
JurnalPost.com - Sebanyak 12 petani yang tergabung dengan kelompok tani Muarajaya Desa Mulyaraja Kota Bogor mengikuti Pelatihan Pertanian Berkelanjutan, Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 19 oktober 2024 dengan pelatihan yang diberikan mengenai Budidaya alpukat yang benar, pelatihan ini diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perkebunan Sekolah Vokasi IPB University.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kaprodi program studi tersebut Edi Wiraguna S.P., M.Ag.Sc., Ph.D., kemudian sambutan dari ketua kelompok tani muarajaya oleh kang oji, ketua kelompok tani tersebut juga memberikan testimoni terhadap pelatihan pembuatan pestisida nabati pada pelatihan pertama yang dilakukan program studi ini juga.
“Alhamdulillah hasil dari penggunaan pestisida nabati yang diajarkan saat pelatiahan pertama menurut kami luar biasa, salah satu contohnya adalah tanaman kami yang daunnya udah hampir mati, kemudian saya siram menggunakan pestisida nabati karna melihat kondisinya mengkhawatirkan dan alhamdulillah daunnya hijau lagi, jadi luar biasalah itu salah salah satu bukti bahwa apa yang disampaikan teman-teman Sekolah Vokasi IPB ada manfaatnya buat kita para petani “ Ujar ketua kelompok tani Muarajaya desa Mulyaharja.

Sebelum presentasi oleh dosen program studi tersebut para petani diberikan soal pre test mengenai Pupuk Kompos dan GPA guna untuk mengetahui sampai mana pengetahuan petani mengenai hal tersebut, Presentasi dilakukan dari tahap pemupukan, tahap pemangkasan hingga tahapan pasca panen. Sesi Presentasi dan diskusi berlangsung dengan antusiasme para petani yang memiliki rasa ingin tau yang banyak menimbulkan canda gurauan yang menjadikan pengerat silaturahmi antar petani dan juga pihak penyelenggara pelatihan.

Pemaparan Materi oleh Merry Gloria Meliaala S.P., M.Si. dan Wanda Russianzi S.P., M.Si., selaku dosen program studi tersebut, alasan kenapa Program studi tersebut mengambil materi pada hari itu mengenai budidaya alpukat yang baik, karna para petani di Desa Mulyaharja ingin desa mereka memiliki Produksi buah alpukat bagus sehingga bisa menjadikan desa mereka sebagai desa wisata buah alpukat. Para petani langsung mengpraktikkan pemangkasan yang sudah diajarkan, salah satunya adalah pemangkasan bentuk, tujuan dari pemangkasan bentuk adalah agar memperoleh bentuk tajuk yyang ideal sesuai yang diinginkan, pola percabangan 1-3-9-27 dapat dilakukan pada awal percabangan tanaman sudah berumur 1 tahun di lapangan.

“Tanggapan saya mengenai pelatihan yang di berikan oleh program studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, para petani mendapatkan ilmu dari SV IPB karna disini para petani mendapatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk dapat membantu meningkatkan produksi buah terutama buah alpukat yang menjadi andalan KTT Muarajaya tani inI, untuk materi yang diberikan itu mudah dipahami dan praktik langsung yang dilaksanakan di kebun” Kata agus faisal penyuluh pertanian wilayah kelurahan Mulyaharja.
Penulis: Ibral Hanafi dan Edi Wiraguna
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda