JURNALPOST.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulsel, menyatakan keseriusannya untuk maju dan bertarung dalam bursa calon ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mendatang.
Saat menghadiri peringatan HUT Kabupaten Sidrap yang ke-672 di lapangan upacara kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Kamis (18/2), Syahrul kembali menyampaikan niatnya untuk maju dan bertarung dalam bursa pemilihan ketum DPP Partai Golkar.
"Sebentar lagi Syahrul mencalonkan diri jadi Ketum Golkar, mudah-mudahan masyarakat Sidrap mau mendoakan," kata Syahrul.
Menurutnya, politik itu penting untuk menjaga agar semua tata kelola negara tetap bisa bermuara pada kehidupan rakyat yang lebih harmonis dan sejahtera.
Berbagai pihak juga disebutnya memiliki kepentingan yang sangat besar terhadap Partai Golkar. Hal ini dikatakannya karena Partai Golkar sudah teruji dan tahu bagaimana memimpin rakyat.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan dalam acara penting yang dihadirinya, seperti peringatan HUT Kabupaten Takalar, pelantikan serentak 10 Bupati, pelantikan pengurus Karang Taruna Sulsel, dan juga serah terima jabatan Bupati Gowa, disetiap sambutannya, Syahrul selalu menyinggung bahwa dirinya siap untuk maju dan bertarung sebagai calon ketum DPP partai Golkar.
"Orang Sulsel itu pekerja keras, dan Syahrul menjadi bagian dari itu. Saya pernah jadi Kepala Desa, Lurah, Camat, Bupati. Saat ini menjadi Gubernur, dan sekaligus menjadi ketua dari seluruh Gubernur di Indonesia. Dan besok, akan mencalonkan diri jadi ketum Golkar," kata Syahrul, dalam pidatonya di beberapa kesempatan.
Syahrul juga mengatakan, semua kader berhak untuk maju dan bertarung dalam bursa pemilihan ketum Golkar. Tidak terkecuali dirinya yang juga memiliki segudang prestasi di bidang pemerintahan.
"Yang lain berhak, saya juga berhak maju. Mari kita sama-sama berkompetisi adu gagasan dan ide untuk membangun rakyat dan bangsa," ujarnya.
Syahrul mengakui, jika persaingan untuk itu bukanlah persaingan yang mudah. Akan tetapi ia mengatakan, calon ketum Golkar minimal harus memiliki prestasi dan kinerja sepertinya.
"Persaingan ini memang bukan persoalan mudah. Tetapi minimal kader Golkar yang maju untuk bertarung menjadi ketum minimal seperti saya. Kalau tidak ada yang melewati, ya mending Syahrul saja," ucapnya.
Syahrul juga menegaskan, yang terpentung bukanlah jabatan ketum-nya. Melainkan Partai Golkar harus menyatu untuk bisa benar-benar kembali ke ideologi partai dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dukungan kepada dirinya untuk maju sebagai calon ketum Golkar pun diakuinya terus mengalir dari berbagai daerah dan beberapa tokoh. (opa/)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda