DENPASAR, JurnalPost.com – Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan penguatan pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan akuntansi sederhana bagi pelaku UMKM kerajinan bambu straw di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan PKM tersebut diketuai oleh I Putu Iwan Pramana Putra, S.E., M.M., dengan anggota Made Surya Pramana, S.A., M.M. dan I Made Aditya Pramartha, S.E., M.Si., Ak.
Program dilaksanakan melalui sejumlah tahapan yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, hingga penyusunan keberlanjutan program. Seluruh tahapan dirancang secara sistematis agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok pengrajin bambu straw yang diketuai I Wayan Ary Marista.
Pelaksanaan PKM dilatarbelakangi sejumlah persoalan yang masih dihadapi mitra, terutama dalam pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha.
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dinilai masih belum optimal. Mitra sebenarnya telah mengenal sejumlah platform digital, tetapi penggunaannya masih bersifat insidental dan belum diarahkan menjadi bagian dari strategi pemasaran yang terencana.
Selain itu, sebagian besar transaksi usaha belum didokumentasikan secara sistematis. Keuangan usaha juga masih bercampur dengan keuangan rumah tangga sehingga pelaku usaha mengalami kesulitan untuk mengetahui kondisi keuangan usahanya secara riil.
Permasalahan lainnya adalah masih terbatasnya pemahaman anggota kelompok mengenai akuntansi sederhana. Sebelum program dilaksanakan, sebagian besar anggota belum pernah menyusun laporan laba rugi maupun laporan arus kas.
Transaksi usaha umumnya hanya diingat berdasarkan pengalaman tanpa didukung pencatatan dan dokumentasi yang memadai. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pelaksanaan PKM bagi kelompok pengrajin bambu straw di Desa Pemogan.
Dalam kegiatan tersebut, I Putu Iwan Pramana Putra, S.E., M.M. memberikan materi mengenai penguatan pemasaran digital. Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM kerajinan bambu straw dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
Pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mengembangkannya menjadi kanal pemasaran yang mampu memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.

Sementara itu, Made Surya Pramana, S.A., M.M. menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan usaha. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara tertib, efektif, dan berkelanjutan.
Melalui pengelolaan keuangan yang baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha serta mengetahui secara lebih jelas kondisi pendapatan, pengeluaran, dan perkembangan usahanya.
Adapun materi akuntansi sederhana bagi UMKM disampaikan oleh I Made Aditya Pramartha, S.E., M.Si., Ak. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan secara sistematis sesuai dengan kebutuhan usaha mikro dan kecil.
Pencatatan keuangan sederhana diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menyusun informasi keuangan, termasuk mengetahui laba-rugi dan arus kas usaha, sehingga dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Ketua Pelaksana Pengabdian, I Putu Iwan Pramana Putra, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pemogan, kelompok pengrajin bambu straw, serta seluruh anggota Tim PKM yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha mitra, pada akhir kegiatan Tim PKM menyerahkan cenderamata dan bantuan berupa mesin laser Sculpfun S9 serta bahan bambu straw kepada Ketua Kelompok Pengrajin Bambu Straw di Desa Pemogan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan proses produksi sekaligus mendorong pengembangan inovasi produk kerajinan bambu straw agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik.
Melalui pelaksanaan PKM ini, kelompok pengrajin bambu straw di Desa Pemogan diharapkan semakin mampu mengembangkan usaha dengan memadukan pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan keuangan yang tertib, serta pencatatan akuntansi sederhana sebagai fondasi untuk mendukung keberlanjutan UMKM.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda