Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Penerapan Kantong Plastik Berbayar Harus Diawasi

Penerapan Kantong Plastik Berbayar Harus Diawasi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
22 Februari 2016, 21.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Penerapan Kantong Plastik Berbayar Harus Diawasi
Kantong plastik berbayar

JURNALPOST.COM - Uji coba penerapan penggunaan kantong plastik berbayar sejak kemarin (Minggu, 21/2) mulai dilakukan di Kota Makassar, bertepatan dengan pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Sulsel, Andi Hasbi Nur, menilai, uji coba kantong plastik berbayar, selain mengurangi penggunaan kantong plastik juga akan membuka peluang untuk pengusaha kecil menciptakan tas belanja.

IKLAN

Pihaknya berharap, dengan adanya uji coba tersebut, masyarakat yang akan berbelanja sudah membawa tas sendiri, sehingga mengurangi jumlah penggunaan kantong plastik. Minimal akan memberi penyadaran pada masyarakat bahwa kantong plastik ini berbahaya.

Akkopsi Hadirkan Bupati dan Walikota Bahas Isu Lingkungan
Baca Juga

Akkopsi Hadirkan Bupati dan Walikota Bahas Isu Lingkungan

Kantong plastik berbayar

"Ini sudah menjadi peluang bagi usaha kecil untuk menyiapkan kantongan atau tas yang digunakan untuk belanja. Kita harapkan nantinya masyarakat yang berbelanja sudah membawa tas atau keranjang," kata Hasbi, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Mengenai kesiapan Sulsel untuk penerapan kantong plastik berbayar yang akan dilaunching pada 5 Maret mendatang di Makassar, Hasbi menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran yang ditujukan kepada BLHD di seluruh Pemkab dan Pemkot se-Sulsel untuk menghadiri rapat terkait hal tersebut yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 Februari mendatang.

Hasbi berharap, seluruh kabupaten/kota di Sulsel bisa melakukan launching secara bersamaan dengan launching yang rencananya dihadiri oleh Wapres RI Jusuf Kalla.

Akan tetapi, lanjut Hasbi, penerapan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut juga perlu diawasi, termasuk uang yang diterima oleh pihak retail dari pembayaran pembelian kantong plastik tersebut.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Menurutnya uang hasil penjualan kantong plastik tersebut akan dikembalikan pada masyarakat melalui kerjasama dengan pemerintah daerah.

"Yang perlu kita lakukan, ada uang sebenarnya beredar di situ. Ke depanya ini harus dimanage dengan bagus, nanti uangnya ini dikembalikan ke masyarakat bekerja sama dengan pemda," paparnya.

Ujicoba kantong plastik berbayar tersebut dikatakannya akan dilakukan selama 3 bulan, dan selanjutnya akan dilihat secara nasional, apakah harga itu sudah cukup atau masih perlu dinaikkan.

IKLAN

Saat ini secara nasional, harga kantong plastik tersebut ditetapkan Rp200 sampai Rp500 per kantong, dan baru berlaku untuk 23 kota di Indonesia.

Upacara HUT ke-58 PT Semen Tonasa di Pangkep pada 2 November 2026
Baca Juga

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Hasbi juga menyebut, sampah plastik di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai jutaan ton per tahun. Bahkan menurutnya, luas limbah plastik sekarang sudah seluas California.

Hal ini semakin diperparah karena sampah plastik sangat berbeda dengan sampah organik yang mudah terurai, dan kantong plastik jarang didaur ulang.

Diprediksi pada 2050 mendatang, saat orang menangkap ikan di laut, maka 2 dari yang tertangkap adalah sampah plastik.

"Kalau tangkap ikan 3, yang 2 plastik yang 1 ikan. Kalau tidak ada pengendalian mulai sekarang. Apalagi itu tidak bisa terurai dengan cepat, minimal 100 tahun," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latief, menilai, akan lebih baik jika dicarikan alternatif pembungkus lain yang mudah terurai.

"Cari alternatif pembungkus lain, dan supermarket juga harus kasih alternatif, Kurangi plastik. Di kampung dulu pembungkus cuma pakai daun jati," kata Latief.

Mengenai kesiapan Sulsel untuk menerapkan kantong plastik berbayar, ia mengatakan jika itu menjadi program nasional pihaknya siap melaksanakan. Tetapi tetap diperlukan pertimbangan lain.

Seorang warga Makassar, Mulyadi (29), mendukung pernyataan Hasbi Nur, yang meminta pengawasan terhadap toko atau retail yang menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut.

Ia mengaku membeli 2 baterai kecil di salah satu mini market, dan tidak menggunakan kantong plastik karena langsung dikantongi, tetapi dalam struk belanja tercantum item kantong plastik.

"Kemarin (21/2) saya beli baterai tapi tidak pakai kantong plastik. Kukantongi tapi dalam struk yang pertama kali muncul adalah item kantong plastik seharga Rp200. Harus memang jeli orang lihat," ujarnya. (fo)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/penerapan-kantong-plastik-berbayar-harus-diawasi/1152/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

  • #Badan Lingkungan Hidup
  • #kantong plastik berbayar
  • #uji coba

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi Berbasis Iman dan Kebersamaan

Pemerintah Siapkan Program Ekonomi untuk Perkuat Perlindungan Masyarakat 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.