JurnalPost.com - Hildegun Olsen (Tarmansyah, 2007;82), menjelaskan pendidikan inklusi secara mendalam yakni sekolah yang harus mengakomodasi semua peserta didik tanpa melihat fisik, kecerdasan (intelektual), sosial emosi, bahasa maupun kondisi lainnya. Pengertian Ini mencakup berbagai peserta didik baik penyandang disabilitas, berbakat, anak jalanan, anak terpencil, anak dari etnis minoritas, bahasa, hingga anak yang termajinalisasi
Ilahi (2013: 24) menjelaskan pengertian pendidikan inklusif yakni sebuah konsep yang menampung semua peserta didik yang mengalami berkebutuhan khusus (ABK) ataupun anak yang memiliki masalah seperti kesulitan membaca ataupun menulis. Semua peserta didik tanpa terkecuali dapat secara mudah mendapatkan pendidikan yang tepat.
Jadi, dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan Pendidikan Inklusi merupakan suatu pendidikan yang dijadikan sebagai pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dimana dengan adanya pendidikan inklusi ini anak berkebutuhan khusus dapat dengan mudah menempuh jalur pendidikan tanpa adanya diskriminasi dari anak-anak normal lainnya. Dalam padangan pendidikan inklusi, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendaptkan pendidikan yang berkualitas, tanpa terkecuali.
Tujuan utama pendidikan inklusi adalah menciptakan lingkungan belajar yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan setiap individu, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal dan berpartisipasi sepenuhnya dalam kegiatan pembelajaran.
Salah satu manfaat utama dari pendidikan inklusi adalah menciptakan kesempatan yang setara bagi semua individu untuk belajar bersama dan saling menghargai perbedaan yang ada.
Dalam pendidikan inklusi peran orang tua memiliki peran yang sangat penting. Dimana mereka perlu memahami dan mendukung kebutuhan anak mereka, serta terlibat dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan yang melibatkan anak mereka. Pada pendidikan inklusi orang tua merupakan salah satu guru utama dan juga advokat bagi anaknya sebab apapun yang terjadi pada anak orang tua tetap akan menjadi garda terdepan dan juga menjadi orang yang akan melindungi anaknya dari bentuk diskriminasi atau apapun itu.
Selain peran orang tua peran pemerintah, sekolah dan juga masyarakat juga berpengaruh, sebab dengan adanya peran dari mereka pendidikan inklusi akan berjalan dengan baik. Dapat dicontohkan saja peran dari pemerintah yang dimana pemerintah akan menjadi fasilitator dalam menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang untuk sekolah inklusi.
Sedangkan untuk sekolah berperan sebagai orang yang akan memahami dan mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh anak inklusi dan bagaimana cara agar pendidikan inklusi ini dapat berjalan.
Peran masyarakat dalam pendidikan inklusi ini ialah dapat mengajukan pendapat mengenai program-program dalam pelaksanaan pendidikan inklusi, bermusyawarah bersama dalam pengambilan keputusan yg dijalankan dalam sekolah inklusi, melaksanakan program yang telah ditetapkan dalam pengambilan keputusan musyawarah,mengawasi berlangsungnya pelaksanaan keputusan bersama, bertanggung jawab terhadap berhasilnya pelaksanaan program inklusi, memelihara hasil dari kegiatan yang telah dilakukan agar terciptanya pendidikan inklusi yang intensif dan kondusif.
Jadi, kesimpulannya kita harus benar-benar memahami tentang pendidikan inklusi, serta kita harus bisa memberikan pengertian kepada orang yang masih berpikiran bahwa anak inklusi tidak boleh bersekolah dengan anak normal, supaya dengan begitu setiap sekolah sudah bisa menerapkan pendidikan inklusi yang baik.
Setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing maka dari itu kita tidak boleh memandang rendah kekurangan yang dimiliki anak tersebut.
Penulis: 1. ATIAH HAMIDAH (216910236) 2. NASUHA RISMA DEWI (216910205) 3. RANI OKTAVIANI (216910212) 4. SERI WINDA NINGSIH (216910104) 5. WANDA ASIZAH (216910087) 6. WELLA PUSPITA DEWI (216910434)
Dosen Pengampu: DEA MUSTIKA, S.Pd., M.Pd
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda