Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Peran Film The Architecture of Love dalam Cultural Studies

Peran Film The Architecture of Love dalam Cultural Studies

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
03 Juli 2025, 22.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Peran Film The Architecture of Love dalam Cultural Studies

Oleh: Rakha Aditya Putra, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

JurnalPost.com - The Architecture of Love¬¬ tidak hanya menyajikan sebuah kisah cinta yang romantis, akan tetapi juga banyak perpesktif yang dapat di eksplorasi secara kompleks. Misalnya terhadap kisah cinta, penyembuhan, dan makna hidup. Sehingga film ini mengajak penonton untuk merenung sejenak, terlebih lagi apabila jalan ceritanya berkesinambungan dengan kisah cinta yang dialami dari tiap individu penonton. Meliputi kedua aktor ternama, film ini berhasil merubah pandangan penonton untuk melihat lebih jauh film bertemakan romansa yang tidak biasa dengan konflik yang dibawakannya.

IKLAN

Dalam perspektif Cultural Studies, penayangan film kisah cinta mereka dapat dipahami sebagai arena produksi makna dan penguatan identitas. Menegaskan bahwa dengan adanya melalui pembuatan film The Architecture of Love menjadi daya tarik sendiri dari kacamata penonton untuk mengenal keterbukaan antar identitas romansa dalam suatu hubungan. Meski demikian, pada film ini juga memunculkan budaya kultural sebagai bumbu keindahan kisah cinta yang diperankan kedua karakter tersebut. Pada momen ini juga mengajak penonton untuk mengkritisi sikap mereka yang sebenarnya tidak disangka-sangka dramatisnya.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pada film ini menjelaskan bahwa sebuah kisah cinta tak semestinya berjalan mulus seperti apa yang dibayangkan kedua pasangan pada umumnya. Akan tetapi, memberikan pengalaman baru bahkan pandangan baru terhadap hubungan menjalin kisah cinta. Maka dari itu, film ini menjadi salah satu representasi sinema Indonesia yang berani menghadirkan isu-isu agak nyeleneh dari kisah cinta yang seringkali dimuat untuk produksi sinema. Film ini juga memuat pendekatan secara Diskursus Kesehatan Mental, dapat dilihat dari karakter River Yusuf yang diperankan oleh Nicholas Saputra (Hartono, V. D. ,2024). Peran River mengangkat isu tersebut dilihat dari rasa traumatis yang Ia dapatkan setelah usai kisah cintanya bersama mantan kekasihnya. Hal ini berkaitan dengan perjalanan kisah cintanya bersama Raia Risjad yang diperankan oleh Putri Marino.

IKLAN

Terlebih lagi latar belakang pekerjaan kedua karakter tersebut sangat bertolak belakang, River sebagai Arsitektur dan Raia sebagai Penulis buku. Pada momen ini saling merepresentasikan sikap mereka kepada lawan bicaranya, berdasarkan apa yang mereka kerjakan (Amin, M. M. N., & Hidayat, M). Seperti yang sering River ucapkan ketika asik berjalan berdua dengan Raia, Ia sering memanfaatkan gedung – gedung bersejarah untuk memberikan kesan menarik untuk Raia. Sama hal-nya dengan yang Raia terapkan, melalui diksi tulisannya yang bisa membuat River kagum kepadanya. Sehingga menyebabkan timbulnya perbedaan subkultur dalam menjalin kisah cintanya, keduanya bersama memikul rasa penasaran yang begitu dalam untuk berusaha mengetahui satu sama lain.

Praktis budaya yang terjalin pada kisah cinta mereka yaitu saling mempertahankan hubungan, dengan cara menguatkan satu sama lain saat keduanya bersama untuk menghilangkan rasa traumatis yang kerap dimiliki kedua peran tersebut. Akan tetapi, konflik pada film ini menjelaskan bahwa proses penyembuhan akibat cinta tidak segampang yang dipikirkan. Melainkan cukup rumit, hingga melibatkan banyak pihak untuk bisa merayakannya. Ideologi nyata dapat dibuktikkan langsung meliputi kedua peran, dengan cara mengenal satu sama lain dan tentu memiliki tujuan untuk lepas dari bayang – bayang masa lalunya. Sehingga pada momen ini Raia cukup terdominasi dengan sikap yang River kerahkan kepadanya, output dari kasus ini yaitu membawa dampak perubahan pada karakter antar kedua peran tersebut.

Sebenarnya kisah perjalanan cinta mereka bisa dianggap rumit, karena dianggap tidak jelas arahnya bagaimana. Keduanya berusaha mempertahankan hubungan yang terjalin, akan tetapi di sisi lain juga terkesan acuh yang menyebabkan ricuh. Konflik yang terjadi bisa dibilang seperti arah jarum jam yang diulang setiap harinya, berdetak semestinya dengan kasus yang sama. Puncak permasalahan pada film ini yaitu ketika Raia mengetahui ternyata River mengidap rasa trauma yang dialaminya setelah kehilangan kekasihnya dulu, mulai dari situ juga Raia bersikap mengerti dan tidak pernah membahas hal yang serupa untuk membuat River tetap nyaman didekatnya. Kisah cinta mereka bisa dibilang cukup dramatis, melibatkan rasa penasaran dan penyembuhan sesama lain.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Menurut saya, teori pada fenomena ini cukup krusial untuk dibicarakan antar kedua belah pihak. Bertujuan sebagai keterbukaan satu sama lain, dan tidak adanya kesalahpahaman dari tiap individu yang terlibat. Seharusnya dapat memberikan kesan yang menarik bila peran River lebih terbuka di awal pada Raia, sehingga Raia tidak bisa memahami situasi River pada saat itu. Hal ini lumrah dilakukan guna untuk memberikan dampak menyenangkan dan berkesan untuk diskusi bagaimana komunikasi yang terjalin antar kedua belah pihak.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-film-the-architecture-of-love-dalam-cultural-studies/83211/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.