Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dampak Indramayu yang Dijadikan Pemasok Bahan Baku Industri Perikanan

Dampak Indramayu yang Dijadikan Pemasok Bahan Baku Industri Perikanan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Mei 2023, 09.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Dampak Indramayu yang Dijadikan Pemasok Bahan Baku Industri Perikanan
<strong>Gambar 1.</strong> PPI Dadap Kab. Indramayu Sumber: https://kkp.go.id/
Junianto1, Mahdzar Ali2, Adisty Naura Fauziah2, Muhammad Akmal Najib2,Nada Yasmin2  dan Fandhi Anjar Hudianto2
  • Staf Dosen Departemen Perikanan, Unpad.
  • Mahasiswa Program Studi Perikanan, Unpad
Gambar 1. PPI Dadap Kab. Indramayu Sumber: https://kkp.go.id/ Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat memiliki wilayah pesisir dengan garis pantai sepanjang 114 km yang merupakan garis pantai terpanjang di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Indramayu terkenal dengan sektor pertanian dan maritim yang baik di Provinsi Jawa Barat. Data dari Diskala Indaramayu (2005) menyebutkan bahwa, jumlah produksi atau pemasok perikanan di Jawa Barat 45% lebih berasal dari Kabupaten indramayu. Sektor perikanan di Kabupaten Indramayu memberikan kontribusi PDRB ketiga terbesar setelah sektor perdagangan besar dan eceran dan sub sektor tanaman bahan makanan (diluar sektor pertambangan). Potensialnya Kabupaten Indramayu untuk menjadi pusat produksi perikanan sangatlah besar. Menurut penelitian Ruswandi (2009), terdapat dua sektor utama yang menjadi potensi utama di wilayah pesisir Indramayu, yaitu sektor minyak dan gas bumi (24,6%) serta subsektor perikanan (24,4%). Pada tahun 2011, produksi perikanan di Kabupaten Indramayu mencapai 266.392 ton. Produksi ini terbagi menjadi beberapa jenis, dengan perikanan tangkap mencapai 107.989,60 ton (40,54%), perikanan tambak/air payau sebesar 101.454,9 ton (38,08%), perikanan kolam sebesar 51.214,62 ton (19,23%), dan perikanan sungai sebesar 5.733,20 ton (2,15%). Potensi pengembangan subsektor perikanan di Kabupaten Indramayu masih sangat menjanjikan dari segi pengembangan wilayahnya. Menurut data yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (2012), terdapat berbagai potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Indramayu. Misalnya, perikanan tangkap memiliki potensi pengembangan yang besar dengan panjang pantai mencapai 147 km dan perkiraan MSY (Maximum Sustainable Yield) sebesar 49.395 ton. Selain itu, terdapat juga areal yang cocok untuk tambak seluas 39.911,60 Ha dengan potensi produksi sekitar 142.819 ton, serta areal yang dapat digunakan untuk budidaya air tawar/kolam seluas 25.000 Ha dengan potensi produksi sekitar 125.000 ton. Dampak Industri Terhadap Ekonomi Permintaan kebutuhan pasokan ikan dari dalam dan luar wilayah Kabupaten Indramayu telah menggerakan pertumbuhan perekonomian wilayah dari sub sektor perikanan, hal ini dapat menjadi motor penggerak dalam pembangunan ekonomi daerah. PPI Karangsong di Desa Karangsong Kecamatan Indramayu merupakan salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ekonomi, terdapat peningkatan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari subsektor perikanan di Kabupaten Indramayu. Pada tahun 2001, nilai PDRB tersebut mencapai Rp 697.723,07, dan kemudian meningkat menjadi Rp 1.485.347,82 pada tahun 2005 (BPS Kabupaten Indramayu, 2006). Ini menunjukkan bahwa hasil potensi sumber daya perikanan dan kelautan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Indramayu. Wilayah pesisir Indramayu memiliki kontribusi paling besar di subsektor perikanan. Total produksi ikan yang dihasilkan di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu melalui perikanan tangkap (40,54%) dan perikanan tambak/air payau (38,08%) dengan wilayah pengusahaan tambak seluas 10.013 Ha (97%) dari total 10.345 Ha dan wilayah pengusahaan kolam seluas 3.473 Ha (78%) dari total 4.462 Ha berada di wilayah pesisir (BPS Kabupaten Indramayu, 2006). Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong sektor perkanan untuk menjadi sektor ekonomi unggulan di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu. Dampak Industri Terhadap Lingkungan Perkembangan industri di satu sisi membawa perubahan yang mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat, namun di sisi lain juga membawa perubahan yang membawa dampak negatif, dampak negatif tersebut antara lain pencemaran lingkungan industri, seperti pencemaran air bersih. , kebisingan dan polusi udara. Selain pencemaran, ada dampak negatif dari pencemaran, seperti pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah dan lain-lain yang mengancam kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Baik perusahaan itu sendiri maupun pemerintah negara bagian telah mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dari kegiatan industri. Pencemaraan  air bersih upaya mengurangi atau memperkecil resiko pencemaran tidak sepenuhnya menjamin tidak adanya masalah pencemaran. Pencemaran lingkungan disebabkan oleh air sumur penduduk setempat yang tercemar limbah perusahaan. Daya tampung sampah cukup banyak, sedangkan kualitas dan daya tampung sampah tidak mencukupi sehingga menyebabkan sampah terserap ke dalam tanah dan berakhir di sumur-sumur kota. Pencemaran suara selain pencemaran air sumur warga, pencemaran juga disebabkan oleh kebisingan dari kegiatan produksi lintas batas. Terdapat suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut, yaitu dengan meningkatkan kualitas bangunan guna mengurangi tingkat kebisingan dan menambahkan lebih banyak pepohonan di sekitar pabrik. Pencemaran udara pencemaran juga merupakan pencemaran udara, yaitu pencemaran yang timbul akibat beroperasinya mesin-mesin produksi di pabrik-pabrik yang mengeluarkan limbah asapnya melalui cerobong asap perusahaan, terutama di perusahaan yang lebih banyak menggunakan insinerasi dalam produksi. Selain polusi udara yang diakibatkan oleh industri, polusi udara juga berasal dari banyaknya truk perusahaan berkapasitas besar yang melakukan perjalanan dari dan ke pabrik untuk mengangkut hasil produksi perusahaan. Dampak Industri Terhadap Sosial Masyarakat Secara mendasar, perubahan memiliki dampak pada pola perilaku sosial dan ekonomi masyarakat. Pola perilaku, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi, akan mengikuti perubahan yang terjadi. Demikian pula, kehadiran sektor industri yang masuk dan berkembang akan memicu respon berupa perubahan pola perilaku sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi kehidupan sehari-hari di daerah ini ditandai oleh intensitas kerja yang tinggi. Seiring dengan adanya industri, kehidupan sosial masyarakat juga mengalami perubahan. Sebelum adanya industri, masyarakat sangat menghargai kerukunan di antara sesama warga. Namun, setelah industri masuk ke daerah ini, terjadi pergeseran yang sedikit terutama dalam hal gotong-royong. Dampak positif bagi masyarakat adalah terciptanya peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas. Adanya industri perikanan memberikan dampak sosial yang meningkatkan pendidikan dan kesehatan nelayan dan anggota keluarganya, sehingga memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan. Secara ekonomi, industri perikanan memberikan dampak berupa peningkatan pendapatan keluarga nelayan, kesempatan kerja di industri-industri di sekitar industri perikanan, serta peluang usaha melalui kegiatan dagang dan aktivitas informal lainnya. Hubungan spasial dalam kegiatan perikanan membentuk interaksi fisik, ekonomi, dan sosial. Interaksi fisik terbentuk melalui sarana PPI (Pusat Penangkapan Ikan) dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Karangsong, yang menciptakan infrastruktur seperti fasilitas pokok, fasilitas fungsional, dan jaringan transportasi untuk mendukung produksi dan pemasaran hasil produk ikan. Interaksi ekonomi melibatkan proses pendapatan yang terjadi karena pemenuhan kebutuhan (nilai pendapatan) dan permintaan (produk ikan), sehingga membentuk integrasi spasial melalui jaringan pemasaran dalam konteks kegiatan perikanan. Selanjutnya, interaksi sosial merupakan dampak dari interaksi ekonomi terhadap pola hubungan yang dibentuk oleh pelaku usaha dalam kegiatan perikanan. Dampak sosial juga harus bisa meningkatkan   kemampuan   sumber   daya   manusia   dalam pengelolaan  perikanan  budidaya  yang  lebih  modern,  dan   meningkatkan  akses  teknologi informasi  untuk  meningkatkan  penguasaan  teknologi  budidaya  perikanan. DAFTAR PUSTAKA Ruswandi. 2009. Model Kebijakan Pengembangan Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan dan Berperspektif Mitigasi Bencana Alam di Pesisir Indramayu dan Ciamis. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Omat. 2008. IMPLIKASI KEBERADAAN PPI TERHADAP PERTUMBUHAN KAWASAN EKONOMI PERIKANAN (STUDI KASUS: PPI KARANGSONG KECAMATAN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT). Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-indramayu-yang-dijadikan-pemasok-bahan-baku-industri-perikanan/49877/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.