Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital

Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Juni 2023, 06.35 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital

JurnalPost.com - Pendidikan kewarganegaraan di era digital sudah selayaknya ada dan diterapkan di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Era digital adalah masa atau kehidupan dimana segala aktivitas atau aktivitas yang mendukung kehidupan dimungkinkan oleh teknologi. Era digital telah menggantikan beberapa teknologi masa lalu yang disesuaikan dengan masa kini agar lebih praktis dan modern. Era digital telah membawa perkembangan teknologi di berbagai bidang. Di Indonesia, pendidikan era digital diterapkan untuk memajukan sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia modern penting di era digital.

Dibalik banyaknya keuntungan dan hal postitif yang dihasilkan dari era digital, sebaliknya banyak hal-hal atau dampak negative yang dihasilkan dari perkembangan pendidikan kewarganegaraan di era digital. Dibalik banyaknya aspek pembelajaran kewarganegaraan seperti, rasa nasionalis, integritas bangsa, dan rasa kemandirian. Ada satu hal yang tidak bisa kita pelajari dari teknologi atau era digital, yaitu rasa kemanusiaan dan moral. Bagaimana era digital bisa mempunyai batasan, mendampingi para peserta didik di dalam pembelajaran. Di beberapa aspek pembelajaran seperti, rasa nasionalis, gotong royong, integritas bangsa, dan rasa kemanusiaan, hal-hal ini juga mempunyai tantangan tersendiri dalam penerapannya.

IKLAN

Salah satu tantangan pembelajaran kewarganegaraan di era digital adalah guru dan siswa harus bisa melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan teknologi. Pada tahun pelajaran 2020/2021, kurang lebih 2,91 juta orang memenuhi syarat untuk menyelenggarakan kelas. Jumlah ini setara dengan 95,78 persen dari seluruh guru di Indonesia. Guru dan siswa cenderung mengalami perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan smartphone.

Kisah Widji
Baca Juga

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Era digital juga harus dihadapi dan disikapi secara serius, mengetahui bagaimana mengelola dan mengatur peran teknologi itu sendiri secara arif dan baik, sehingga pendidikan kewarganegaraan di era digital bermanfaat bagi kelangsungan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Tujuan pengembangan model pembelajaran adalah untuk menciptakan kegiatan, pembelajaran yang optimal sehingga tujuan yang dicapai dapat dilaksanakan secara efektif

paling banyak Menurut penggunaan Wiratmojo dan Sasonohardjo (Angrainissa, 2017). Media pembelajaran pada masa orientasi pengajaran sangat bermanfaat dari segi keefektifan, proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran selama pembelajaran pada. Oleh karena itu, model pembelajaran pendidikan harus diubah kewarganegaraan mengubah pemikiran dan visi orang

Tujuan pengembangan model pembelajaran adalah untuk menciptakan kegiatan, pembelajaran yang optimal sehingga tujuan yang dicapai dapat dilaksanakan secara efektif paling banyak Menurut penggunaan Wiratmojo dan Sasonohardjo (Angrainissa, 2017).

Media pembelajaran pada masa orientasi pengajaran sangat bermanfaat dari segi keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran selama pembelajaran pada. Oleh karena itu, model pembelajaran pendidikan harus diubah kewarganegaraan mengubah pemikiran dan visi orang fenomena yang sedang berlangsung. Banyak fenomena yang terjadi selama ini lingkungan sekitar masyarakat akibat penggunaan teknologi yang salah.

Kisah Narti
Baca Juga

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Tetapi, beberapa orang tidak menyadarinya. Pendidikan membutuhkan pembelajaran antara teori dan praktek pendidikan harus seimbang (Trisiana, Sugiaryo dan Rispantyo, 2019). Desain pembelajaran dipandang sebagai dua hal yang saling berhubungan karena adanya perencanaan pembelajaran adalah pengetahuan yang membentuk kegiatan belajar yang ingin dicapai hasil tindakan yang diinginkan. Aspek desain instruksional berubah dua yaitu teori belajar dan psikologi yang berkaitan dengan media komunikasi terkait dengan model pembelajaran yang digunakan (Rachman, 2021; Rachman dan Azam, 2021; Trisiana et al., 2019).

IKLAN

Harus ada kriteria pemilihan media dikembangkan sesuai dengan tujuan, kondisi, dan keterbatasan yang dapat dicapai melihat sifat dan karakteristik media yang bersangkutan (Sadiman, Raharjo, Haryono dan Harjito, 2009).

Pendapat lain mengatakan ini secara mendalam Saat memilih media, seseorang harus memperhatikan pesan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana caranya pesan ditransmisikan sebagai karakteristik subjek (afektif, psikomotor atau kognitif), dengan mempertimbangkan jumlah siswa, kapasitas produksi dan perencanaan pengembangan dan produksi media (Komalasari dan Saripudin, 2017, hal. 211).

Jadi dengan bantuan berbagai informasi yang diteliti dan diperoleh kemudian masyarakat melakukan berbagai percobaan gabungan dengan teori belajar teknologi untuk pengembangan informasi pendidikan. Melalui pengembangan ilmu Pelatihan ini merupakan hasil akhir dari pembelajaran yang diharapkan dapat diperoleh oleh para siswa Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berkaitan dengan nilai-nilai pancasila nilai-nilai karakter yang sesuai dengan aspek pendidikan kewarganegaraan. Perkembangan ilmu pendidikan dapat memanfaatkan perangkat berbasis Android. Android dapat menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat khususnya di industri ini

Pedagang sayur
Baca Juga

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Universitas dan sekolah menengah, siswa dan fakultas menggunakan Android untuk mendukung kehidupan sehari-hari mereka. Ada lima model pengembangan pembelajaran (Zuriah dan Kautsar, 2020), yaitu: (1) Analisis, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi.

Menggunakan media pembelajaran android dalam pembelajaran IPA atau PPKn diimplementasikan dengan membuat platform media digital seperti buku melibatkan media digital untuk meningkatkan minat baca siswa didukung oleh komponen lain seperti fungsi pembuatan video untuk pembelajaran, fungsi kuis digunakan untuk membantu siswa memahami sebagai ajang evaluasi. yang didukung dengan fitur-fitur animasi yang lebih menarik. Kemudian, bisa dilengkapi dengan fitur game yang masih berkaitan dengan teori pembelajaran sebagai sarana untuk menghilangkan rasa jenuh bagi siswa.

Kesimpulan bahwa pendidikan kewarganegaraan di era digital memiliki peran penting dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia. Era digital memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan dalam pembelajaran, namun juga membawa tantangan dan dampak negatif. Penting bagi guru dan siswa untuk dapat mengelola teknologi dengan bijak dan memahami batasan-batasannya. Model pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan perlu dikembangkan agar efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran harus mempertimbangkan tujuan, kondisi, dan karakteristik media yang sesuai. Pengembangan ilmu pendidikan dapat memanfaatkan perangkat berbasis Android sebagai sarana untuk meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Implementasi media pembelajaran android dapat melibatkan komponen seperti buku digital, video, kuis, dan fitur animasi atau game untuk memperkaya pengalaman pembelajaran siswa.

Oleh: Muhammad Daffa Prodi Teknik Informatika Politeknik Harapan Bersama

Refrensi Data Indonesia. (2021). Jumlah Guru Layak Mengajar Capai 2,91 Juta pada 2020/2021. Diakses dari: https://dataindonesia.id/ragam/detail/jumlah-guru-layak-mengajar-capai-291-juta-pada-20202021 Badan Pusat Statistik (BPS) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2020). Integrasi Data. Diakses dari: https://qasp2020.bps.go.id/posts/6b897904169f415caf16ae5c4fdd6185/integration/data-integration Nasional Kompas. (2022, September 8). Berbagai Alasan Kominfo soal Rentetan Kebocoran Data. Diakses dari: https://nasional.kompas.com/read/2022/09/08/06300031/berbagai-alasan-kominfo-soal-rentetan-kebocoran-data Data Indonesia. (Tidak ada tanggal). Pengguna Instagram Indonesia Terbesar Keempat di Dunia. Diakses dari: https://dataindonesia.id/Digital/detail/pengguna-instagram-indonesia-terbesar-keempat-di-dunia

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pendidikan-kewarganegaraan-di-era-digital/52741/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 10.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Pilihan Editor

  1. 1 Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.