BARRU, JurnalPost.com — Pemerintah Kabupaten Barru terus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja berbasis kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja dan usaha baru.
Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkab Barru dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep yang berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mendorong agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui komunikasi dengan Kepala BPVP Pangkep Ashari Arifuddin, S.T., M.M., Kabupaten Barru sejauh ini memperoleh 22 paket pelatihan, dengan setiap paket diikuti 16 peserta.
Dari jumlah tersebut, enam paket telah selesai maupun sedang berlangsung. Sementara paket lainnya masih menunggu jadwal pelaksanaan. Selain itu, terdapat 15 paket tambahan yang saat ini dalam proses verifikasi oleh BPVP Pangkep.
Apabila seluruh paket tambahan tersebut lolos verifikasi dan direalisasikan, total terdapat peluang 37 paket pelatihan kerja yang dapat dihadirkan bagi masyarakat Kabupaten Barru.
Pelatihan Disesuaikan dengan Potensi Daerah
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru, Syamsir, S.IP., M.Si., mengatakan pelatihan dilaksanakan melalui metode Tailor Made Training (TMT).
Metode tersebut merupakan pelatihan kerja gratis yang dirancang secara fleksibel dan menggunakan pendekatan jemput bola. Jenis pelatihan serta kurikulum disesuaikan dengan potensi wilayah, kebutuhan industri, dan permintaan pasar kerja lokal.
“Pelatihannya tidak sekadar menyediakan program yang sudah ada, tetapi disesuaikan dengan potensi daerah, kebutuhan industri dan pasar kerja lokal. Jadi masyarakat dilatih berdasarkan peluang yang memang ada di daerahnya,” kata Syamsir dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan program pelatihan menyentuh potensi ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu penerapannya dilakukan di Desa Gattareng yang memiliki potensi komoditas kopi. Pelatihan di wilayah tersebut diarahkan pada keterampilan pengolahan kopi, mulai dari roasting, peracikan kopi atau barista, hingga pemasaran digital.
Dengan pendekatan itu, kopi tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga diarahkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dari Pengelasan hingga Digital Marketing
Selain pengolahan kopi, sejumlah bidang keterampilan lainnya juga menjadi bagian dari program pelatihan, antara lain pengelasan, tata rias, pembuatan kue dan roti, menjahit, servis sepeda motor injeksi, pengolahan sampah organik, public speaking atau MC, hingga budidaya tanaman hidroponik.
Syamsir mengatakan materi pelatihan diarahkan pada kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan peserta, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat atau pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan yang benar-benar bisa digunakan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan juga didekatkan dengan lokasi masyarakat. Selain berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Barru dan lembaga pelatihan kerja binaan BLK Barru, sejumlah program dilaksanakan langsung di desa maupun kelurahan.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pelatihan karena program dapat dilaksanakan lebih dekat dengan calon peserta dan menyesuaikan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Pelatihan Vokasi Jadi Strategi Penguatan SDM
Bagi Pemkab Barru, pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis dan mampu bersaing di pasar kerja.
Berbeda dengan pendidikan yang lebih banyak memberikan dasar teoritis, pelatihan vokasi menitikberatkan pada penguasaan kompetensi dan praktik yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan tertentu.
Pemkab Barru juga terus mengawal kerja sama dengan BPVP Pangkep agar jumlah program yang dapat diterima masyarakat semakin luas dan tidak berhenti sebatas dokumen kerja sama.
Dengan 22 paket yang telah diperoleh serta 15 paket tambahan yang masih menjalani proses verifikasi, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan akses peningkatan keterampilan, menciptakan usaha baru, sekaligus memperbesar peluang terserap di dunia kerja.
“Dari lobi Bupati Barru, peluang peningkatan keterampilan dan kerja diupayakan hadir lebih dekat dengan masyarakat hingga ke desa dan kelurahan,” tutup Syamsir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda