan pemenuhan akan kebutuhan air pada tanaman sawit.

Umur tanaman satu tahun tanaman sawit belum dapat menghasilkan buah, tapi kalau bibit unggul umur satu tahun sudah mulai menghasilkan buah, Umur: 0 -1 bulan mulai diberi pupuk urea 100 gram, 2-3 bulan diberi pupuk kembali, dan setiap 3 bulan sampai tanaman menghasilkan buah. Tapi dalam bertani sawit terdapat kendala yang sering dihadapi seperti adanya hama yang dapat menghambat pertumbuhan kelapa sawit.
Terdapat 2 jenis hama pada kelapa sawit yakni binatang seperti monyet dan babi, serta serangan jamur Ganoderma sangat membahayakan budidaya tanaman kelapa sawit. Selain mengakibatkan kematian pada tanaman juga mempengaruhi turunnya hasil produksi.
Berdasarkan hasil identifikasi dan pengamatan di lokasi untuk mengatasi serangan hama babi dan monyet membutuhkan kerja sama yang baik antar petani, namun Petani Sawit Desa Sendayan tidak mengadakan kerjasama dalam memberantas hama babi dan monyet. Untuk pengendalian serangan jamur menggunakan pestisida kimia dilakukan guna mencegah penyebarannya ke tanaman lain. Selain gangguan hama faktor cuaca juga menjadi penentu keberhasilan tanaman sawit.

Dalam bertani sawit banyak tantangan yang dihadapi Petani sawit di Desa Sendayan yang paling menonjol adalah modal awal dalam merintis usaha, dikarenakan awal bertani pada masa pemeliharaan dari awal bulan sampai bulan ke-6 sawit sama sekali belum menghasilkan. Modal awal yang dibutuhkan tergantung dari besar lahan yang dimiliki, misal lahan dengan luas 1 hektar bisa ditanami 143 pokok kelapa sawit jika jarak tanam 8x9 meter, dengan rincian biaya sebagai berikut:
1. Harga bibit kelapa sawit bibit unggul/pohon kisaran Rp.60.000,- 2. Pupuk Rp.120.000,-/karung (1 karung 50 kg) meletakkan pupuk 1/2 karung per masing-masing pokok. 3. Upah pemotongan pokok Rp.14.000,- 4. Modal untuk pembersihan sewa alat berat pembersih lahan lahan Rp.8.000.000,-
Proses panen kelapa sawit menggunakan alat dodos dan egrek jika tanaman sawit memiliki tinggi lebih dari 4 meter maka digunakan egrek menggunakan mesin. Petani sawit di Desa Sendayan menjual hasil panen mereka ke Pabrik Buah kelapa sawit dengan harga kisaran Rp.1.950,-/kg. satu hektar jika dipanen sekali dua minggu lebih kurang dapat 1,5 ton sawit.
Petani sawit di Desa Sendayan menggunakan pupuk ramah lingkungan karena pupuk yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk sayuran. Adapun batas usia sawit biasanya 25 tahun sudah tidak bisa diambil karena sudah terlalu tinggi (kurang lebih 15 meter), kemudian ditebang untuk ditanami kembali.

Penghasilan sawit cukup untuk menghidupi perekonomian sehari-hari tergantung dari luar lahan yang sawit yang kita miliki" Tutur Faldli Yulizal
Penduduk desa Sendayan umumnya bekerja sebagai petani kelapa sawit namun ada juga yang bertani sebagai petani karet. Petani sawit di Desa Sendayan berharap kedepannya untuk pertanian sawit semoga jalan menuju pertanian sawit dapat diakses dengan lebih baik.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda